Key Issue: Bandara Husein Sastranegara Siap Dibuka Kembali, InJourney Perkuat Persiapan
Key Issue – Setelah sekian lama, Bandara Husein Sastranegara di Bandung kembali akan beroperasi untuk melayani penerbangan komersial. Persiapan optimalisasi bandara ini sedang dijalankan oleh PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports. Perusahaan tersebut telah membentuk Tim Operational Readiness Activation and Transition (ORAT) guna memastikan semua aspek berjalan lancar. Sebagai bagian dari Key Issue, InJourney Airports fokus pada peningkatan kualitas layanan, keamanan, dan fasilitas untuk memenuhi standar terkini sebelum bandara kembali dibuka.
Dalam rangka mempercepat proses pembukaan, Key Issue mengharuskan InJourney Airports melakukan penyesuaian infrastruktur yang signifikan. Salah satu langkah utama adalah peningkatan kapasitas Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) dari kategori 5 ke kategori 7, yang menunjukkan kesiapan operasional untuk menangani situasi darurat secara lebih efektif. Perubahan ini juga mencakup penggantian permukaan landas pacu di beberapa sektor dengan bahan yang lebih tahan lama, serta penguatan sistem penerangan dan komunikasi di area kritis bandara.
Perbaikan Sistem Keamanan dan Proses Operasional
Key Issue menggarisbawahi pentingnya keamanan dalam layanan penerbangan. Untuk memenuhi standar yang diterapkan oleh Kementerian Perhubungan, InJourney Airports telah menambah jumlah personel Aviation Security hingga mencapai angka yang memadai. Fasilitas keamanan seperti detektor logam portabel, walk-through, serta CCTV juga diperbaiki dan diperluas. Perusahaan berkomitmen untuk menjamin bahwa setiap langkah dalam Key Issue telah mengintegrasikan teknologi terkini guna mencegah risiko kecelakaan dan mengoptimalkan proses pemeriksaan penumpang.
Dalam Key Issue, persiapan operasional bandara tidak hanya terbatas pada keamanan fisik, tetapi juga mencakup penguasaan sistem digital yang canggih. Sistem manajemen keberangkatan dan kedatangan penumpang, pengelolaan lalu lintas udara, serta koordinasi dengan pihak pemerintah dan maskapai udara akan diuji coba secara menyeluruh. InJourney Airports juga berencana mengadakan simulasi darurat untuk mengukur respons tim dan memastikan kesiapan penuh sebelum resmi dibuka kembali.
Peningkatan Fasilitas dan Pengalaman Penumpang
Key Issue tidak hanya menekankan keamanan dan infrastruktur, tetapi juga fokus pada kenyamanan pengguna bandara. Proses perapihan terminal penumpang, baik domestik maupun internasional, telah dimulai dengan penambahan fasilitas seperti restoran, toko suvenir, serta area istirahat yang lebih luas. InJourney Airports juga berencana mengintegrasikan teknologi digital di area layanan, seperti layar informasi real-time, dan sistem pembayaran tanpa uang tunai, guna meningkatkan efisiensi dan pengalaman penumpang.
Dalam Key Issue, perusahaan memberikan perhatian khusus pada pelayanan berkualitas tinggi. Tim ORAT sedang melakukan audit menyeluruh terhadap semua aspek operasional, termasuk pengujian kualitas air dan bahan bakar, serta evaluasi sistem pengelolaan limbah. Selain itu, pelatihan karyawan dan simulasi penerbangan juga dijadwalkan untuk memastikan staf siap menangani berbagai situasi yang mungkin terjadi. InJourney Airports berharap semua upaya ini akan memberikan hasil optimal sebelum bandara kembali beroperasi secara resmi.
Key Issue juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah, maskapai udara, serta komunitas sekitar. InJourney Airports telah mengadakan rapat rutin dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi terbaru. Proses ini menjadi penting karena Bandara Husein Sastranegara merupakan salah satu pintu masuk utama ke Bandung, sehingga kembali aktifnya bandara akan berdampak signifikan pada sektor pariwisata dan ekonomi kota tersebut.
Dengan Key Issue yang terus berjalan, Bandara Husein Sastranegara diharapkan dapat membuka kembali dalam waktu dekat. InJourney Airports berkomitmen untuk memenuhi standar internasional dalam hal keselamatan, keamanan, dan pelayanan, yang menjadi prioritas utama dalam proses pengoperasian kembali. Dengan persiapan yang matang, bandara ini akan menjadi pusat penerbangan yang lebih modern dan efisien, melayani rute domestik serta internasional sekaligus mendukung pengembangan Bandung sebagai kota layanan udara utama.
