Skip to content
Yellow Desk
Agustus 6, 2026
Kumparanbisnis

Penerima MBG Berkurang Sekitar 6 Juta Akibat Eliminasi Data Ganda

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami penyesuaian signifikan setelah pemerintah melakukan proses eliminasi data ganda. Berdasarkan data terbaru

Penerima MBG Berkurang Sekitar 6 Juta Akibat Eliminasi Data Ganda

Penerima MBG Berkurang Sekitar 6 Juta Setelah Eliminasi Data Ganda

Kabarnusantaraku.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami penyesuaian signifikan setelah pemerintah melakukan proses eliminasi data ganda. Berdasarkan data terbaru, Penerima MBG Berkurang Sekitar 6 Juta akibat duplikasi catatan yang ditemukan selama proses validasi. Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan hasil dari koordinasi intensif antar kementerian. Duplikasi sering terjadi ketika seorang anak tercatat di lebih dari satu lembaga pendidikan sekaligus.

Sebagai contoh, seorang siswa madrasah tsanawiyyah (MTs) bisa saja juga terdaftar sebagai santri di pondok pesantren. Namun, dalam sistem yang berbeda, siswa tersebut tetap masuk dalam data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kondisi ini menyebabkan perhitungan penerima manfaat menjadi tidak akurat dan memerlukan proses penyisiran menyeluruh.

Proses Koordinasi Lintas Kementerian

Proses penyisiran data ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Mendagri Tito Karnavian, serta Mensesneg Prasetyo Hadi. Melalui pertemuan ini, pemerintah memastikan bahwa sistem basis data dari berbagai kementerian telah disinkronkan dengan baik.

“Makanya rapat hari ini memastikan semua sistem data dari banyak kementerian, baik di Kemendikdasmen, Kementerian Kependudukan dan BKKBN, Kementerian Kesehatan, maupun BGN, datanya saling terhubung (ngobrol), sehingga kita betul-betul menemukan dan tidak ada identitas ganda,” tutur Sudaryono.

Detail Penyesuaian Data Penerima Manfaat

Berdasarkan paparan resmi dalam rapat, hasil validasi menunjukkan pengurangan sekitar 4,8 juta siswa serta 845 ribu guru dan tenaga kependidikan. Total akumulasi penyesuaian mencapai 5,6 juta penerima manfaat. Setelah proses pembersihan data ganda, jumlah penerima manfaat MBG yang valid kini tercatat sebanyak 42,8 juta siswa dan 3,35 juta guru serta tenaga kependidikan. Proses integrasi dan validasi data ini dikelola oleh Pusdatin BGN, Kemendikdasmen, dan Kementerian Agama.

Sebelumnya, BGN telah memastikan bahwa volume penerima manfaat beserta alokasi anggaran MBG akan mengalami penyesuaian setelah proses refocusing dan penyisiran data selesai. Agustinus Arumsari, yang merupakan Wakil Ketua BGN sekaligus Juru Bicara, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan waktu satu bulan kepada lembaganya. Selama periode tersebut, BGN bertugas mempertajam tata kelola dan menyisir ulang data penerima manfaat secara komprehensif.

“Misalnya ada anak didata di MTs, tapi dia juga santri pondok pesantren atau sekolah menengah pertama (SMP) di dalam pondok, dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa. Kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren,” jelas Sudaryono usai mengikuti rapat koordinasi di Jakarta, Kamis (6/8).

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Eliminasi Data MBG

Apa penyebab utama duplikasi data dalam program MBG? Duplikasi data terjadi ketika seorang anak tercatat di lebih dari satu lembaga pendidikan, seperti siswa MTs yang juga terdaftar sebagai santri pondok pesantren.

Berapa total penerima manfaat MBG setelah eliminasi data? Setelah proses pembersihan, total penerima manfaat MBG tercatat sebanyak 42,8 juta siswa dan 3,35 juta guru serta tenaga kependidikan.

Kapan proses eliminasi data ini dimulai? Proses eliminasi data dimulai setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu satu bulan kepada BGN untuk menyisir ulang data secara komprehensif.

Siapa saja yang terlibat dalam koordinasi data MBG? Koordinasi melibatkan BGN, Kemendikdasmen, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan berbagai kementerian terkait lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *