Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Special Plan: Bahlil Minta Evaluasi Menyeluruh Pemadaman Listrik Bergilir: Kendalinya di PLN

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Special Plan: Bahlil Minta PLN Evaluasi Penuh Pemadaman Listrik Bergilir Special Plan - Dalam rangka memperkuat upaya mitigasi, Menteri Energi dan Sumber Daya

Special Plan: Bahlil Minta Evaluasi Menyeluruh Pemadaman Listrik Bergilir: Kendalinya di PLN

Special Plan: Bahlil Minta PLN Evaluasi Penuh Pemadaman Listrik Bergilir

Special Plan – Dalam rangka memperkuat upaya mitigasi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya penerapan Special Plan yang lebih terukur dan menyeluruh dalam pengelolaan pasokan listrik oleh PT PLN (Persero). Special Plan ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Bahlil menjelaskan bahwa masalah listrik ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan sehari-hari masyarakat, tetapi juga berdampak pada produktivitas ekonomi dan kebutuhan pangan.

“Saya menyadari adanya kendala dalam pasokan listrik beberapa daerah. Oleh karena itu, PLN perlu melaksanakan Special Plan secara komprehensif. Perusahaan harus bertindak lebih cepat dan terkoordinasi, karena Special Plan merupakan kebijakan pemerintah untuk memastikan keandalan layanan energi,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (21/6).

Pemadaman Listrik Bergilir dan Tantangan Pasokan Bahan Bakar

Pemadaman listrik bergilir kerap terjadi di Indonesia akibat ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan energi. Bahlil menyoroti bahwa Special Plan harus menjadi acuan utama dalam mengatasi fenomena ini. Ia menyatakan, meskipun kebutuhan batu bara PLN telah diantisipasi dengan alokasi sebesar 180-190 juta ton, ada beberapa lokasi yang masih mengalami defisit. “Kekurangan pasokan hanya terjadi di wilayah tertentu, tapi PLN harus berupaya menyeluruh untuk menutupi kesenjangan tersebut,” tambah Bahlil.

Menurut Bahlil, Special Plan tidak hanya tentang peningkatan pasokan bahan bakar, tetapi juga efisiensi penggunaan energi dan keterlibatan masyarakat dalam penghematan listrik. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya yang lebih terpadu, terutama di daerah-daerah yang rentan mengalami gangguan pasokan. “Kami ingin Special Plan ini menjadi pusat koordinasi untuk memperbaiki sistem pasokan listrik secara keseluruhan,” jelasnya.

Komitmen Pemerintah dan PLN dalam Membangun Infrastruktur Listrik

Bahlil menegaskan bahwa Special Plan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan akses listrik merata ke seluruh Indonesia. Ia menyebutkan bahwa selain kebijakan pemadaman listrik bergilir, PLN juga diwajibkan menyelesaikan masalah infrastruktur di wilayah yang belum terlayani. “Dengan Special Plan, kami berharap semua daerah bisa mendapatkan pasokan energi yang stabil dan terjangkau,” imbuhnya.

Dalam implementasi Special Plan, Bahlil meminta PLN untuk mengoptimalkan kerja sama dengan pihak terkait, seperti perusahaan energi lainnya dan lembaga keuangan. Ia juga mendorong pemanfaatan sumber daya terbarukan sebagai alternatif tambahan. “Kebutuhan listrik tidak boleh tergantung sepenuhnya pada batu bara. Special Plan harus mencakup diversifikasi sumber daya dan keberlanjutan ekosistem energi,” paparnya.

“Program BPBL dan Lisdes adalah bagian dari Special Plan untuk mendorong keberlanjutan pasokan listrik. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat, baik di daerah urban maupun pedesaan, terpenuhi secara merata,” kata Bahlil dalam pembukaan program BPBL di Purworejo.

Progres dan Tantangan dalam Penyediaan Listrik

Hingga 2025, Special Plan diharapkan mampu menjangkau 1.403 lokasi yang belum terpenuhi listrik, meliputi Aceh hingga Papua Selatan. Sementara itu, program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) telah menambah akses listrik ke 220.845 rumah tangga, dengan 19.161 di antaranya berada di Jawa Tengah. Bahlil menyebutkan bahwa progres ini adalah bukti komitmen Special Plan dalam menyelesaikan masalah infrastruktur energi.

Walau demikian, tantangan terus ada. Bahlil menyoroti bahwa Special Plan perlu disertai pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada kelemahan dalam distribusi. “Kami berharap PLN terus meningkatkan kinerja, dan Special Plan menjadi pedoman utama dalam pengambilan keputusan teknis. Tidak boleh ada lagi wilayah yang terabaikan,” tegasnya. Dengan Special Plan, pemerintah ingin mewujudkan visi keberlanjutan energi yang lebih baik, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *