Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

New Policy: Prabowo Minta Menkop Tak Buru-buru Resmikan Koperasi Merah Putih di Desa

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Prabowo Sarankan Menkop Hindari Percepatan Resmikan Koperasi Merah Putih New Policy - Dalam acara Hari Koperasi yang digelar pada Minggu (12/7), Prabowo

New Policy: Prabowo Minta Menkop Tak Buru-buru Resmikan Koperasi Merah Putih di Desa

Prabowo Sarankan Menkop Hindari Percepatan Resmikan Koperasi Merah Putih

New Policy – Dalam acara Hari Koperasi yang digelar pada Minggu (12/7), Prabowo Subianto memperkenalkan new policy baru yang menuntut pemerintah tidak terburu-buru dalam mengesahkan Koperasi Desa Merah Putih. Dalam pidatonya, ia meminta Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Ferry Juliantono agar menunda proses resmian hingga kesiapan operasional koperasi terpenuhi. Prabowo menekankan bahwa new policy ini bertujuan memastikan keberhasilan jangka panjang, bukan hanya kecepatan.

Kesiapan Sebelum Kuantitas

Menurut Prabowo, new policy ini menekankan bahwa pembentukan koperasi desa harus dilakukan secara bertahap. Ia menyatakan bahwa saat ini hanya sekitar 5.000 koperasi yang mampu beroperasi, dan jumlah ini harus menjadi dasar. “Kalau kita mampu hanya 5 ribu, kita resmikan 5 ribu,” ujarnya. Dalam pandangan Prabowo, keberhasilan new policy bergantung pada kesiapan struktur dan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target kuantitas.

Prabowo mengibaratkan perjalanan 1.000 kilometer yang dimulai dari satu langkah kecil. “Langkah pertama yang jelas, kemudian kita akan melangkah lebih jauh,” tambahnya. Dalam new policy ini, ia mengajak pemerintah untuk fokus pada kualitas, sehingga bisa menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Kebutuhan Praktis dan Tanggung Jawab

Prabowo menegaskan bahwa new policy ini harus didasari berpikir praktis dan berpikir besar. Ia mengingatkan bahwa penyusunan naskah akademis hingga proyek percontohan bisa memakan waktu bertahun-tahun, sementara masyarakat segera menunggu manfaatnya. “Rakyat itu suruh nunggu 8 tahun. Saya tidak mau. Saya bertanggung jawab kepada rakyat,” ujarnya.

Dalam new policy ini, Prabowo juga menekankan bahwa target pembentukan koperasi dalam satu setengah tahun tetap menjadi pedoman. Namun, ia menyatakan bahwa target tersebut bisa diubah jika diperlukan. “Insyaallah kita akan sampai tujuan. Jika tidak tercapai, kita bisa nyusul,” tegasnya. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam penerapan new policy yang seimbang antara ambisi dan realitas.

Prabowo menyoroti bahwa keberhasilan new policy ini tidak hanya bergantung pada kecepatan proses, tetapi juga pada keselarasan antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa koperasi desa Merah Putih harus mampu memberikan manfaat langsung, seperti peningkatan perekonomian desa dan pengembangan kemandirian ekonomi warga.

Analisis dan Harapan

Menurut Prabowo, new policy ini merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi koperasi dalam penerapannya. Ia menekankan bahwa pemerintah perlu menghindari kebijakan yang terlalu teoritis dan lebih fokus pada implementasi yang konkret. “Kita harus berpikir cerdas, berpikir praktis,” ujarnya. Dengan new policy ini, diharapkan proses pengembangan koperasi desa bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Prabowo menyatakan bahwa jumlah koperasi yang sudah beroperasi saat ini lebih dari seribu, dan dalam waktu dekat, angka ini diperkirakan akan terus meningkat. “Tidak masalah. Saya dapat laporan sudah operasional 1 ribu koperasi lebih. Dalam waktu dekat mungkin akan jadi 5 ribu atau 6 ribu,” ujarnya. Dengan new policy ini, pemerintah diharapkan bisa mempercepat proses dan memastikan keberlanjutan program koperasi desa Merah Putih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *