Kapal Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura
Kabarnusantaraku.com – Sebuah insiden kebakaran yang mengguncang perairan utara Sumenep, Madura telah menimpa kapal motor penumpang KM Mutiara Sentosa 2. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Makassar ketika api secara tiba-tiba melahap sebagian badan kapal pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2024. Berdasarkan laporan resmi dari otoritas SAR, total terdapat 250 orang di dalam kapal saat kejadian berlangsung, termasuk awak kapal dan penumpang.
Status Evakuasi Masih Berjalan Intensif
Didit Arie Ristandy, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya, mengonfirmasi bahwa proses penyelamatan masih terus berlangsung dengan intensif. Hingga saat ini, jumlah penumpang yang belum berhasil dievakuasi diperkirakan mencapai 40 hingga 45 orang. Tim SAR terus melakukan pencarian dan penyelamatan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
“Yang pasti sekarang sedang proses evakuasi dan terakhir kami dapat informasi kurang lebih tinggal 40 sampai 45 penumpang yang belum terevakuasi,” kata Didit saat wawancara di LIVE AMPM kumparan, Minggu (2/8).
Kendala dan Koordinasi Kapal Pendukung
Menurut Didit, tantangan utama yang dihadapi tim SAR adalah memastikan kapal-kapal terdekat di lokasi kejadian. Mereka membutuhkan waktu untuk memberikan broadcast informasi mengenai kapal yang terbakar. Pada awalnya, kendala utama adalah identifikasi kapal apa saja yang berada di sekitar area insiden KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar.
Namun, setelah selang waktu tertentu, konfirmasi telah diterima bahwa dua kapal berhasil mendekat, yaitu TB Hasnur 26 dan Meratus Project 3. Selain itu, empat kapal lain juga dilaporkan tiba di lokasi, meskipun nama-nama kapal tersebut belum dapat dipastikan secara jelas. Koordinasi antar kapal menjadi kunci dalam operasi penyelamatan.
“Namun, selang waktu, kami sudah mendapatkan konfirmasi bahwa ada dua kapal yang berhasil mendekat yaitu TB Hasnur 26 sama Meratus Project 3. Dan disusul oleh kapal-kapal lain ini yang barusan juga kami terima ada empat kapal namun kami belum belum bisa memastikan empat kapal tersebut dengan nama kapal jelas begitu, kami belum bisa memastikan,” katanya.
Laporan Awal dari PT Atosim Lampung Pelayaran
Sebelumnya, Nanang Sigit, Kepala Kantor SAR Surabaya, menjelaskan bahwa informasi awal berasal dari PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Perusahaan tersebut menghubungi petugas siaga untuk melaporkan bahwa Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 dengan rute Surabaya-Makassar membawa sekitar 250 orang, termasuk awak kapal. Laporan ini menjadi dasar bagi tim SAR untuk segera mengerahkan sumber daya.
“PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) menelepon petugas siaga Kantor SAR Surabaya untuk menginformasikan bahwa Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makasar dengan POB (awak kapal) sekitar 250 orang,” kata Nanang kepada kumparan, Minggu (2/8).
Detail Perjalanan dan Kondisi Kapal
KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar saat sedang berlayar di perairan utara Madura dengan membawa muatan penumpang yang cukup padat. Kapal ini merupakan salah satu kapal penumpang yang sering beroperasi di rute Surabaya-Makassar. Perjalanan biasanya memakan waktu beberapa hari tergantung kondisi cuaca dan laut. Saat kejadian, kapal sedang dalam perjalanan normal ketika api muncul dan menyebar dengan cepat.
Kondisi cuaca pada hari kejadian diperkirakan cukup mendukung untuk operasi penyelamatan. Namun, tim SAR tetap harus bekerja keras untuk memastikan semua penumpang selamat. Proses evakuasi melibatkan berbagai kapal pendukung yang berada di sekitar lokasi kejadian. Setiap kapal yang mendekat memberikan bantuan berupa tenaga dan peralatan untuk membantu penyelamatan.
Insiden KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar ini menjadi perhatian publik karena jumlah penumpang yang cukup besar. Tim SAR terus memberikan update mengenai perkembangan evakuasi. Para keluarga penumpang yang menunggu kabar dari kerabat mereka juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kejadian ini. Operasi penyelamatan diperkirakan akan berlanjut hingga semua penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat.
