Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Latest Program: Festival Ekonomi Syariah KTI 2026 Targetkan Omzet Rp 1,5 Miliar

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Festival Ekonomi Syariah KTI 2026 dengan Target Penjualan Rp 1,5 Miliar Latest Program - Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi syariah, Latest Program

Latest Program: Festival Ekonomi Syariah KTI 2026 Targetkan Omzet Rp 1,5 Miliar

Festival Ekonomi Syariah KTI 2026 dengan Target Penjualan Rp 1,5 Miliar

Latest Program – Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi syariah, Latest Program yang menjadi fokus utama tahun ini adalah Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2026. Acara ini resmi dibuka oleh Bank Indonesia (BI) pada Jumat, 10 Juli 2026, di Lombok Epicentrum Mall, Nusa Tenggara Barat. Fesyar KTI 2026 berlangsung selama tiga hari, dari 10 hingga 12 Juli 2026, dan dirancang untuk memperkuat jejaring usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi binaan BI. Salah satu target utama acara adalah mencapai omzet penjualan hingga Rp 1,5 miliar, didampingi oleh kesepakatan pembiayaan sebesar Rp 11 miliar.

Partisipasi UMKM Sebagai Poros Ekonomi Syariah

Fesyar KTI 2026 menampilkan kehadiran 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang mewakili 22 provinsi di wilayah Indonesia Timur. Acara ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah sebelum penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic and Finance Festival (ISEF) 2026 di Jakarta pada bulan Oktober. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menekankan bahwa target penjualan dan pembiayaan dibuat untuk memberikan arah konkret kepada peserta serta memastikan dampak nyata dari Latest Program ini.

“Dengan menetapkan target secara spesifik, Latest Program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tetapi juga merupakan langkah strategis untuk mendorong perekonomian syariah. Harus ada transaksi nyata, baik dalam omzet maupun pembiayaan, agar keberhasilan bisa terukur,” ujar Destry saat memberikan sambutan pembukaan.

UMKM Menampilkan Produk Unik dan Inovatif

Sebanyak 19 UMKM dari KTI turut berpartisipasi dalam acara ini, memperkenalkan berbagai produk unggulan dari masing-masing daerah. Contohnya, halal mart yang menawarkan camilan dan oleh-oleh halal, serta kain tenun dengan motif tradisional. Produk seperti Beras Basah dari Bontang, Kalimantan Timur, menampilkan batik yang menggabungkan corak keindahan alam pesisir, sementara Fatimah Collection dari Sulawesi Tengah memperkenalkan sepatu ecoprint dengan pewarnaan alami dari daun-daunan.

Kehadiran UMKM ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal tetapi juga calon investor atau pelaku usaha dari luar daerah. Dengan Latest Program Fesyar KTI 2026, BI berharap mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui inisiatif yang menjangkau pasar lebih luas. Acara ini juga memberikan ruang bagi UMKM untuk berinovasi dan menunjukkan potensi ekonomi mereka dalam skala nasional.

Hasil KTI 2026 sebagai Langkah Strategis untuk ISEF 2026

KI menilai bahwa percepatan pengembangan ekonomi syariah adalah kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Dalam laporan Latest Program Global Islamic Economic Report 2025-2026, Indonesia berada di peringkat keempat dalam hal pengembangan ekosistem ekonomi syariah. “Posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar, tetapi Latest Program KTI 2026 adalah upaya untuk memastikan kita tetap bersaing di kancah global,” kata Destry.

Indonesia juga dikenal sebagai pemimpin dalam sektor industri fashion Muslim, menempati urutan kedua dalam kategori pariwisata ramah Muslim (Halal Tourism), serta peringkat ketiga dalam hal makanan halal. Pertumbuhan produk syariah di sektor halal value chain, seperti pertanian, makanan, dan minuman, mencapai 6,21% pada kuartal pertama 2026, melebihi pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,6%. Dengan Latest Program ini, BI berharap menguatkan kerja sama antar daerah dan memperluas akses pasar untuk UMKM syariah.

Dalam rangka menyongsong ISEF 2026, Fesyar KTI 2026 juga diharapkan menjadi bentuk evaluasi terhadap keberhasilan kebijakan ekonomi syariah yang telah dijalankan. Selain menggali potensi lokal, acara ini juga menjadi platform untuk mendiskusikan tantangan dan solusi dalam membangun ekonomi syariah yang berkelanjutan. Dengan Latest Program yang fokus pada transaksi nyata dan kolaborasi, BI optimis bahwa acara ini bisa menjadi langkah awal menuju pengembangan ekonomi syariah yang lebih besar.

Menjadi Daya Tarik Nasional dan Internasional

Fesyar KTI 2026 juga diharapkan mampu menarik perhatian pelaku usaha nasional dan internasional, khususnya yang tertarik pada isu-isu ekonomi syariah. Dengan Latest Program yang melibatkan berbagai inovasi produk dan layanan, acara ini tidak hanya memperkuat ekonomi daerah tetapi juga membangun brand image Indonesia sebagai negara yang kompetitif dalam isu-isu keberlanjutan dan inklusif.

BI menyatakan bahwa KTI 2026 menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk syariah. Dengan Latest Program yang menampilkan keberagaman produk dan inovasi, BI berharap mampu menciptakan ekosistem yang lebih dinamis dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung perekonomian syariah. Acara ini juga menjadi kesempatan untuk membangun jaringan kerja sama antar UMKM, pelaku usaha, dan lembaga keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *