Main Agenda: Dirut BEI Komitmen Benahi Pasar Modal, Tingkatkan Transparansi hingga Integritas
Langkah Strategis untuk Reformasi Pasar Modal
Main Agenda – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang menjadi prioritas utama dalam periode jabatannya 2026–2030. Setelah resmi dilantik oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ia bertemu dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco untuk menyampaikan visi dan agenda kerja BEI. Pada pertemuan tersebut, Jeffrey menekankan bahwa transparansi dan integritas akan menjadi pilar utama dalam meningkatkan kualitas pasar modal nasional.
“Main Agenda kami adalah memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia agar investor lebih percaya dan berpartisipasi aktif,” jelas Jeffrey. Ia menambahkan bahwa reformasi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berfokus pada perbaikan kinerja kelembagaan BEI dalam menjaga kepercayaan publik.
Perbaikan Tata Kelola dan Regulasi
Jeffrey menyebutkan bahwa BEI akan mendorong perbaikan tata kelola perusahaan dan pengawasan terhadap emiten. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas transaksi di bursa dan mengurangi risiko manipulasi harga. Ia juga menyoroti pentingnya regulasi yang lebih ketat untuk menjaga keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk investor kecil dan menengah.
“Kami akan memperbaiki proses pengawasan dan melibatkan lebih banyak pihak dalam mewujudkan pasar modal yang lebih sehat dan inklusif,” kata Jeffrey. Ia menjelaskan bahwa upaya ini akan mencakup pelatihan bagi emiten, revisi kebijakan, dan penggunaan teknologi digital untuk mempercepat akses informasi.
Bursa Efek Indonesia juga berencana menerapkan sistem pendataan yang lebih real-time untuk meningkatkan akuntabilitas. Selain itu, Jeffrey berharap agar mekanisme pemeriksaan kepatuhan (compliance) menjadi lebih efektif, sehingga mampu mencegah praktik tidak sehat dalam pasar modal. Perubahan ini dipercaya akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan investasi di Indonesia.
Pendalaman Pasar Modal: Dua Sisi yang Menjadi Fokus
Jeffrey mengungkapkan bahwa pendalaman pasar modal akan dilakukan dari dua aspek: meningkatkan permintaan melalui partisipasi investor yang lebih luas, serta memperbanyak penawaran instrumen investasi dengan mendorong lebih banyak perusahaan masuk ke bursa. “Main Agenda kami juga melibatkan pengembangan pasar dari sisi permintaan dan penawaran secara seimbang,” tambahnya. Hal ini diharapkan bisa menarik minat investor asing yang terus mencari peluang di pasar modal Asia Tenggara.
“Kami akan memberikan dukungan lebih besar kepada perusahaan-perusahaan baru, agar mereka dapat memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan,” ujar Jeffrey. Ia menambahkan bahwa program pelatihan dan konsultasi bagi perusahaan akan menjadi alat utama untuk meningkatkan kualitas emiten.
Beberapa strategi yang diusulkan BEI termasuk pengembangan produk pasar modal yang lebih beragam, seperti surat utang, reksa dana, dan produk derivatif. Selain itu, upaya untuk memperluas akses bursa kepada masyarakat luas juga akan dilakukan melalui kampanye edukasi dan kebijakan yang lebih ramah terhadap investor pemula.
Collaboration dengan Pihak Terkait
Jeffrey menekankan pentingnya kerja sama antara BEI dengan lembaga keuangan, regulator, dan pemerintah dalam mencapai target reformasi pasar modal. “Main Agenda ini tidak bisa tercapai sendirian, tetapi membutuhkan kolaborasi yang erat dengan semua pihak,” kata dia. Ia menyebutkan bahwa kemitraan dengan OJK akan menjadi kunci dalam memastikan kebijakan yang berkelanjutan dan efektif.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan DPR untuk memastikan bahwa semua kebijakan yang dijalankan BEI selaras dengan kebutuhan dan harapan masyarakat,” ujarnya. Pertemuan dengan anggota dewan merupakan bagian dari upaya untuk menyampaikan rencana reformasi secara transparan.
Dalam waktu dekat, BEI juga berencana mengadakan diskusi dengan perusahaan-perusahaan besar dan kecil untuk memperoleh masukan langsung. “Main Agenda kami adalah membuat pasar modal lebih inklusif dan berkelanjutan, sehingga bisa memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Jeffrey. Hal ini menunjukkan komitmen BEI untuk memperbaiki kinerjanya secara berkelanjutan.
Kelengkapan Data dan Teknologi
Jeffrey menjelaskan bahwa BEI akan menerapkan platform digital yang lebih canggih untuk memudahkan akses informasi ke pasar modal. “Kami juga akan memperkaya database BEI agar bisa memberikan data yang lebih akurat dan relevan bagi investor,” katanya. Teknologi ini diharapkan bisa meningkatkan efisiensi operasional serta kecepatan pengambilan keputusan.
“Dengan adanya data yang lebih lengkap, kita bisa membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran dan meningkatkan transparansi informasi ke publik,” imbuh Jeffrey. Ia menyebutkan bahwa implementasi sistem digital ini juga akan menjadi bagian dari Main Agenda untuk menjadikan BEI sebagai bursa yang lebih modern dan kompetitif.
