Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Topics Covered: Meski Rupiah Sentuh Rp 18.000, Purbaya Sebut Rating S&P Sinyal Ekonomi Kuat

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Meski Rupiah Sentuh Rp 18.000, Purbaya Sebut Rating S&P Sinyal Ekonomi Kuat Topics Covered – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pelemahan rupiah

Topics Covered: Meski Rupiah Sentuh Rp 18.000, Purbaya Sebut Rating S&P Sinyal Ekonomi Kuat

Meski Rupiah Sentuh Rp 18.000, Purbaya Sebut Rating S&P Sinyal Ekonomi Kuat

Topics Covered – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pelemahan rupiah yang mencapai level Rp 18.000 terhadap dolar AS bukanlah tanda kelemahan ekonomi Indonesia, melainkan hasil dari dinamika pasar global. Data Bloomberg menunjukkan rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,10 persen, mencapai Rp 18.091 per dolar AS. Purbaya berharap keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB dengan outlook stabil akan mendorong peningkatan sentimen investor dan memperkuat kepercayaan terhadap ekonomi nasional.

Menurut Purbaya, rating S&P Global Ratings ini menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh meski terjadi tekanan dari luar. “S&P tetap mempertahankan peringkat BBB dengan outlook stabil, yang menunjukkan bahwa kondisi ekonomi kita masih layak untuk diinvestasikan,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa S&P melihat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara jangka panjang, meski ada kritik terhadap kebijakan fiskal dan anggaran pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Pembuktian Kebijakan Fiskal yang Efektif

Salah satu aspek yang menjadi sorotan dalam penilaian S&P adalah konsistensi kebijakan fiskal pemerintah. Purbaya mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan selalu menjaga keseimbangan antara pengeluaran pemerintah dan pendapatan negara. “Kita tidak menutup mata terhadap tantangan, tetapi semua kebijakan diambil dengan pertimbangan matang,” ujarnya. Ia menambahkan, meski ada tekanan dari inflasi dan defisit anggaran, pemerintah tetap menjalankan kebijakan yang mendukung stabilitas makroekonomi.

“S&P memberi sinyal bahwa ekonomi Indonesia tidak perlu khawatir karena fondasi keuangan dan perekonomian kita masih kuat,” tegas Purbaya. Kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah, menurutnya, bertujuan untuk memperkuat daya tahan ekonomi dan menyiapkan sumber daya untuk menghadapi keadaan eksternal yang tidak pasti. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak bersifat impulsif, melainkan hasil dari analisis mendalam yang dilakukan oleh tim ekonomi dan keuangan.

Beberapa analis memprediksi bahwa pelemahan rupiah bisa berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat. Namun, Purbaya meyakinkan bahwa pemerintah telah melakukan beberapa langkah strategis untuk mengendalikan pergerakan mata uang. “Kita tetap melakukan kebijakan moneter yang terukur, termasuk mengatur tingkat suku bunga dan menjaga cadangan devisa,” imbuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa peran pemerintah dalam memperkuat kerja sama dengan Bank Indonesia dan lembaga keuangan lainnya sangat krusial untuk stabilisasi ekonomi.

Pengaruh Global dan Langkah Kebijakan

Kondisi ekonomi global, seperti fluktuasi harga komoditas dan kenaikan suku bunga di negara-negara maju, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi nilai tukar rupiah. Meski demikian, Purbaya meyakinkan bahwa ekonomi Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan dinamika tersebut. “Kita sudah ada langkah-langkah untuk meminimalkan dampak, seperti diversifikasi ekspor dan pengurangan ketergantungan pada impor,” jelasnya. Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing sektor produktif dan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang tepat.

“Tidak ada kebijakan fiskal yang liar, semua dipertimbangkan secara sistematis. Ini bukti bahwa pemerintah terus berusaha menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kehati-hatian terhadap inflasi,” papar Purbaya. Dalam wawancara dengan media, ia juga menyoroti pentingnya transparansi informasi ekonomi kepada publik dan investor. Menurutnya, S&P Global Ratings memperhatikan komunikasi yang jelas dari pemerintah sebagai indikator kepercayaan pasar.

Kebijakan fiskal Indonesia tidak hanya ditinjau dari perspektif dalam negeri, tetapi juga dinilai dari risiko dan peluang di tingkat global. S&P memandang bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam struktur perekonomian yang sehat, seperti daya dukung sektor manufaktur dan pertanian. “Kebijakan ekonomi kita tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada stabilitas,” kata Purbaya. Ia menambahkan, pemerintah berharap dengan rating yang dijaga S&P, investor asing akan kembali memperhatikan pasar modal Indonesia sebagai alternatif yang menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *