Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparannews

Jakarta Diselimuti Polusi, Pramono Minta Modifikasi Cuaca Segera Dilakukan

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Kawasan Ibu Kota sedang menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Selain hampir tiga minggu tanpa hujan yang melanda wilayah Jakarta, kualitas

Jakarta Diselimuti Polusi, Pramono Minta Modifikasi Cuaca Segera Dilakukan

Pramono Anung Desak Pelaksanaan Modifikasi Cuaca di Tengah Polusi Jakarta

Kabarnusantaraku.com – Kawasan Ibu Kota sedang menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Selain hampir tiga minggu tanpa hujan yang melanda wilayah Jakarta, kualitas udara juga mulai menunjukkan penurunan signifikan. Menyikapi kondisi ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar modifikasi cuaca segera dilaksanakan apabila kondisi awan sudah mendukung untuk operasi hujan buatan.

Upaya pemerintah daerah untuk memicu hujan melalui modifikasi cuaca sebenarnya sudah dilakukan berkali-kali dalam beberapa bulan terakhir. Namun, hasil yang optimal belum tercapai karena formasi awan yang tidak sesuai dengan syarat teknis operasi. Saat menghadiri kegiatan On-Ground Activation Integrity Fun Walk serta Integrity Booth dalam rangka Kampanye Antikorupsi Serentak 2026 di kawasan CFD Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (16/8), Pramono menjelaskan situasi ini secara detail kepada wartawan.

“Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba untuk melakukan modifikasi cuaca, tapi kami mohon maaf karena awannya tidak ada, sehingga hujannya juga belum bisa dilakukan,” kata Pramono.

Atas dasar itu, Gubernur telah memberikan instruksi tegas kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Instruksi tersebut berisi permintaan agar BPBD berkoordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jika nanti ditemukan awan yang layak untuk operasi modifikasi cuaca, maka pelaksanaan harus segera dilakukan tanpa penundaan lebih lanjut.

“Tapi saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk bekerja sama dengan BMKG, kalau kemudian awannya ada untuk segera dilakukan modifikasi cuaca,” ujarnya.

Fenomena El Nino dan Dampaknya terhadap Udara Jakarta

Pramono menambahkan bahwa kondisi kering di Jakarta diprediksi akan berlanjut hingga akhir September mendatang. Fenomena El Nino menjadi penyebab utama kekeringan ini yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, fenomena tersebut juga memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas udara di wilayah Ibu Kota, membuat polusi semakin terasa.

“Sebagai informasi, El Nino ini ataupun kering dan juga akan panjang, diperkirakan akan sampai dengan akhir bulan September,” kata Pramono.

Video yang viral di platform media sosial menunjukkan pemandangan langit Jakarta yang tertutup kabut abu-abu tebal. Pemandangan tersebut terlihat saat pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, pada Minggu (16/8). Kabut ini bukan berasal dari pegunungan, melainkan merupakan indikasi polusi udara yang tinggi di Jakarta akibat aktivitas kendaraan dan industri.

Berdasarkan data dari kanal udara.jakarta.go.id, skor kualitas udara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tercatat sebesar 121 pada Minggu (16/8) pukul 10.30 WIB. Angka ini masuk ke dalam kategori tidak sehat bagi kesehatan dan memerlukan perhatian khusus dari seluruh warga Jakarta.

Imbauan Penggunaan Transportasi Umum dan Target Kendaraan Listrik

Menghadapi kondisi tersebut, Pramono Anung mengimbau warga untuk meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi. Masyarakat diminta beralih ke transportasi umum yang tersedia di seluruh penjuru Jakarta. Gubernur menilai fasilitas transportasi di Jakarta saat ini sudah cukup memadai untuk melayani kebutuhan warga yang padat.

“Saya meminta kepada masyarakat sedapat mungkin menggunakan transportasi umum,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pramono menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta memberikan layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum sekaligus menekan tingkat polusi udara di Jakarta. Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi emisi kendaraan bermotor.

“Karena sekarang ini fasilitas transportasi umum di Jakarta sudah cukup baik, bahkan 15 golongan kita gratiskan sehingga kami berharap itu akan juga mengurangi polusi yang ada,” tutur Pramono.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga memiliki rencana transisi untuk seluruh armada Transjakarta. Targetnya adalah mengubah semua kendaraan menjadi mobil listrik secara bertahap. Pramono menegaskan bahwa transformasi ini ditargetkan rampung pada tahun 2029, sejalan dengan komitmen pemerintah kota untuk Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Karena hampir semua transportasi umum yang terutama untuk TransJakarta pelan-pelan akan kami ubah menjadi mobil listrik semuanya nanti pada tahun 2029,” pungkasnya.

FAQ: Pertanyaan Seputar Polusi dan Modifikasi Cuaca Jakarta

Berapa kali modifikasi cuaca sudah dilakukan di Jakarta? Pemerintah DKI Jakarta sudah berulang kali mencoba melakukan modifikasi cuaca, namun hasil optimal belum tercapai karena formasi awan yang tidak sesuai.

Kapan prediksi El Nino berakhir di Jakarta? Fenomena El Nino diprediksi akan berlangsung hingga akhir bulan September, menyebabkan kondisi kering yang berkepanjangan.

Apa kategori kualitas udara saat ini di Jakarta? Berdasarkan data udara.jakarta.go.id, skor kualitas udara di Menteng mencapai 121 yang termasuk kategori tidak sehat bagi kesehatan.

Berapa lama target konversi Transjakarta menjadi mobil listrik? Pemprov DKI Jakarta menargetkan seluruh armada Transjakarta akan berubah menjadi mobil listrik pada tahun 2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *