Gaza Diguncang Dua Serangan Udara di Tengah Gencatan Senjata: Bocah Empat Tahun Jadi Korban Jiwa
Kabarnusantaraku.com – Jalur Gaza kembali diguncang kekerasan pada Minggu (23/8) ketika dua serangan udara Israel menewaskan minimal dua orang dan melukai tujuh lainnya. Salah satu korban yang gugur adalah Mohammad Abdel-Salam Taha, anak laki-laki berusia empat tahun, yang menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.
Detail Dua Serangan di Gaza Tengah
Titik pertama yang dibom adalah sebuah bangunan di kawasan Zawayda, bagian tengah Jalur Gaza. Menurut keterangan warga setempat, militer Israel sempat meminta penghuni gedung untuk mengosongkan lokasi sesaat sebelum rudal menghantam struktur tersebut. Bangunan itu luluh lantak, menyisakan gundukan beton dan kerangka baja yang terbelah.
Petugas medis melaporkan minimal enam orang mengalami luka akibat puing-puing dan serpihan logam yang terpental hingga puluhan meter dari titik ledakan. Serangan kedua menargetkan Kamp Pengungsi Nuseirat, yang berjarak tidak jauh dari lokasi pertama. Pihak kesehatan setempat mengonfirmasi adanya korban jiwa, namun belum merinci jumlah maupun identitas mereka. Militer Israel menyatakan masih menyelidiki kedua insiden tersebut.
“Tidak ada gencatan senjata, tidak ada apa-apa,” ujar Abu Ahmed, warga Palestina yang mengungsi dan berlindung di sekitar lokasi serangan, sebagaimana dikutip Reuters. “Kami menginginkan solusi, kami ingin hidup damai.”
Latar Gencatan Senjata dan Ketegangan Politik
Serangan terbaru ini terjadi di tengah gencatan senjata yang ditopang Amerika Serikat dan telah menghentikan pertempuran berskala besar di Gaza sejak Oktober 2025. Meski demikian, operasi militer Israel tetap berjalan dengan dalih mencegah serangan dari Hamas serta kelompok bersenjata lain.
Malam sebelumnya, Sabtu (22/8), militer Israel mengklaim telah menewaskan Sharif Al-Hasnat, anggota senior Hamas, di Deir Al-Balah. Israel menyebut Al-Hasnat berperan dalam upaya memulihkan apa yang mereka sebut “infrastruktur bawah tanah” Hamas.
Hamas menuduh Israel melanggar gencatan senjata sekaligus menghambat pelaksanaan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza. Rencana itu mencakup penarikan pasukan Israel serta pelucutan senjata Hamas.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa pemerintah telah melakukan penilaian situasi pada hari Minggu. Israel kemudian mengeluarkan peringatan kepada Hamas bahwa serangan di Gaza akan diperluas dan meminta warga sipil mengosongkan sejumlah wilayah apabila peluncuran drone, balon, dan layang-layang dari Gaza ke wilayah Israel tidak dihentikan.
Pejabat senior Hamas, Basem Naim, menepis peringatan tersebut melalui platform X. Ia menulis bahwa anak-anak menerbangkan layang-layang “demi mencari masa kecil mereka yang polos di tengah reruntuhan.”
Angka-angka Sejak Gencatan Senjata
Pejabat kesehatan Gaza mencatat lebih dari 1.280 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025. Dalam rentang waktu yang sama, militer Israel melaporkan empat tentaranya gugur.
Kekerasan di Tepi Barat
Ketegangan tidak terbatas pada Gaza. Di Tepi Barat yang diduduki Israel, seorang pria Israel mengalami luka setelah ditikam oleh seseorang yang diduga warga Palestina, menurut kepolisian dan militer Israel. Rekaman kamera keamanan yang dirilis militer memperlihatkan seorang pria berdiri di dekat kendaraan di pinggir jalan utama dekat Jericho. Seorang pria lain kemudian mendekat, menusuknya, lalu melarikan diri dengan berjalan kaki. Pasukan Israel masih memburu pelaku.
Di lokasi terpisah, Islam Ajjouri, remaja Palestina berusia 14 tahun, tewas ditembak pasukan Israel dalam operasi di Kamp Pengungsi Askar, dekat Nablus, menurut pejabat kesehatan Palestina. Militer Israel menyebut insiden itu masih dalam penyelidikan.
Tepi Barat dihuni sekitar tiga juta warga Palestina dan sekitar 500 ribu pemukim Israel. Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah tersebut menghadapi eskalasi kekerasan oleh pemukim, ditambah penyitaan lahan dan sumber daya. Badan-badan PBB serta mayoritas negara memandang permukiman Israel di wilayah pendudukan itu sebagai tindakan ilegal berdasarkan hukum internasional. Israel menolak pandangan tersebut dan menegaskan memiliki ikatan sejarah serta keagamaan dengan kawasan itu.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Israel Serang Gaza di Tengah Gencatan?
Israel Serang Gaza di Tengah Gencatan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Israel Serang Gaza di Tengah Gencatan matter?
Israel Serang Gaza di Tengah Gencatan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
