Pramono Siapkan Parade 500 Ondel-Ondel Rayakan 5 Abad Jakarta
Key Strategy – Jakarta, Jumat (19/6) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana menyelenggarakan parade yang menampilkan 500 unit ondel-ondel sebagai bagian dari rangkaian perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027. Acara ini diumumkan saat ia hadir dalam Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat. Pramono menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan mengangkat seni tradisional Betawi sebagai simbol identitas kota Jakarta, sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan dan masyarakat dalam memeriahkan momentum sejarah tersebut.
Menyelenggarakan Parade Budaya Betawi
Pramono menekankan bahwa Key Strategy ini merupakan langkah strategis untuk mempromosikan budaya Betawi ke tingkat nasional dan internasional. Ia menjelaskan, ondel-ondel tidak hanya sebagai atraksi visual, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. “Ondel-ondel adalah bagian dari kehidupan Betawi, yang merepresentasikan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal,” ujarnya dalam pidato. Menurutnya, parade ini akan menjadi momen penting untuk memperkenalkan kesenian tersebut ke komunitas yang lebih luas, termasuk generasi muda.
“Saya ingin betawi bisa bersaing di tingkat global, maka dalam Key Strategy ini, saya akan memperkuat nilai-nilai kesenian Betawi melalui pameran dan parade yang menarik,”
Kebijakan Key Strategy ini juga melibatkan kolaborasi dengan para desainer dan seniman lokal untuk menciptakan desain ondel-ondel yang inovatif namun tetap menggambarkan warisan budaya Betawi. Pramono menyebutkan bahwa desain akan menggabungkan elemen tradisional dan modern, agar lebih relevan dengan tuntutan zaman sekarang. “Tidak hanya sebagai hiasan, tetapi ondel-ondel akan menjadi cerminan dari identitas Jakarta yang berakar pada budaya Betawi,” tambahnya.
Menguatkan Identitas Budaya Kota Jakarta
Key Strategy Pramono tidak hanya fokus pada parade, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai budaya Betawi. Salah satu langkah konkritnya adalah mewajibkan penggunaan pakaian adat Betawi dalam berbagai acara resmi, seperti pelantikan pejabat daerah. “Tidak lagi hanya jas, tapi harus adat Betawi seperti ujung serong dan kebaya encim,” kata Pramono. Ia juga berharap kain khas Betawi bisa diakui sebagai ikon budaya kota.
“Dengan Key Strategy ini, kami ingin memastikan bahwa budaya Betawi tidak hanya diabadikan, tetapi dihidupkan kembali melalui kegiatan yang menarik dan berdampak besar,”
Menurut Pramono, kesenian ondel-ondel telah menjadi bagian integral dari sejarah Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa rancangan parade ini dirancang agar selain memperlihatkan keindahan seni, juga menjadi sarana edukasi tentang budaya Betawi. “Masyarakat Jakarta harus bangga dengan budaya mereka sendiri,” tegasnya. Key Strategy ini juga diharapkan mendorong partisipasi lebih banyak masyarakat dalam melestarikan seni tradisional tersebut.
Di samping parade, Key Strategy juga mencakup program pengembangan budaya Betawi melalui berbagai inisiatif seperti pelatihan seni dan pameran seni tradisional di berbagai lokasi strategis. Pramono menyatakan bahwa pengembangan budaya akan dilakukan secara berkelanjutan, seiring dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya warisan budaya dalam pembangunan kota. “Budaya Betawi adalah aset yang berharga, dan harus dikelola dengan baik agar tetap hidup di masa depan,” katanya.
Key Strategy ini juga dipandu oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta, yang menegaskan bahwa pemerintah provinsi harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan budaya lokal. Pramono menjelaskan bahwa perayaan 500 tahun Jakarta tidak hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang melestarikan tradisi yang sudah ada selama berabad-abad. “Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan keunikan Jakarta kepada dunia,” imbuhnya.
Dalam rangka Key Strategy ini, Pemprov DKI Jakarta sedang merancang berbagai program kreatif yang melibatkan komunitas Betawi. Salah satu ide adalah membuat festival ondel-ondel yang berlangsung sepanjang tahun, sehingga budaya ini tidak hanya menjadi simbol tahunan, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Pramono menegaskan bahwa Key Strategy ini akan menjadi fondasi dalam membangun Jakarta yang lebih kaya akan warisan budaya dan lebih dekat dengan akar sejarahnya.
