Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Harga Komoditas: Minyak Dunia Melesat 1 Persen – Nikel dan Timah Melemah

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Harga Komoditas: Minyak Dunia Melesat 1 Persen, Nikel dan Timah Melemah Harga Komoditas - Pada Senin (20/7), harga minyak bergerak naik lebih dari 1 persen.

Harga Komoditas: Minyak Dunia Melesat 1 Persen – Nikel dan Timah Melemah

Harga Komoditas: Minyak Dunia Melesat 1 Persen, Nikel dan Timah Melemah

Harga Komoditas – Pada Senin (20/7), harga minyak bergerak naik lebih dari 1 persen. Peningkatan ini terjadi di tengah keputusan kelompok Houthi di Yaman untuk menerapkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Pasar juga mengantisipasi kemungkinan dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dikutip dari Reuters, kontrak minyak mentah Brent mengalami kenaikan USD 1,12 atau sekitar 1,3 persen menjadi USD 89,22 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 74 sen atau 0,9 persen ke USD 83,23 per barel. “Meskipun konflik belum usai, harapan akan pemulihan perundingan antara AS dan Iran berdampak positif pada penurunan ketakutan akan gangguan pasokan minyak serta jalur pelayaran di Selat Hormuz,” jelas Daniela Hathorn, Analis Pasar Senior Capital.com.

Konflik di Timur Tengah memang kembali memanas akhir pekan lalu. AS melakukan serangan terhadap Iran selama sembilan malam berturut-turut, sementara negara-negara sekutu seperti Kuwait dan Bahrain melaporkan adanya serangan baru dari Iran.

Harga Komoditas Lain

Dikutip dari Barchart, harga CPO untuk kontrak Agustus turun 0,35 persen ke MYR 4.552 per ton. Di sisi lain, harga batu bara berjangka Newcastle naik 0,30 persen menjadi USD 133,75 per ton.

Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel mengalami penurunan 0,19 persen ke USD 16.929 per ton. Sementara itu, harga timah juga melemah 0,66 persen ke USD 52.878 per ton.

“Meskipun konflik belum usai, harapan akan pemulihan perundingan antara AS dan Iran berdampak positif pada penurunan ketakutan akan gangguan pasokan minyak serta jalur pelayaran di Selat Hormuz,” jelas Daniela Hathorn, Analis Pasar Senior Capital.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *