Skip to content
Yellow Desk
Agustus 5, 2026
Kumparanbisnis

Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham Kereta Cepat Whoosh

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kementerian Keuangan resmi mengambil langkah strategis dengan Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau yang lebih

Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham Kereta Cepat Whoosh

Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham Whoosh: Strategi Baru Pengelolaan Kereta Cepat

Kabarnusantaraku.com – Kementerian Keuangan resmi mengambil langkah strategis dengan Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau yang lebih dikenal sebagai Whoosh. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Selama ini, porsi kepemilikan sebesar 60 persen tersebut dipegang oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa proses pengalihan kepemilikan saham ini ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026. Keputusan ini diambil setelah proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diserahkan dari Danantara ke Kemenkeu sebagai bagian dari restrukturisasi pengelolaan aset strategis nasional.

“Pembahasan yang pertama adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ini kan diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kan kita percepat, mungkin pertengahan bulan September sudah akan clear ya,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

Struktur Kepemilikan Saham KCIC Setelah Pengalihan

Dengan adanya pengalihan ini, Kemenkeu akan mengambil alih seluruh porsi 60 persen saham milik PSBI di KCIC. Sementara itu, 40 persen saham KCIC sisanya tetap dipegang oleh konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Purbaya menambahkan bahwa pihak China tetap berminat melanjutkan kerja sama, bahkan Kemenkeu membuka peluang perluasan rute proyek kereta cepat hingga ke Jawa Timur.

Penjelasan ini disampaikan Purbaya usai menggelar rapat bersama Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (5/8). Rapat tersebut membahas berbagai aspek pengelolaan aset strategis yang kini berada di bawah naungan Kemenkeu.

“Kan punya dia dikasih semuanya, 60 persen kasih ke kita (Kemenkeu), 40 persen ada yang lain, masih ada Tiongkok di situ kan,” imbuhnya.

Pengelolaan Melalui Unit Special Mission Vehicle

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa kepemilikan 60 persen saham KCIC tersebut tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau konsorsium PSBI, yang terdiri dari KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII).

“Di saya, bukan (di bawah KAI),” tegas Purbaya.

Aset tersebut nantinya akan dikelola melalui unit Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu sehingga tidak menjadi beban langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya menjelaskan bahwa pengelolaan akan dilakukan oleh salah satu tangan BUMN SMV Fiskal yang dimiliki Kemenkeu. Dengan skema tersebut, pembiayaan operasional maupun kewajiban KCIC ke depan bakal ditutup dari deviden atau keuntungan usaha SMV Kemenkeu.

“Dialihkan ke Menkeu, diolah oleh saya semuanya. Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan BUMN SMV Fiskal kita untuk mengolah itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMV, ada ini, ada lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN,” jelas Purbaya.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Pengalihan Saham Whoosh

Apa dampak pengalihan saham Whoosh terhadap APBN? Pengalihan ini memastikan bahwa pengelolaan aset KCIC tidak menjadi beban langsung APBN karena akan dikelola melalui unit SMV Fiskal yang memiliki sumber pendapatan sendiri dari deviden dan keuntungan usaha.

Berapa lama proses pengalihan saham akan selesai? Proses pengalihan 60 persen saham KCIC dari PSBI ke Kemenkeu ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026, sesuai dengan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Apakah ada rencana perluasan rute kereta cepat Whoosh? Ya, Kemenkeu membuka peluang perluasan rute proyek kereta cepat Whoosh hingga ke Jawa Timur sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur transportasi nasional.

Siapa saja yang akan mengelola saham KCIC melalui SMV? Purbaya menyebutkan bahwa jumlah entitas SMV yang akan ditunjuk sebagai pengelola saham KCIC kemungkinan lebih dari satu lembaga, kendati keputusan finalnya masih dalam tahap finalisasi.

Bagaimana posisi kepemilikan China dalam KCIC? Konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd., tetap memegang 40 persen saham KCIC dan menunjukkan minat untuk melanjutkan kerja sama dalam pengembangan proyek kereta cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *