Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Pramono Pastikan Proyek Penataan Jaringan Kabel Bawah Tanah Segera Dilanjutkan

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Pramono Pastikan Proyek Penataan Jaringan Kabel Bawah Tanah Segera Dilanjutkan Pramono Pastikan Proyek Penataan Jaringan Kabel - Pramono, Gubernur DKI

Pramono Pastikan Proyek Penataan Jaringan Kabel Bawah Tanah Segera Dilanjutkan

Pramono Pastikan Proyek Penataan Jaringan Kabel Bawah Tanah Segera Dilanjutkan

Pramono Pastikan Proyek Penataan Jaringan Kabel – Pramono, Gubernur DKI Jakarta, secara tegas menegaskan bahwa proyek Penataan Jaringan Kabel Bawah Tanah (SJUT) akan segera dimulai setelah payung hukumnya selesai dibuat. Langkah ini diambil dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur kota dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kabel yang tergantung di atas permukaan jalan. Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor untuk memastikan kesiapan pelaksanaan proyek ini.

Penataan Jaringan Kabel sebagai Prioritas Kota

Proyek SJUT merupakan salah satu dari beberapa inisiatif yang dianggap sebagai prioritas utama oleh pemerintah DKI Jakarta. Pramono menjelaskan bahwa penataan kabel bawah tanah tidak hanya untuk meningkatkan estetika kota, tetapi juga untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran alur lalu lintas. “Ini adalah keputusan yang tepat dan strategis untuk memperkuat sistem jaringan kota,” katanya dalam acara puncak perayaan ulang tahun ke-499 DKI Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6) malam.

“Kami telah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai payung hukum, sehingga semua pihak dapat melaksanakan proyek ini dengan baik,” tegas Pramono. Ia menambahkan bahwa proyek ini akan dimulai secara bertahap di berbagai titik strategis, termasuk kawasan keramaian dan area berpotensi rawan kecelakaan.

Dalam pembicaraan dengan kontraktor, Pramono menyebutkan bahwa proses pemindahan kabel udara ke bawah tanah akan mengambil waktu beberapa bulan setelah penandatanganan kontrak. “Kabel yang tergantung di atas jalan bisa menjadi ancaman bagi pengendara dan pejalan kaki. Dengan SJUT, kita bisa mengurangi risiko ini,” jelasnya. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan ruang kota dan menghindari kekacauan akibat kabel yang berserakan.

Implementasi dan Tahapan Proyek

Pengaturan kabel bawah tanah akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi jalan dan kebutuhan infrastruktur. Pramono menyebutkan bahwa tim teknis telah melakukan survei ke berbagai titik kota untuk menentukan prioritas. “Proses ini membutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat,” terangnya. Tahapan pelaksanaan akan dimulai dari pengadaan bahan, pemasangan jaringan, hingga pengujian kelayakan sebelum dilakukan perbaikan di seluruh kawasan.

Menurut rencana, proyek SJUT akan dimulai di sejumlah titik kota yang paling membutuhkan. Pramono menjelaskan bahwa progres yang cepat akan membantu mengatasi masalah yang telah terjadi di masa lalu. “Sebelumnya, kita sering mendengar laporan kecelakaan akibat kabel yang tergantung. Dengan SJUT, kita bisa memastikan sistem jaringan lebih aman dan terpadu,” lanjutnya. Proses ini juga akan dilengkapi dengan kebijakan pengawasan untuk memastikan kualitas pekerjaan.

Salah satu contoh kecelakaan yang memicu proyek SJUT adalah insiden seorang siswa SMAN 6 Jakarta yang meninggal akibat tersangkut kabel udara di Jalan Losari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6) pagi. Kecelakaan tersebut terjadi saat motor korban tertusuk kabel yang menjuntai, menyebabkan korban terpental dan terlindas bus sekolah. Insiden ini menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah pencegahan.

Manfaat dan Tantangan Penataan Jaringan Kabel Bawah Tanah

Proyek SJUT diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kota Jakarta. Selain mengurangi risiko kecelakaan, penataan kabel bawah tanah juga akan memperbaiki tampilan kota, membuat jalanan lebih rapi dan menarik. “Kita ingin Jakarta menjadi kota yang lebih modern dan layak huni,” ujar Pramono. Namun, ada tantangan dalam implementasi, seperti biaya yang relatif besar dan kesulitan dalam merelokasi kabel yang sudah ada di sejumlah lokasi.

Pramono menegaskan bahwa pemerintah telah mempersiapkan anggaran dan sumber daya yang cukup untuk menjalankan proyek ini. Ia juga menyebutkan bahwa penataan kabel bawah tanah akan dilakukan secara bertahap, mulai dari area terpadat hingga daerah-daerah lain yang perlu pengembangan. “Kita akan mempercepat progres agar hasilnya bisa dirasakan masyarakat secepat mungkin,” pungkasnya. Dengan adanya SJUT, Jakarta berharap dapat menjadi contoh terbaik dalam pengelolaan infrastruktur kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *