Mentan Apresiasi Savoria Bangun Peternakan Sapi, Bantu Swasembada Susu
Facing Challenges – Dalam upaya mengatasi tantangan yang dihadapi sektor peternakan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan apresiasi kepada Savoria Group yang membangun peternakan sapi perah skala besar. Proyek peternakan milik PT Global Dairi Bersama (GDB) di Brebes, Jawa Tengah, menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi ketergantungan pada impor susu. “Kita harus mampu mengatasi tantangan pangan dengan membangun infrastruktur peternakan yang tangguh,” kata Amran dalam acara di Brebes, Senin (20/7). Proyek ini diharapkan meningkatkan kapasitas produksi susu nasional hingga mencapai 18 persen dari total produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN).
Menghadapi Tantangan Ketergantungan Impor
Ketergantungan Indonesia pada impor susu selama ini menjadi isu utama yang perlu diatasi. Dengan luas lahan 710 hektare dan kapasitas 30.000 ekor sapi, peternakan GDB dirancang untuk menjadi pusat produksi susu terbesar di Asia Tenggara. Menteri Amran menekankan bahwa proyek ini menjadi jawaban atas tantangan mencapai swasembada pangan. “Setiap tantangan yang kita hadapi, seperti permintaan pasar yang meningkat atau persaingan dengan produk impor, bisa diatasi melalui inovasi seperti ini,” tambahnya. Keterlibatan teknologi modern juga dianggap kunci untuk menjaga kualitas dan konsistensi produksi susu.
Dalam menyongsong tantangan tersebut, Savoria Group menyatakan komitmen untuk membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan. CEO perusahaan, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang agar bisa mengejar target produksi susu segar 180.000 ton per tahun. “Kita perlu menghadapi tantangan distribusi dan pengelolaan sumber daya secara efisien,” ujarnya. Savoria menargetkan 18 persen dari SSDN akan berasal dari peternakan ini, yang menjadi salah satu bukti bahwa perusahaan lokal mampu mengatasi kekurangan produksi sebelumnya.
Inovasi Teknologi untuk Menjaga Kualitas Susu
Inovasi teknologi digital (IoT) menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan peternakan modern. Savoria Group menerapkan sistem kalung ID pada setiap sapi perah untuk memantau kualitas susu secara real-time. “Dengan teknologi ini, kita bisa mengatasi tantangan konsistensi produksi, karena setiap sapi memiliki data unik yang diukur secara akurat,” terang Ihsan. Metode ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan hasil produksi sesuai standar internasional.
Selain teknologi, proyek ini juga diharapkan mampu menghadapi tantangan lingkungan. Dengan luas lahan yang cukup besar, Savoria Group berencana mengintegrasikan sistem pengelolaan limbah dan penggunaan energi terbarukan. “Kita harus mampu menghadapi tantangan ekosistem, baik dari segi keberlanjutan maupun produktivitas,” kata Amran. Proyek ini menjadi contoh bagaimana bisnis pertanian bisa berkontribusi pada pangan sekaligus ekologi.
Peternakan GDB juga diharapkan mampu menjadi solusi untuk tantangan tenaga kerja lokal. Dengan investasi besar dalam infrastruktur, Savoria Group berencana menciptakan ribuan lapangan kerja di Jawa Tengah. “Proyek ini tidak hanya mengatasi tantangan produksi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan peternak,” jelas Ihsan. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun industri pertanian yang lebih berdaya saing.
Dalam konteks tantangan pangan global, proyek ini menunjukkan komitmen Savoria Group untuk menjadi pionir. “Indonesia harus mampu menghadapi tantangan perubahan iklim dan permintaan pasar yang meningkat, dan proyek ini menjadi bagian dari solusi,” terang Amran. Dengan kapasitas produksi dua setengah kali lipat dari produksi Jawa Tengah saat ini, peternakan GDB dianggap mampu menjadi pendorong utama keberhasilan swasembada susu.
Pengembangan peternakan skala besar ini juga memperkuat upaya mengatasi tantangan ketergantungan impor yang selama ini menghambat pangan nasional. “Kita perlu mengejar tantangan ini dengan ekspansi dan inovasi, sehingga bisa mengurangi defisit susu secara signifikan,” imbuh Amran. Kebijakan pemerintah dan partisipasi swasta seperti Savoria Group dinilai sebagai langkah maju untuk mencapai kemandirian pangan di bidang susu.
