BTN Raih Prestasi Penyaluran Rumah Subsidi Tertinggi di Tengah Ekosistem Perumahan yang Semakin Kuat
Kabarnusantaraku.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang berlangsung di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi khusus kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atas kepemimpinan dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah subsidi nasional.
“Kemudian Dirut BTN, Pak Nixon untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan Pak Presiden untuk rumah subsidi BTN adalah yang paling tinggi (penyaluran pembiayaannya). Terima kasih Pak Nixon,” jelas Maruar.
BTN menjadi bank dengan jumlah peserta terbesar dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad secara langsung maupun daring dari berbagai wilayah Indonesia.
Realisasi Konsolidasi Mencapai 84.048 Unit
Secara konsolidasi, BTN telah menyalurkan 84.048 unit rumah subsidi hingga akhir Juli 2026. Pencapaian ini menempatkan BTN di posisi teratas dibandingkan bank-bank Himbara lainnya. Secara rinci, rumah subsidi yang telah disalurkan BTN sebanyak 55.766 unit, tertinggi di antara bank-bank Himbara. Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat penyaluran 28.282 unit.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh ekosistem perumahan yang semakin kuat, termasuk dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang.
“Apresiasi dari Menteri PKP menjadi penyemangat bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional. Bersama Danantara Indonesia, kami terus memperkuat kolaborasi ekosistem agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas,” ujar Nixon dalam keterangannya, Rabu (5/8).
Penguatan Sisi Pasokan dan Layanan Digital
Menurut Nixon, kepemimpinan BTN dalam pembiayaan rumah rakyat tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran KPR kepada masyarakat, tetapi juga melalui penguatan sisi pasokan. Hingga 29 Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) BTN telah mencapai sekitar Rp 4,39 triliun untuk mendukung pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku usaha lain dalam rantai pasok perumahan.
BTN juga terus memperkuat layanan digital melalui balé Properti, sehingga masyarakat dapat mencari rumah, melakukan simulasi cicilan, hingga mengajukan KPR secara lebih mudah dalam satu ekosistem.
“Kami ingin perjalanan masyarakat menuju rumah pertama semakin sederhana, mulai dari menemukan hunian yang sesuai hingga memperoleh pembiayaan. Karena itu, BTN terus memperkuat pembiayaan, mempercepat layanan, dan memperluas kolaborasi agar Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas,” kata Nixon.
Sebelumnya, pemerintah melakukan akad massal KPR Sejahtera FLPP tahun ini. BP Tapera mencatat kegiatan tersebut melibatkan 62.710 debitur di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, sekaligus mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi pemerintah dan industri perbankan dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BTN Salurkan 84 Ribu Unit Rumah?
BTN Salurkan 84 Ribu Unit Rumah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BTN Salurkan 84 Ribu Unit Rumah matter?
BTN Salurkan 84 Ribu Unit Rumah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
