Staf DPRD Bone Ajukan Laporan Polisi Soal Dugaan Penganiayaan oleh Ketua DPRD
Kabarnusantaraku.com – Andi Tenri Walinonong, pimpinan DPRD Bone di Sulawesi Selatan, kini menghadapi laporan resmi dari salah satu bawahannya. Yuli Nofita Sari, seorang staf berusia 29 tahun, telah menyampaikan pengaduan ke Polres Bone dengan tuduhan penganiayaan. Kejadian ini bermula dari masalah penyediaan kue untuk para tamu yang datang ke kantor, dan dilaporkan terjadi pada hari Rabu tanggal 22 Juli di kantin gedung DPRD Bone.
Rangkaian Peristiwa di Kantin
Menurut keterangan Yuli, insiden dimulai ketika ia ditugasi menyiapkan kue untuk dua orang tamu Ketua DPRD. “Awalnya saya diminta menyiapkan kue untuk dua tamu. Saya ambilkan kue lalu saya siapkan di lounge. Sudah ada satu tamu, kemudian saya ditelepon lagi dan diberi tahu kalau ada satu tamu lagi serta diminta mengambilkan kue juga,” jelas Yuli.
Karena kue tersebut sudah terbagi menjadi dua porsi sebelumnya, Yuli beranggapan bahwa porsi untuk tamu kedua masih tersedia. Namun, ia kemudian mendengar kabar bahwa kue itu sudah dibawa seseorang ke kantin. “Ada yang bilang kuenya dibawa ke kantin,” tambahnya.
Tak lama setelah itu, Yuli dipanggil untuk menemui Andi Tenri Walinonong di kantin. Di sana, ia mengaku menerima perlakuan kasar di depan beberapa orang. “Sampai di kantin, satu bosara berisi kue langsung dilempar ke arah muka saya. Setelah itu saya disiram satu botol air mineral, lalu botolnya juga dilempar ke arah saya. Setelah itu saya dilempari lagi botol sambal,” ceritanya.
Laporan ke Polisi dan Tanggapan Pihak Terkait
Setelah merasa menjadi korban, Yuli segera melaporkan Andi Tenri Walinonong ke Polres Bone. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut memang diterima. “Iya betul. Pelapor melaporkan Ketua DPRD Bone atas dugaan penganiayaan. Saat ini pelapor masih dimintai keterangan,” ujar Alvin.
Sementara itu, Andi Tenri Walinonong menyangkal tuduhan bahwa ia melakukan penganiayaan terhadap stafnya. “Pada intinya, tidak ada insiden pelemparan bosara ke wajah Yuli maupun pelemparan botol ke badannya. Semua itu tidak benar,” kata Andi Tenri saat ditemui wartawan pada hari Jumat, 24 Juli.
“Betul, saya sudah membuat laporan polisi atas dugaan penganiayaan yang dilakukan Ibu Ketua DPRD Bone,” kata Yuli saat dikonfirmasi, Jumat (24/7).
Walaupun menyangkal melempar benda langsung ke Yuli, Andi Tenri mengakui pernah melempar sesuatu ke arah lantai sebagai tanda kekesalan. “Saya melemparkannya ke arah tanah sebagai bentuk kekesalan,” tegasnya.
“Sampai di kantin, satu bosara berisi kue langsung dilempar ke arah muka saya. Setelah itu saya disiram satu botol air mineral, lalu botolnya juga dilempar ke arah saya. Setelah itu saya dilempari lagi botol sambal,” tuturnya.
