Skip to content
Yellow Desk
Agustus 6, 2026
Kumparannews

Sudaryono: Jika Ada Unsur Sabotase Keracunan MBG, Kami Serahkan ke Polisi

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap kasus keracunan

Sudaryono: Jika Ada Unsur Sabotase Keracunan MBG, Kami Serahkan ke Polisi

Sudaryono: Kasus Keracunan MBG Bisa Diserahkan ke Polisi Jika Ada Sabotase

Kebijakan Zero Tolerance Terhadap Keracunan

Kabarnusantaraku.com – Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap kasus keracunan. Hal ini mengingat keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.

“Keracunan ini menjadi suatu hal yang fatal. Jadi saya treatment-nya adalah ini nyawa seseorang, ini kesehatan seseorang, ini adalah keamanan seseorang, keamanan seorang anak yang adalah anggota keluarga dari sebuah keluarga yang harus kita jamin kesehatan dan nyawanya. Jadi zero tolerance sama keracunan,” paparnya.

Menurut Sudaryono, pendekatan ketat ini diperlukan karena menyangkut langsung kesehatan dan keselamatan anak-anak serta keluarga penerima manfaat program gizi nasional.

Proses Investigasi dan Tindakan Operasional

Setiap kejadian keracunan dalam program MBG akan ditangani melalui serangkaian langkah sistematis. Pertama, operasional dapur akan dihentikan sementara. Kedua, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dicopot dari jabatannya. Ketiga, dilakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan akar permasalahan.

“Terkait sanksi tentu saja gini, setiap kejadian itu satu, dapurnya di-suspend. Kemudian makanannya dicek, di lab oleh dinas kesehatan di bawah pengawasan dari Kementerian Kesehatan. Kemudian SPPG-nya dicopot, dan kemudian kita investigasi sebetulnya keracunannya karena apa,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (5/8).

Proses evaluasi ini mencakup pemeriksaan sampel makanan di laboratorium yang diawasi oleh dinas kesehatan setempat dengan koordinasi Kementerian Kesehatan.

Penyebab Keracunan Berdasarkan Evaluasi

Berdasarkan hasil evaluasi sementara, BGN mengidentifikasi beberapa faktor yang memicu kasus keracunan. Salah satunya adalah ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam proses memasak dan penyimpanan makanan.

Di Papua, ditemukan bahwa proses memasak dilakukan terlalu dini. Makanan dimasak pada pukul 7 atau setengah 8 pagi hari sebelumnya, namun baru akan digunakan keesokan harinya sekitar pukul 11 siang. Situasi serupa juga terjadi di Semarang, di mana memasak dilakukan pada pukul 9 malam untuk distribusi hari berikutnya.

Selain itu, terdapat satu kasus unik di mana makanan MBG dibawa pulang oleh penerima manfaat dan dikonsumsi bersama anggota keluarga. Meskipun dapur telah menjalankan prosedur dengan benar dan makanan diberikan kepada siswa pada waktu yang sesuai, pembungkusan dan pengantaran ke rumah menyebabkan beberapa anggota keluarga juga mengalami keracunan.

Kemungkinan Penyerahan Kasus ke Kepolisian

Sudaryono membuka kemungkinan bahwa kasus keracunan dengan unsur kesengajaan atau sabotase akan diserahkan kepada aparat penegak hukum. BGN tidak akan menutupi atau membela pihak yang bersalah jika ditemukan unsur pidana.

“Nah ini kita lagi cari. Kalau memang ada unsur-unsur lain, misalnya ada unsur kesengajaan, sabotase, dan lain-lain, kami tidak segan-segan untuk kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian. Memang kalau ada ya kita serahkan. Bukan kemudian kita tutupi atau kemudian kita bela-bela. Orang salah kenapa dibela. Cuma kan kita mesti juga ada asas praduga tak bersalah,” jelas Sudaryono.

Temuan-temuan dari investigasi ini juga menjadi bahan evaluasi BGN untuk memperkuat edukasi kepada para penerima manfaat mengenai tata cara konsumsi makanan yang benar dalam program MBG.

Frequently Asked Questions

What is Sudaryono?

Sudaryono is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sudaryono matter?

Sudaryono matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *