Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparannews

BNPB Ungkap Titik Hotspot dan Kendala Pemadaman Karhutla di Kalimantan-Sumatera

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan pembaruan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda beberapa daerah di

BNPB Ungkap Titik Hotspot dan Kendala Pemadaman Karhutla di Kalimantan-Sumatera

BNPB Laporkan Ribuan Titik Api di Enam Provinsi Kalimantan dan Sumatra

Kabarnusantaraku.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan pembaruan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda beberapa daerah di Indonesia. Operasi pemadaman dijalankan secara simultan oleh satgas darat maupun udara di enam provinsi yang ditetapkan sebagai prioritas, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Berton SP Panjaitan, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menegaskan komitmen pemerintah dalam menekan laju kebakaran di wilayah-wilayah tersebut.

“Pemerintah terus mengoptimalkan operasi darat dan udara di 6 provinsi prioritas adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan,” kata Berton dalam rilis pers BNPB di kanal YouTube-nya, Minggu (23/8).

Kendala Utama di Lapangan

Beberapa faktor lapangan menghambat upaya pemadaman di berbagai titik. Jarak antara titik api dan sumber air yang semakin jauh, menyusutnya debit air di sungai maupun danau, serta tiupan angin kencang yang mempercepat sebaran api menjadi persoalan berulang. Di sejumlah lokasi, kebakaran juga terjadi di atas lahan gambut sehingga api jauh lebih sulit dikendalikan.

Kalimantan Selatan: 9.800 Personel Dikerahkan

Di Kalimantan Selatan, total luas lahan yang terbakar telah mencapai 8.620 hektare. Untuk meredam api, BNPB mengerahkan 9.800 personel Satgas Darat.

“Untuk Kalimantan Selatan, operasi Satgas Darat dengan mengerahkan 9.800 personel,” ujar Berton.

“Luas lahan terbakar sebanyak 8.620 hektare,” sambungnya.

Angin kencang memperparah situasi karena mempercepat penyebaran api ke area sekitar. Keterbatasan sumber air yang bisa dijangkau turut memperberat tugas petugas di lapangan.

“Kendala yang lain adalah angin kencang sehingga membuat api cepat meluas dan sumber air terbatas,” katanya.

Permasalahan tambahan muncul karena mayoritas titik kebakaran berada di kawasan gambut, yang membuat proses pemadaman jauh lebih sulit dibanding lahan kering biasa.

“Sebagian besar titik Karhutla berada di lahan gambut sehingga sulit untuk dipadamkan,” ujar Berton.

Kalimantan Tengah: 2.479 Hotspot dan 7.634 Hektare Terbakar

Hingga pukul 16.00 WIB, pemantauan satelit mencatat 2.479 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium hingga tinggi di Kalimantan Tengah. Luas lahan yang telah terbakar di provinsi ini mencapai 7.634 hektare, sementara jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut masih tercatat di atas 9 kilometer.

“Kita ke Kalimantan Tengah, di mana situasi umum berdasarkan pantauan satelit sampai dengan pukul 16.00 WIB sebagai berikut: terdapat 2.479 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium hingga tinggi,” kata Berton.

“Luas lahan terbakar sebesar 7.634 hektare dengan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut di atas 9 km,” ujarnya.

Salah satu hambatan terbesar di wilayah ini adalah posisi titik api yang berada jauh dari sumber air. Kondisi diperparah oleh mulai mengeringnya beberapa sumber air yang sebelumnya digunakan untuk operasi pemadaman.

“Titik api jauh dari sumber air. Dapat kami sampaikan bahwa beberapa titik api jauh dari sumber air, dan sumber air yang digunakan untuk pemadaman mulai kering,” kata Berton.

Kalimantan Barat: 2.774 Hotspot Terdeteksi

Berdasarkan data satelit, Kalimantan Barat mencatat total 2.774 hotspot yang tersebar dalam tiga kategori kepercayaan: 273 dengan kepercayaan tinggi, 2.420 dengan kepercayaan menengah, dan 81 dengan kepercayaan rendah.

“Terdapat 273 hotspot dengan kepercayaan tinggi dan 2.420 kepercayaan menengah dan 81 hotspot kepercayaan rendah,” ujarnya.

BNPB mengingatkan bahwa angka dari citra satelit belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan dan masih memerlukan verifikasi melalui patroli udara serta peninjauan langsung.

“Hasil citra satelit terjadi kenaikan jumlah hotspot dengan kepercayaan tingkat tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Namun data hotspot perlu dikonfirmasi dari hasil peninjauan lapangan dan pemantauan patroli udara,” kata Berton.

Sumatera Selatan: Akses Jalan Jadi Hambatan

Di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar tercatat 1.926 hektare. Operasi darat di provinsi ini menghadapi kendala serius berupa tidak adanya akses jalan menuju titik api, medan yang sulit ditempuh, surutnya sumber air, serta angin yang semakin kencang di sekitar lokasi kebakaran.

“Beda halnya di Sumatera Selatan, dapat kami sampaikan lokasi kebakaran di Provinsi Sumatera Selatan dengan luas 1.926 hektare,” kata Berton.

“Kendala di lapangan untuk operasi darat: tidak ada akses jalan menuju titik api sehingga medan sulit ditempuh, sumber-sumber air mulai surut, dan angin semakin kencang dari titik api,” ujarnya.

Untuk operasi udara, proses water bombing juga terhambat karena sumber air yang bisa diambil semakin jauh dari titik api dan debitnya mulai surut, sementara angin kencang di sekitar lokasi membuat manuver pesawat menjadi lebih sulit.

Prakiraan Cuaca BMKG

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan ringan berpotensi turun di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada periode 23–29 Agustus 2026. Meskipun demikian, potensi kabut lahan tetap perlu diwaspadai sepanjang periode tersebut.

“BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas hujan ringan di sebagian Kalimantan Barat pada tanggal 23 sampai 29 Agustus 2026, namun potensi kemudahan terjadinya kabut lah masih perlu diwaspadai pada periode 23 sampai 29 Agustus 2026,” tuturnya.

Frequently Asked Questions

What is BNPB Ungkap Titik Hotspot dan Kendala?

BNPB Ungkap Titik Hotspot dan Kendala is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BNPB Ungkap Titik Hotspot dan Kendala matter?

BNPB Ungkap Titik Hotspot dan Kendala matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *