Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

New Policy: Penumpang Kereta Akses Bandara KAI Tembus 7,46 Juta, LRT Sumsel Paling Banyak

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 4 mins read

New Policy Meningkatkan Jumlah Penumpang Kereta Akses Bandara KAI Sampai 7,46 Juta, LRT Sumsel Jadi Favorit New Policy - Seiring penerapan New Policy , KAI

New Policy: Penumpang Kereta Akses Bandara KAI Tembus 7,46 Juta, LRT Sumsel Paling Banyak

New Policy Meningkatkan Jumlah Penumpang Kereta Akses Bandara KAI Sampai 7,46 Juta, LRT Sumsel Jadi Favorit

New Policy – Seiring penerapan New Policy, KAI Group mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang yang menggunakan layanan kereta api untuk mengakses bandara. Selama Januari-Juni 2026, total pengguna layanan ini mencapai 7.468.887 orang, naik 2,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Januari-Juni 2025) yang hanya mencatat 7.255.754 pelanggan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh delapan jalur rel utama yang menghubungkan bandara dengan kota-kota utama dan daerah strategis di Pulau Jawa serta Sumatra. Layanan yang dimaksud meliputi kereta bandara, commuter line, kereta lokal, dan sistem LRT, yang berperan sebagai bagian integral dari New Policy untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi transportasi udara.

Perkembangan Penumpang di Wilayah Utama

Dalam rangkaian New Policy, layanan kereta api akses bandara di Yogyakarta dan Sumatra Utara menunjukkan respons positif dari masyarakat. Di Yogyakarta, dua jalur KA Bandara YIA—yaitu Yogyakarta-Wates-Bandara YIA dan Yogyakarta-Bandara YIA—melayani sekitar 1.343.663 penumpang. Sementara di Sumatra Utara, KA Srilelawangsa Medan-Kualanamu menarik 793.519 pelanggan, sedangkan KA Srilelawangsa Medan-Kuala Bingai mencapai 1.345.715 orang. Dengan total 2.139.234 pengguna di Sumatra Utara, serta 3.482.897 penumpang di Yogyakarta dan Sumatra Utara secara keseluruhan, New Policy membuktikan keberhasilan dalam menyediakan akses yang lebih cepat dan terjangkau.

New Policy memungkinkan masyarakat memperoleh kenyamanan dalam menghubungkan keberangkatan udara dengan pusat kota, kawasan industri, dan area sekitar lainnya. Kami mengharapkan layanan ini menjadi bagian dari solusi transportasi yang lebih optimal, terutama di tengah meningkatnya permintaan perjalanan internasional dan domestik,” kata Anne Purba dalam keterangan resmi, Senin (13/7).

Dengan pengembangan infrastruktur dan jadwal yang lebih fleksibel, KAI Group berupaya memastikan bahwa layanan kereta akses bandara dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat, terutama di daerah dengan intensitas lalu lintas tinggi.

Perluasan Jaringan Transportasi

Di samping layanan utama, KAI juga meluncurkan beberapa New Policy yang mengoptimalkan jaringan transportasi regional. Commuter Line Basoetta (Manggarai-Bandara Soekarno-Hatta) menjadi salah satu jalur yang paling diminati, dengan jumlah penumpang mencapai 1.197.413 orang. KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) juga menunjukkan peningkatan, mengangkut 461.482 pelanggan untuk rute Bandara Adi Soemarmo-Madiun dan Bandara Adi Soemarmo-Caruban. Sementara KA Minangkabau Ekspres (Pulau Aie-Bandara Minangkabau) mencatat 120.599 pengguna, menunjukkan bahwa New Policy telah menjangkau berbagai sektor perjalanan.

“Kami menekankan peran New Policy dalam mengurangi tekanan lalu lintas dan mendorong penggunaan transportasi umum. Selain itu, peningkatan frekuensi layanan dan pengembangan rute baru berkontribusi pada keseluruhan kinerja industri transportasi,” tambah Anne.

Layanan kereta api akses bandara tidak hanya fokus pada kecepatan tetapi juga ketersediaan, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat yang berbeda. Dengan demikian, New Policy tidak hanya meningkatkan jumlah penumpang tetapi juga memperkuat keberlanjutan sistem transportasi di Indonesia.

Pengaruh New Policy pada Mobilitas Masyarakat

Penerapan New Policy dalam layanan kereta api akses bandara diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Dengan mempercepat waktu perjalanan dan mengurangi risiko kemacetan, layanan ini menjadi solusi yang efektif untuk menghubungkan pusat kota dengan bandara. Anne Purba menyoroti bahwa pilihan transportasi yang beragam—seperti KA reguler, KA ekspres, dan LRT—membantu pengguna memilih sesuai dengan kebutuhan, baik berdasarkan jadwal penerbangan, lokasi keberangkatan, maupun tujuan akhir.

“Keberhasilan New Policy terlihat dari peningkatan jumlah penumpang dan respons positif dari pengguna. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, termasuk pengembangan rute baru dan pelayanan yang lebih responsif terhadap permintaan masyarakat,” pungkas Anne.

Selain itu, KAI Group juga berencana memperluas jaringan layanan ini ke daerah-daerah lain di Indonesia, seperti Kalimantan dan Sulawesi, guna meningkatkan aksesibilitas transportasi udara secara lebih merata. Dengan adanya New Policy, harapan besar ditempatkan pada kemampuan KAI untuk menjadi salah satu penyedia transportasi paling andal dalam menghubungkan masyarakat dengan bandara-bandara strategis di seluruh negeri.

Dari segi perbandingan, LRT Sumsel tercatat sebagai salah satu layanan yang paling banyak digunakan. Sebagai bagian dari New Policy, sistem ini tidak hanya mengoptimalkan aksesibilitas tetapi juga memberikan kemudahan dalam menyesuaikan waktu keberangkatan dengan jadwal penerbangan. Dengan rute yang terjangkau dan antar muka yang mudah, LRT Sumsel menjadi pilihan utama bagi sebagian besar penumpang, menunjukkan keberhasilan New Policy dalam mengubah kebiasaan transportasi masyarakat.

New Policy pada layanan kereta akses bandara tidak hanya meningkatkan jumlah penumpang tetapi juga mendorong transisi ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan. Anne Purba menekankan bahwa strategi ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar bandara. Selain itu, KAI Group juga memberikan fasilitas digital seperti aplikasi resmi dan platform tiket online, yang menjadikan New Policy sebagai bagian dari inovasi transportasi modern di Indonesia. Dengan kontribusi signifikan terhadap mobilitas masyarakat, layanan ini menjadi contoh nyata keberhasilan strategi pengembangan transportasi yang holistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *