Mahasiswi Undana Kupang Diduga Depresi usai Batal Sidang Skripsi 12 Kali
Kabarnusantaraku.com – Kabar duka datang dari Universitas Nusa Cendana di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Mahasiswi Undana Kupang Diduga Depresi setelah mengalami serangkaian pembatalan sidang skripsi yang melanda dirinya. JST, seorang mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang sedang menempuh semester 10, dikabarkan mengalami gangguan kesehatan mental yang cukup serius. Kondisi ini semakin memburuk setelah proses sidang skripsinya berulang kali ditunda dan dibatalkan tanpa penjelasan yang jelas.
Insiden ini semakin mencuat ke permukaan setelah sebuah video yang menampilkan tangisan histeris sang mahasiswi menyebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman yang viral tersebut, JST terlihat terbaring di lantai sambil menangis tanpa henti. Beberapa orang di sekitarnya mencoba menenangkannya, namun ia terus meronta dan menangis dengan intens. Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa insiden ini bermula ketika dosen penguji, SKL, secara mendadak menghubungi JST dan meminta agar penguji diganti. Padahal, jadwal sidang saat itu sudah sangat dekat.
Reaksi Pihak Kampus terhadap Kondisi Mahasiswa
Dekan FKM Undana, Apris Adu, telah mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah mengetahui adanya video viral, fakultas segera mengadakan rapat koordinasi dan memantau kondisi JST yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang. Mahasiswi Undana Kupang Diduga Depresi ini membutuhkan penanganan medis dan psikologis yang tepat agar kondisinya segera membaik.
“Begitu dapat informasi, kami segera rapat pimpinan untuk memverifikasi fakta dan menindaklanjuti,” kata Apris, Jumat (31/7).
Menurut Apris, JST merupakan mahasiswa semester 10 yang secara akademik telah menyelesaikan seluruh kewajiban, termasuk ujian proposal. Yang tersisa hanyalah pelaksanaan sidang skripsi dan ujian hasil. Pihak kampus juga berkomitmen untuk memanggil dosen pembimbing serta dosen penguji guna mendapatkan keterangan lengkap. Proses ini penting untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dalam kasus ini.
“Dosen penguji saat ini sedang dalam masa berduka, sehingga kami jadwalkan besok baru bisa dapat keterangan lengkap,” jelasnya.
Investigasi Mendalam dan Langkah Tindak Lanjut
Wakil Rektor IV Undana, Philiphi de Rozari, menyatakan bahwa universitas tengah melakukan investigasi menyeluruh atas kejadian ini. Ia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil akhir dari proses tersebut. Mahasiswi Undana Kupang Diduga Depresi ini menjadi perhatian serius bagi seluruh civitas akademika universitas. Setiap detail kasus akan dikaji dengan cermat untuk menemukan akar permasalahan.
“Pada prinsipnya kami masih dalam proses investigasi terkait kejadian tersebut,” ujar Philiphi.
Philiphi menambahkan bahwa Undana akan mengumumkan hasil investigasi secara terbuka kepada publik. Peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kampus agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Ia menegaskan bahwa sanksi berat, termasuk pemecatan, dapat dijatuhkan kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Transparansi dalam proses ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Jadi kami sangat mengharapkan bersabar sedikit karena yang pasti kami akan memberikan informasi yang tepat dan benar terhadap kejadian ini,” jelasnya.
Apris juga berjanji akan memproses siapa pun yang terbukti bersalah, baik mahasiswa maupun dosen, dengan perlakuan yang sama. Pihak kampus telah mulai memanggil keterangan dosen pembimbing serta dosen penguji terkait untuk melengkapi proses investigasi. Kasus ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh komponen universitas dalam menangani masalah akademik dan kesehatan mental mahasiswa.
