Special Plan Denera dan DIM Umumkan 8 Mitra PSEL Tahap 2, Investasi Capai Rp25 T
Special Plan – Dalam rangka mengembangkan program Special Plan, PT Denera bersama Danantara Investment Management (DIM) secara resmi mengumumkan delapan mitra baru untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tahap kedua. Proyek ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendorong industri pengolahan sampah yang berkelanjutan, dengan total investasi mencapai hingga Rp25 triliun. Delapan lokasi yang dipilih dari 68 proposal yang lolos seleksi awal akan dikembangkan di 20 kabupaten dan kota, menjadikan Special Plan sebagai salah satu inisiatif krusial dalam pengelolaan sumber daya daur ulang di Indonesia.
“Proses pemilihan mitra tahap dua Special Plan ini sangat kompetitif, dengan 68 aplikasi yang berasal dari berbagai belahan dunia, termasuk perusahaan Tiongkok, Prancis, Jepang, dan India. Kami percaya bahwa mitra-mitra yang terpilih akan memberikan nilai tambah dalam peningkatan efisiensi dan skala proyek,” terang Fadli Rahman, CEO Denera, di Wisma Danantara, Senin (13/7).
Standar Evaluasi yang Ketat
Fadli menjelaskan bahwa evaluasi mitra dalam Special Plan dilakukan berdasarkan kriteria tata kelola terbaik dan prinsip internasional. “Setiap mitra dinilai dari segi kredensial proyek, kemampuan keuangan, kecepatan pelaksanaan, serta komitmen jangka panjang. Kami juga melibatkan tim ahli teknis, hukum, dan komersial independen untuk memastikan objektivitas,” tambahnya. Proses ini memperketat standar pihak ketiga, sehingga hanya mitra yang memiliki keandalan tinggi dan visi jangka panjang yang bisa terlibat.
Untuk memperkuat Special Plan, tim evaluasi fokus pada kapasitas teknis mitra dalam mengelola sistem daur ulang yang efektif. “Kami melihat potensi teknologi dan pengalaman mitra dalam mengurangi emisi karbon serta meningkatkan keberlanjutan lingkungan,” kata Fadli. Kombinasi antara keahlian lokal dan pengalaman internasional diharapkan dapat menghasilkan model bisnis yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Distribusi Mitra di Wilayah-Wilayah Strategis
Delapan mitra dalam Special Plan ditentukan berdasarkan lokasi wilayah yang memiliki potensi pengolahan sampah tinggi. Di Medan Raya, SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia) akan menjadi mitra utama. Kabupaten Bekasi diakui oleh Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni), sementara Lampung Raya dikelola oleh Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas). Wilayah Serang Raya akan direspons oleh Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE), dengan Semarang Raya ditangani oleh Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. (Veolia).
Di Surabaya Raya, Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) akan menggarap proyek. Sementara itu, Bogor Raya 2 dipercayakan kepada MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA). Wilayah Yogyakarta Raya menjadi tanggung jawab Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC). Setiap mitra dipilih berdasarkan kesiapan teknis dan kemampuan untuk mengintegrasikan sistem daur ulang ke dalam ekosistem industri lokal.
Dengan Special Plan ini, Denera dan DIM berupaya mempercepat penanganan sampah yang selama ini masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Proyek yang dimulai dari Denpasar Bali pada tahap pertama, kini berkembang ke lebih banyak wilayah, termasuk Kabupaten Bekasi dan Bogor Raya. Pemilihan mitra-mitra global dan lokal dirancang untuk memperluas cakupan proyek serta memastikan konsistensi dalam pengelolaan limbah.
Menurut Fadli Rahman, Special Plan tidak hanya bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang menumpuk, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembuatan lapangan kerja di sektor energi terbarukan dan lingkungan. “Dengan investasi total Rp25 triliun, kami yakin proyek ini akan memberikan dampak signifikan, baik dalam pengurangan emisi karbon maupun pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan dan pengembangan infrastruktur,” jelasnya. Selain itu, Special Plan juga menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem industri daur ulang nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
