Skip to content
Yellow Desk
Agustus 5, 2026
Kumparanbisnis

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.351, Rupiah di Level Rp 17.933 per Dolar AS

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Pasar modal Indonesia menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada perdagangan hari ini. IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.351,14 setelah mencatatkan kenaikan

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.351, Rupiah di Level Rp 17.933 per Dolar AS

Analisis Pasar: IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.351 di Tengah Sentimen Positif

Kabarnusantaraku.com – Pasar modal Indonesia menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada perdagangan hari ini. IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.351,14 setelah mencatatkan kenaikan sebesar 31,53 poin atau setara dengan 0,50% dari penutupan sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik serta sentimen positif dari pergerakan bursa regional Asia.

Di sisi mata uang, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan yang signifikan. Rupiah ditutup pada level Rp17.933 per dolar Amerika Serikat, naik 12,6 poin atau 0,07% dari harga pembukaan di Rp17.945,6. Penguatan rupiah ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Detail Pergerakan Indeks dan Volume Transaksi

Selain IHSG yang menguat, indeks LQ45 justru mengalami koreksi ringan sebesar 0,19% ke level 633,99. Total nilai transaksi pada sesi sore ini mencapai Rp14,69 triliun dengan volume saham yang beredar sebanyak 39,74 miliar lembar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,32 juta kali, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup dinamis.

“Penguatan IHSG hari ini menunjukkan bahwa investor masih optimis terhadap prospek ekonomi Indonesia. Kombinasi antara sentimen positif regional dan aliran dana asing menjadi pendorong utama pergerakan pasar.”

Performa Saham Blue Chip dan Small Cap

Beberapa saham mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan pada hari ini. SLIS (Gaya Abadi Sempurna) memimpin dengan kenaikan 16 poin atau 25,40% ke level 79. CBPE (Citra Buana Prasida) dan TRUK (Guna Timur Raya) masing-masing naik 88 poin dan 135 poin, keduanya menguat 25,00% ke level 440 dan 675. TALF (Tunas Alfin) juga menguat 240 poin atau 24,87% ke level 1.205, sementara VKTR (VKTR Teknologi Mobilitas) naik 150 poin atau 20,27% ke level 890.

Dari sisi penurunan, beberapa saham besar juga mengalami koreksi. BACH (Bach Multi Global) tercatat turun 125 poin atau 14,45% ke level 740. MORA (Ekamas Mora Republik) mengalami penurunan 700 poin atau 11,29% ke level 5.500. ENZO (Morenzo Abadi Perkasa) turun 10 poin atau 11,24% ke level 79, PRDL (Prodia Diagnostic Line) turun 34 poin atau 10,30% ke level 296, dan MBTO (Martina Berto) turun 15 poin atau 10,14% ke level 133.

Dalam hal nilai transaksi, saham-saham dengan nilai tertinggi adalah BUMI (Bumi Resources) senilai Rp796,66 miliar, BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp640,65 miliar, ANTM (Aneka Tambang) senilai Rp565,27 miliar, BMRI (Bank Mandiri (Persero)) senilai Rp515,50 miliar, dan TPIA (Chandra Asri Pacific) senilai Rp503,97 miliar.

Sedangkan untuk volume saham yang ditransaksikan, BUMI (Bumi Resources) memimpin dengan 45,47 juta lembar, diikuti BNBR (Bakrie & Brothers) sebanyak 45,36 juta lembar, KOTA (DMS Propertindo) sebanyak 23,82 juta lembar, dan IATA (Karya Pacific Energy) sebanyak 11,68 juta lembar.

Pergerakan Bursa Asia dan Dampaknya terhadap IHSG

Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, pergerakan bursa saham di kawasan Asia pada sore ini menunjukkan variasi yang cukup beragam. Indeks Nikkei 225 di Jepang mencatatkan kenaikan 3,51% ke level 66.258, sementara Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,24% ke level 25.915,82.

Indeks SSE Composite di China juga menguat 1,47% ke level 3.878,43. Namun, Indeks Straits Times di Singapura justru mengalami penurunan 0,70% ke level 5.572,93. Pergerakan yang beragam ini memberikan dampak positif terhadap IHSG yang berhasil menutup dalam zona hijau.

Faktor Pendukung Penguatan Pasar Modal Indonesia

Beberapa faktor yang mendukung penguatan IHSG hari ini antara lain adalah aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik, sentimen positif dari kebijakan bank sentral, serta kinerja perusahaan-perusahaan yang masuk dalam indeks LQ45. Selain itu, penguatan rupiah terhadap dolar AS juga menjadi pendorong kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan pasar secara berkala, terutama terkait dengan pergerakan nilai tukar rupiah dan aliran dana asing. IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.351 hari ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki potensi untuk terus berkembang di tengah tantangan global.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang IHSG Hari Ini

Apa yang menyebabkan IHSG menguat hari ini? IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.351 didorong oleh aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik serta sentimen positif dari pergerakan bursa regional Asia.

Berapa level penutupan rupiah hari ini? Rupiah ditutup pada level Rp17.933 per dolar Amerika Serikat, naik 12,6 poin atau 0,07% dari harga pembukaan.

Sahap apa yang memimpin kenaikan hari ini? SLIS (Gaya Abadi Sempurna) memimpin dengan kenaikan 16 poin atau 25,40% ke level 79.

Berapa total nilai transaksi pada sesi hari ini? Total nilai transaksi pada sesi sore ini mencapai Rp14,69 triliun dengan volume saham yang beredar sebanyak 39,74 miliar lembar.

Apakah ada saham yang mengalami penurunan signifikan? Ya, beberapa saham seperti BACH turun 14,45%, MORA turun 11,29%, dan ENZO turun 11,24% dari harga sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *