Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Visit Agenda: Terowongan Arah Utara Stasiun MRT Bundaran HI-Kota Selesai Dibangun

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Visit Agenda: Terowongan Arah Utara Stasiun MRT Bundaran HI-Kota Selesai Dibangun Visit Agenda - Terowongan arah utara stasiun MRT Jakarta antara Bundaran HI

Visit Agenda: Terowongan Arah Utara Stasiun MRT Bundaran HI-Kota Selesai Dibangun

Visit Agenda: Terowongan Arah Utara Stasiun MRT Bundaran HI-Kota Selesai Dibangun

Visit Agenda – Terowongan arah utara stasiun MRT Jakarta antara Bundaran HI dan Kota telah resmi selesai dibangun, menandai langkah penting dalam pengembangan infrastruktur transportasi massal di Ibu Kota. Proyek ini menjadi bagian dari fase 2A jaringan MRT lintas utara-selatan, yang bertujuan menghubungkan sejumlah stasiun strategis. Dengan selesainya terowongan ini, banyak wisatawan dan pengguna jasa yang mengikuti Visit Agenda kini dapat menikmati akses yang lebih mudah dan efisien ke berbagai destinasi utama di Jakarta.

Proses Penyelesaian Terowongan

Pengumuman tentang penyelesaian terowongan utara ini dilakukan melalui akun Instagram @mrtjkt, menunjukkan komitmen PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam mempercepat progres pembangunan. Proses pembangunan melibatkan mesin bor TBM1 yang berhasil mencapai titik akhir ekskavasi setelah menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar. Terowongan ini menghubungkan Stasiun Harmoni dan Sawah Besar selama 395 meter, serta memperpanjang jalur dari Stasiun Sawah Besar hingga Kota yang mencakup 800 meter.

Pembangunan terowongan utara dilakukan dengan kedalaman 28 meter di bawah permukaan tanah, menjadikannya salah satu terowongan terdalam untuk jalur kereta bawah tanah di Indonesia. Keberhasilan TBM1 juga menunjukkan kemajuan teknologi dalam konstruksi terowongan, dengan melintasi area bawah kanal yang terletak di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk. Selain itu, terowongan di Stasiun Sawah Besar mencatatkan titik terdalam lainnya dalam proyek ini.

Detail Proses Konstruksi

Pembangunan fase 2A melibatkan tiga unit mesin bor yang masing-masing bertugas sesuai kontrak: CP201 dari Bundaran HI ke Harmoni, CP202 dari Harmoni ke Mangga Besar, dan CP203 dari Mangga Besar hingga Kota. Mesin bor TBM1 menjadi pusat perhatian karena mampu menyelesaikan pekerjaan dengan efisiensi tinggi, meskipun menghadapi tantangan seperti kondisi tanah yang kompleks dan kebutuhan presisi dalam penggalian.

Dalam konteks Visit Agenda, terowongan ini akan berdampak signifikan pada kemudahan akses wisatawan ke pusat kota dan area sekitarnya. Progres fase 2A yang mencapai 61,8 persen per 25 Juni 2026 menunjukkan bahwa target penyelesaian seluruh terowongan pada kuartal IV 2026 sangat mungkin tercapai. Kehadiran MRT akan mempercepat perjalanan ke destinasi populer seperti Bundaran HI, Kota Tua, dan area sekitar Monas.

Pengembangan jaringan MRT lintas utara-selatan tidak hanya menunjang mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan kota Jakarta dalam menghadapi pertumbuhan populasi dan kebutuhan transportasi. Terowongan utara yang selesai ini menjadi salah satu bagian krusial dalam menyempurnakan sistem transportasi yang menghubungkan berbagai area strategis. Visit Agenda kini dapat memanfaatkan jalur ini sebagai bagian dari rute wisata yang lebih terjangkau dan modern.

Dampak dan Harapan Masa Depan

Selesainya terowongan arah utara MRT Bundaran HI-Kota tidak hanya menjadi capaian teknis, tetapi juga meningkatkan ekonomi dan aksesibilitas daerah sekitar. Dengan menyelesaikan fase 2A, PT MRT Jakarta berharap dapat mempercepat pengoperasionalan jalur ini yang direncanakan selesai pada akhir 2027. Selain itu, segmen terowongan hingga Kota akan rampung pada tahun 2029, menjanjikan akses yang lebih luas ke berbagai destinasi wisata dan pusat aktivitas di Jakarta.

“Terowongan utara MRT Jakarta antara Bundaran HI hingga Kota telah selesai dibangun,”

tulis unggahan Instagram @mrtjkt. Ini menandai kesiapan proyek untuk menjadi bagian dari Visit Agenda di masa depan. Penggunaan teknologi bor TBM1 yang canggih membantu mengurangi waktu konstruksi dan risiko kesalahan, sehingga memastikan proyek ini tetap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Kehadiran MRT juga diharapkan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan bisnis di Jakarta. Dengan mengurangi kemacetan dan menyediakan alur transportasi yang lebih cepat, wisatawan dapat menjangkau lokasi-lokasi yang sebelumnya dianggap sulit diakses. Selain itu, jaringan MRT yang lengkap akan menjadi daya tarik bagi Visit Agenda yang menitikberatkan pada pengalaman berkunjung ke kota yang semakin modern dan terhubung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *