Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparannews

Dasco soal Presiden Mau Bentuk Peradilan Ad Hoc Khusus BUMN: DPR Akan Kaji

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa lembaga legislatif akan melakukan kajian komprehensif terhadap rekomendasi Presiden Prabowo Subianto

Dasco soal Presiden Mau Bentuk Peradilan Ad Hoc Khusus BUMN: DPR Akan Kaji

DPR Tinjau Usulan Pengadilan Ad Hoc BUMN dari Presiden Prabowo

Kabarnusantaraku.com – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa lembaga legislatif akan melakukan kajian komprehensif terhadap rekomendasi Presiden Prabowo Subianto. Rekomendasi tersebut berkaitan dengan pembentukan pengadilan khusus ad hoc yang ditujukan untuk perusahaan milik negara atau BUMN. Langkah strategis ini diambil setelah Presiden menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada hari Jumat, 14 Agustus 2025.

Alasan Pembentukan Pengadilan Khusus BUMN

Menurut Dasco, ide pembentukan pengadilan ad hoc ini muncul karena Presiden Prabowo merasa sangat concern dengan kondisi banyak BUMN yang mengalami kerugian. Penyebab utamanya adalah tata kelola yang dinilai belum optimal selama ini. Dalam pernyataannya, Dasco menjelaskan bahwa Presiden memiliki kekhawatiran serius terhadap kinerja perusahaan-perusahaan milik negara.

Ya, itu kan tadi ada usulan karena Pak Presiden terlalu bersemangat menyampaikan bahwa memang ke belakang itu BUMN-BUMN kita banyak yang rugi karena tata kelola yang tidak baik.

Dasco menambahkan bahwa DPR perlu menelaah lebih jauh mengenai usulan tersebut. Kajian ini mencakup aspek regulasi yang diperlukan jika pemerintah dan DPR mencapai kesepakatan untuk membentuk pengadilan ad hoc. Ia menegaskan bahwa proses kajian akan melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan efektivitas lembaga baru ini.

Nah, tentunya kami akan kaji dulu mengenai hal itu, dan juga kalau adapun aturan, kan itu adalah pemerintah dan DPR. Begitu.

Rekomendasi Prabowo untuk Investigasi 30 Tahun

Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan yang sama, Prabowo mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc khusus. Tujuannya adalah untuk mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh jajaran direksi BUMN selama kurun waktu tiga dekade terakhir. Presiden mengungkapkan bahwa sejak Danantara dibentuk, tercatat sebanyak 1.074 perusahaan BUMN. Jumlah ini cukup mengejutkan karena sebelumnya ia memperkirakan hanya ada sekitar 300 hingga 400 perusahaan BUMN.

Prabowo juga menyoroti bahwa beberapa BUMN terkadang beroperasi tanpa kendali yang tepat. Ia merasa perusahaan-perusahaan tersebut tidak selalu bertanggung jawab kepada bangsa, negara, maupun pemerintah. Untuk mengatasi masalah ini, Presiden menginginkan adanya lembaga pengadilan khusus yang dapat menyelidiki para pengurus dan direksi selama 30 tahun terakhir.

Proses Kajian DPR dan Langkah Selanjutnya

Dasco soal Presiden Mau Bentuk pengadilan ad hoc ini menunjukkan komitmen DPR untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Proses kajian akan melibatkan komisi-komisi terkait di DPR untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan. Kajian ini juga akan mempertimbangkan aspek hukum dan konstitusional yang relevan dengan pembentukan lembaga peradilan baru.

DPR diharapkan dapat menyelesaikan kajian dalam waktu yang wajar agar usulan Presiden dapat segera diimplementasikan. Jika kajian menunjukkan hasil positif, maka DPR akan membahas pembentukan undang-undang atau peraturan yang mengatur mekanisme kerja pengadilan ad hoc BUMN. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan milik negara.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pengadilan Ad Hoc BUMN

Apa itu pengadilan ad hoc BUMN? Pengadilan ad hoc BUMN adalah lembaga peradilan khusus yang dibentuk untuk menangani kasus-kasus pelanggaran yang terjadi di perusahaan milik negara selama periode tertentu.

Mengapa Presiden Prabowo mengusulkan pengadilan ini? Presiden Prabowo mengusulkan pengadilan ini karena banyak BUMN yang merugi akibat tata kelola yang belum optimal dan adanya dugaan pelanggaran oleh direksi selama 30 tahun terakhir.

Berapa jumlah BUMN yang akan menjadi fokus pengadilan? Sejak Danantara dibentuk, tercatat sebanyak 1.074 perusahaan BUMN yang akan menjadi fokus pengawasan dan investigasi melalui pengadilan ad hoc ini.

Kapan DPR akan menyelesaikan kajian tentang usulan ini? DPR sedang dalam proses kajian dan diharapkan dapat menyelesaikan evaluasi dalam waktu yang wajar untuk segera mengimplementasikan usulan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *