Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Solution For: BPH Migas Kawal Distribusi BBM Sumbagut, Antrean di SPBU Berangsur Terurai

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Berangsur Terurai Solution For: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus memberikan solusi untuk mempercepat normalisasi distribusi Bahan

Solution For: BPH Migas Kawal Distribusi BBM Sumbagut, Antrean di SPBU Berangsur Terurai

BPH Migas Kawal Distribusi BBM Sumbagut, Antrean di SPBU Berangsur Terurai

Solution For: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus memberikan solusi untuk mempercepat normalisasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara. Langkah-langkah penguatan distribusi yang diterapkan secara intensif mulai menunjukkan hasil nyata. Pada sejumlah titik, antrean pembelian BBM di SPBU, khususnya di Kota Medan dan sekitarnya, semakin berkurang, sehingga layanan kepada masyarakat mulai pulih. Solusi ini juga mencakup koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk memastikan ketersediaan bahan bakar di seluruh titik distribusi.

Langkah Penguatan Distribusi BBM

Untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan kapasitas armada mobil tangki hingga 35 persen. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan alih suplai dari tiga terminal utama, yaitu Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe. Solusi untuk mengatasi keterlambatan distribusi ini didukung oleh penyaluran BBM yang terus diperkuat, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi lebih cepat.

“Dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini,” ujar Wahyudi Anas, Kepala BPH Migas.

Dengan adanya solusi ini, stok BBM di Sumatera Utara saat ini dalam kondisi aman. Penambahan pasokan terjadi setelah dua kapal menyelesaikan proses pengisian Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite. Ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM.

Analisis Realisasi Penyaluran BBM

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPH Migas bersama PPN pada Jumat sore (17/7), sebagian besar SPBU di Medan telah kembali normal. “Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean,” tambah Wahyudi. Pemantauan yang terus dilakukan menunjukkan bahwa distribusi BBM kembali stabil, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan bakar dengan lebih lancar. Solusi untuk masalah ini juga memperhatikan kebutuhan pelanggan secara keseluruhan.

“Realisasi ini (solar dan Pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” terang Fathul.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menjelaskan bahwa evaluasi perlu difokuskan pada aspek distribusi. Peningkatan sistem peringatan dini dan pemantauan armada distribusi secara menyeluruh dianggap penting untuk mengantisipasi potensi hambatan lebih awal. Solusi untuk distribusi BBM mencakup pengelolaan logistik yang lebih terstruktur.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyatakan bahwa operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan lancar dan terus ditingkatkan secara 24 jam. Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. Peningkatan ini bertujuan memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU, sekaligus menjadi solusi untuk mengatasi antrean yang masih terjadi.

“Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” ujar Sunardi.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan BPH Migas juga melakukan inspeksi langsung ke beberapa SPBU di Medan. Hasilnya, penyaluran Solar dan Pertalite berlangsung lancar, dengan stok yang tetap terjaga melalui pengisian berkelanjutan. Perbaikan ini mulai dirasakan masyarakat, menunjukkan progres yang positif dalam upaya normalisasi distribusi BBM. Solusi yang diterapkan juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi sistem logistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *