Pengelola Mal di Surabaya Patuhi Arahan Pemendekan Pagar untuk Estetika Kota
Kabarnusantaraku.com – Pengelola Mal di Surabaya Patuhi arahan Wali Kota Eri Cahyadi terkait pemendekan pagar yang terpasang di area pusat perbelanjaan. Inisiatif ini bertujuan menciptakan tampilan kota yang lebih terbuka dan menarik secara visual. Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa mal di Surabaya telah mulai melakukan penyesuaian ketinggian pagar mereka sesuai dengan imbauan resmi dari pemerintah kota.
Salah satu mal yang menjadi sorotan adalah mal di kawasan Surabaya yang memiliki pagar hijau dengan ketinggian sekitar dua meter. Pagar tersebut kini sedang dalam proses pemendekan menjadi sekitar satu setengah meter. Perubahan ini tidak hanya dilakukan pada satu lokasi, melainkan tersebar di beberapa pusat perbelanjaan yang ada di kota pahlawan.
Proses Pemendekan Pagar di Berbagai Lokasi
Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group, memberikan penjelasan detail mengenai langkah yang diambil oleh perusahaan mereka. Ia menyampaikan bahwa pemendekan pagar dilakukan di dua mal utama, yaitu Mal Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall Surabaya. Kedua lokasi ini dipilih karena pagar yang terlalu tinggi dianggap dapat menutupi tampilan visual bangunan utama.
“Kami akan rapikan, sesuai imbauan Wali Kota Surabaya Pak Eri Cahyadi untuk menjaga estetika kota,” ujarnya saat dihubungi pada hari Sabtu (8/8).
Proses pemendekan pagar dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, pagar yang sudah terpasang akan dibongkar secara bertahap. Kemudian, pagar dipotong menjadi ukuran yang lebih pendek sesuai dengan standar yang ditetapkan. Setelah itu, pagar dipasang kembali dengan ketinggian yang baru. Sutandi menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan murni untuk menjaga keindahan Kota Surabaya.
“Yang kita rapikan atau dipendekkan di TP sama Pakuwon Barat. Karena secara estetika menutup gedung utama di dua lokasi itu,” jelasnya.
Latar Belakang dan Timeline Inisiatif
Wali Kota Eri Cahyadi pertama kali menyampaikan harapannya kepada para pengelola mall pada hari Rabu (5/8). Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa Surabaya merupakan kota yang aman sehingga tidak perlu pagar yang terlalu tinggi dan mencerminkan rasa takut. Ia juga berharap agar orang yang berjalan di sekitar area mall merasa lebih nyaman dan terbuka.
“Jadi insya Allah nanti kami koordinasikan, yang saya ingin ketika ada pagar itu ada, orang jalan itu semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut gitu. Padahal kota Surabaya ini aman,” kata Eri melalui keterangannya.
Sebelumnya, pada hari Jumat (31/7), sebuah mal di kawasan Surabaya Selatan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani telah menyelesaikan pemasangan pagar besi. Pagar hijau setinggi dua meter tersebut mengelilingi halaman depan mal dengan desain yang menarik. Bagian atas pagar berbentuk runcing dengan besi berukuran sepuluh sentimeter yang menjorok ke depan. Di beberapa sisi, pagar besi ini diletakkan di atas pagar beton setinggi enam puluh sentimeter.
Sementara itu, mal di kawasan Surabaya Tengah yang berada di Jalan Basuki Rahmat juga memasang pagar besi dengan desain serupa. Perbedaannya terletak pada posisi pagar besi yang tidak diletakkan di atas pagar beton. Hingga saat ini, sebagian proses pemasangan dan penyesuaian masih berlangsung di berbagai lokasi.
Dampak dan Harapan dari Inisiatif Ini
Inisiatif pemendekan pagar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kenyamanan masyarakat dan keindahan kota. Para pengelola mall berkomitmen untuk menyelesaikan proses penyesuaian pagar secara bertahap. Mereka juga terbuka untuk koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah kota jika diperlukan.
Masyarakat Surabaya dapat melihat perubahan yang signifikan pada beberapa pusat perbelanjaan dalam waktu dekat. Pemendekan pagar tidak hanya meningkatkan estetika kota, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih terbuka dan welcoming bagi pengunjung.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pemendekan Pagar Mal
Berapa lama proses pemendekan pagar berlangsung? Proses pemendekan pagar dilakukan secara bertahap dan belum selesai sepenuhnya. Beberapa mal telah menyelesaikan penyesuaian, sementara yang lain masih dalam proses.
Apakah ada biaya tambahan untuk pemendekan pagar? Para pengelola mall menanggung biaya pemendekan pagar sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap estetika kota Surabaya.
Apakah semua mal di Surabaya harus mengikuti arahan ini? Arahan Wali Kota Eri Cahyadi bersifat imbauan, namun sebagian besar pengelola mall telah merespons positif dan mulai melakukan penyesuaian.
Bagaimana cara mengetahui lokasi mal yang sedang melakukan pemendekan pagar? Masyarakat dapat memantau perkembangan melalui media sosial resmi pemerintah kota atau mengunjungi langsung pusat perbelanjaan yang menjadi fokus inisiatif ini.
