Gus Yahya Siap Maju Lagi sebagai Calon Ketum PBNU di Muktamar 2026
Gus Yahya Siap Maju Lagi – Gus Yahya, salah satu tokoh ulama dan aktivis keagamaan di Indonesia, telah menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 tahun 2026. Dalam wawancara terbaru di gedung PBNU, Jakarta, ia menjelaskan bahwa keputusan untuk maju kembali didasari oleh komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. “Saya sudah menyatakan siap maju lagi sebagai calon, alasannya sudah saya jelaskan,” kata Gus Yahya, yang merupakan mantan Ketum PBNU periode 2018-2024.
Penentuan Sistem Pemilihan Tergantung Forum Muktamar
Dalam menyampaikan keputusan maju kembali, Gus Yahya menekankan bahwa mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU akan ditentukan oleh peserta Muktamar sendiri. “Muktamar ini bisa menentukan cara pemilihan yang mereka inginkan, silakan saja,” ujarnya, menunjukkan sikap terbuka terhadap berbagai metode perekrutan kepemimpinan. Ia menambahkan bahwa seluruh proses teknis pemilihan akan dijalankan oleh anggota forum muktamar, termasuk penjaringan kandidat dan penghitungan suara.
“Saya sudah menyatakan siap maju lagi sebagai calon, alasannya sudah saya jelaskan,” kata Gus Yahya.
Gus Yahya juga mengungkapkan bahwa ia yakin para kiai dan pengurus cabang telah memahami dinamika pemilihan. Menurutnya, warga Nahdlatul Ulama (NU) sudah cukup dewasa dalam menentukan pemimpin yang layak. “Mereka tidak hanya memilih berdasarkan popularitas, tetapi juga visi dan kapasitas,” tambah Gus Yahya, yang dianggap sebagai tokoh penguasaan di kalangan masyarakat NU.
Proses SK Kepengurusan PBNU Berjalan Lancar
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya mengungkapkan bahwa persiapan Muktamar ke-35 tahun 2026 berjalan lancar. Ia menyebutkan bahwa proses penyelesaian surat keputusan (SK) kepengurusan di tingkat cabang dan wilayah hampir selesai. “Sebentar lagi insyaallah selesai, tinggal menunggu satu-dua minggu ini,” tambah Gus Yahya, yang memastikan bahwa kepengurusan telah mencapai tahap akhir.
“Sebentar lagi insyaallah selesai, tinggal menunggu satu-dua minggu ini,” tambah Gus Yahya.
Menurut Gus Yahya, PBNU memiliki sekitar 548 pengurus cabang dan 38 pengurus wilayah. Dari hampir 600 unit kepengurusan yang diproses, 490 di antaranya sudah mencapai tahap akhir, sementara lebih dari 430 unit telah menerima SK. Ia mengapresiasi upaya jajaran pengurus PBNU yang berhasil menuntaskan proses administrasi tersebut, meskipun ada hambatan sejak akhir 2024 hingga awal 2026.
Gus Yahya juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan Muktamar ke-35 akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Lokasi tersebut dipilih sebagai tempat pengambilan keputusan penting bagi PBNU, dengan harapan dapat menghadirkan keberagaman pandangan dari seluruh anggota organisasi.
Kesiapan Gus Yahya untuk maju kembali sebagai calon Ketum PBNU menunjukkan komitmen terhadap peran kepemimpinan di dalam Nahdlatul Ulama. Ia menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah memperkuat koordinasi antarwilayah, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memastikan PBNU tetap menjadi pelaku utama dalam isu keagamaan dan sosial di Indonesia.
Dalam wawancara terkait, Gus Yahya juga menyebutkan bahwa keputusan untuk maju kembali tidak hanya berdasarkan keinginan pribadi, tetapi juga diskusi panjang dengan para pengurus dan anggota PBNU. “Saya merasa ada kepercayaan dari masyarakat NU untuk melanjutkan peran ini,” ujarnya, menekankan bahwa ia siap menjadi bagian dari proses kepengurusan yang baru.
