Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Key Discussion: Harita Nickel (NCKL) Siap Buyback Saham Maksimal Rp 1 T, Ini Jadwalnya

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Key Discussion: Harita Nickel Berencana Buyback Saham Rp 1 T, Ini Jadwalnya Key Discussion – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel telah

Key Discussion: Harita Nickel (NCKL) Siap Buyback Saham Maksimal Rp 1 T, Ini Jadwalnya

Key Discussion: Harita Nickel Berencana Buyback Saham Rp 1 T, Ini Jadwalnya

Key Discussion – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel telah menyetujui rencana buyback saham hingga Rp 1 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Program ini diharapkan akan memperkuat nilai perusahaan, menarik minat investor, dan menciptakan keseimbangan pasar yang lebih baik. Buyback akan dilakukan secara bertahap selama 12 bulan, dimulai 1 Juli 2026, dengan jumlah dan harga saham yang dipilih sesuai kondisi pasar saat itu.

Detail Program Buyback dan Strategi Korporasi

Dalam Key Discussion yang disampaikan oleh Corporate Secretary Harita Nickel, Rafika Fazrin, perusahaan menegaskan bahwa keputusan buyback ini merupakan bagian dari strategi korporasi untuk meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga kestabilan nilai saham. “Kepercayaan ini menjadi modal penting bagi Harita Nickel untuk terus menjalankan agenda korporasi secara disiplin, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham serta pemangku kepentingan,” tambah Rafika, Selasa (30/6).

Program buyback diharapkan dapat menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan dana dan meningkatkan rasio utang. Rafika juga menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap performa keuangan tahun lalu, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola dana secara efisien. “Kami yakin bahwa ini akan memberikan dampak positif dalam menjaga likuiditas dan stabilitas operasional,” katanya.

Keputusan Lain dalam RUPST dan Persiapan di Masa Depan

Key Discussion di RUPST juga mencakup pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan Tahun Buku 2025, yang menunjukkan kinerja bisnis perusahaan selama periode tersebut. Laporan tersebut mengungkapkan pertumbuhan yang signifikan, terutama dalam produksi kapur tohor dan operasional pabrik. Selain itu, perusahaan menyetujui penentuan penggunaan hasil usaha dan pemilihan akuntan publik baru untuk meningkatkan transparansi dan akurasi laporan keuangan.

Pemegang saham juga menyetujui kelanjutan program buyback dan laporan realisasi dana dari penawaran umum perdana saham (IPO). Keputusan ini menunjukkan bahwa Harita Nickel terus berkomitmen pada pertumbuhan jangka panjang, termasuk pemenuhan kebutuhan modal untuk ekspansi fasilitas produksi. Dalam Key Discussion, Rafika menekankan bahwa buyback akan diikuti oleh upaya meningkatkan efisiensi operasional dan penguatan struktur keuangan.

Perusahaan juga menyoroti perkembangan fasilitas produksi Kapur Tohor sebagai bagian dari visi integrasi rantai nilai dan peningkatan kapasitas produksi. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung peningkatan volume penjualan, yang secara langsung berdampak pada laba bersih dan likuiditas perusahaan. Dalam Key Discussion, ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Harita Nickel dalam industri mineral dan batuan.

Menurut analisis pasar, keputusan buyback ini cocok dengan kondisi ekonomi yang sedang stabil, di mana investor mencari aset yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. Rafika menjelaskan bahwa program ini akan dilakukan dalam beberapa tahap, dengan volume pembelian yang disesuaikan terhadap fluktuasi harga saham. “Kami berharap ini bisa membantu memperkuat kepercayaan pasar dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan di masa depan,” katanya.

Key Discussion ini juga mencakup penentuan remunerasi untuk Direksi dan Dewan Komisaris, yang diharapkan bisa mencerminkan kontribusi mereka dalam mencapai target pertumbuhan. Dengan adanya program buyback, Harita Nickel mencoba menunjukkan konsistensi dalam membangun nilai perusahaan, baik melalui pendapatan maupun pengelolaan dana. Program ini akan menjadi salah satu fokus utama dalam 12 bulan ke depan, dengan monitoring yang ketat terhadap hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *