Speedboat Bawa 11 WNA Tenggelam di Sulteng: Kronologi dan Proses Penyelamatan
Kabarnusantaraku.com – Peristiwa tragis terjadi di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tenggara (Sulteng), ketika sebuah speedboat yang membawa 11 wisatawan asing tenggelam. Kapal tersebut patah menjadi dua bagian akibat dihantam ombak besar sebelum akhirnya tenggelam ke dasar laut. Kejadian ini menjadi berita hangat karena seluruh penumpang berhasil diselamatkan, namun nakhoda kapal masih dalam status hilang. Speedboat Bawa 11 WNA Tenggelam menjadi headline utama yang mencuat di berbagai media lokal maupun nasional.
Kronologi Kejadian dan Respons SAR
Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian ini terjadi sekitar pukul 21.00 WITA pada hari Sabtu (25/7). Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto, menjelaskan bahwa mereka menerima informasi awal dari resort Tojo Una-una mengenai kapal yang mengalami masalah. Awalnya, kapal speedboat tersebut berangkat pada hari Jumat (24/7) pagi dengan membawa 11 orang wisatawan asing dan 2 orang awak kapal. Kapal diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Marisa sekitar pukul 11.00 WITA.
“Jadi, mereka sempat terombang-ambing di lautan berjam-jam lamanya,” kata Heriyanto, Sabtu (25/7).
Namun, hingga pukul 15.00 WITA, kapal tidak kunjung tiba di tujuan. Pemandu wisata kemudian melaporkan ketidakhadiran kapal tersebut kepada pihak berwajib. Merespons informasi tersebut, Basarnas langsung membentuk tiga tim Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan pencarian. Tim gabungan ini kemudian memulai operasi pencarian pada Sabtu (25/7) pagi, karena cuaca pada malam hari tidak memungkinkan untuk langsung turun ke lokasi.
Operasi Pencarian dan Evakuasi Penumpang
SRU 1 KN KAL Limboto bergerak dari Pelabuhan Gorontalo dengan rencana pencarian di area lebih dari 200 nautical mile persegi. SRU 2 RIB 03 Gorontalo melakukan pencarian di area 50 nautical mile persegi sekitar lintasan pelayaran. Sementara itu, SRU 3 menggunakan speed boat untuk menyisir area 50 nautical mile persegi guna mempercepat proses pencarian. Setelah melakukan pencarian intensif di sekitar Perairan Teluk Tomani, tim SAR akhirnya berhasil menemukan ke-11 wisatawan asing tersebut.
“Alhamdulillah, semua korban (WNA) ditemukan dengan selamat,” ucapnya dengan lega.
Meski berhasil mengevakuasi seluruh WNA, namun masih terdapat satu orang korban yang masih dalam pencarian. Dia adalah Ardiansyah, nakhoda kapal yang bertanggung jawab atas perjalanan tersebut. “Masih ada satu yaitu nakhodanya masih hilang. Kami akan terus melaksanakan pencarian operasi SAR sesuai dengan SOP kami selama 7 hari,” tegas Heriyanto.
Sementara itu, para WNA yang selamat saat ini telah berada di resort yang ada di Tojo Una-una. Mereka dalam kondisi baik dan telah menerima pertolongan pertama. Meski begitu, kapal yang ditumpangi para WNA tersebut pecah menjadi dua bagian karena dihantam ombak besar. “Menurut informasi yang kami dapat, kapalnya patah jadi dua dan tenggelam,” kata Heri menambahkan.
Kasus Speedboat Bawa 11 WNA Tenggelam ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat. Operasi pencarian nakhoda Ardiansyah terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Masyarakat sekitar juga diminta membantu memberikan informasi jika ada yang melihat nakhoda tersebut. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya keselamatan laut, terutama bagi wisatawan asing yang berkunjung ke kawasan wisata Sulteng.
