Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Gerindra: Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisir

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Partai Gerindra memberikan klarifikasi terkait posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak bersebelahan dengan Presiden Prabowo Subianto

Gerindra: Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisir

Gerindra: Posisi Duduk Gibran dalam Sidang Kabinet Hanya Soal Teknis

Kabarnusantaraku.com – Partai Gerindra memberikan klarifikasi terkait posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak bersebelahan dengan Presiden Prabowo Subianto selama sidang kabinet baru-baru ini. Menurut partai tersebut, kedua pemimpin negara ini saling melengkapi dalam menjalankan tugas pemerintahan dan tidak perlu adanya dramatisasi berlebihan terhadap hubungan mereka.

Respons Ketua DPP Gerindra

Bambang Haryadi, yang menjabat sebagai Ketua DPP Gerindra, menyampaikan tanggapan atas perbincangan publik mengenai hal ini. Ia menjelaskan bahwa kekhawatiran soal posisi duduk Gibran sebenarnya hanya bersifat teknis semata. Hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden dinilai berjalan baik-baik saja.

“Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak,” kata Bambang pada Rabu (22/7).

Menurut Bambang, Prabowo telah lama memberikan ruang yang luas bagi Gibran untuk menjalankan peran sebagai wakil presiden. Salah satu contoh nyata adalah kegiatan Gibran yang sering berkeliling ke berbagai daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memastikan program pemerintah berjalan sesuai rencana.

“Mas Gibran berkeliling ke daerah-daerah untuk mengecek program pemerintah telah berjalan sesuai atau masih perlu perbaikan dan menyerap aspirasi masyarakat, mewakili Presiden. Itu bentuk kekompakan yang nyata antara Pak Presiden dengan Mas Wapres,” jelas Bambang.

Penjelasan Soal Tata Letak Sidang

Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar pada Senin (20/7) di Istana Negara, Jakarta, menghadirkan para menteri, wakil menteri, kepala lembaga, serta penasihat dan utusan khusus presiden. Dalam pertemuan tersebut, meja Presiden ditempatkan di tengah dengan menghadap seluruh anggota kabinet yang duduk membentuk huruf U.

Yang menjadi perhatian publik adalah posisi Gibran yang tidak duduk di samping Prabowo, melainkan berada di jajaran menteri. Hal ini berbeda dari sidang kabinet sebelumnya di mana Gibran duduk sejajar dengan Presiden.

Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa SKP semester pertama 2026 dimanfaatkan oleh Presiden untuk memberikan evaluasi dan arahan langsung kepada seluruh anggota kabinet. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memerlukan bantuan teleprompter karena banyaknya program yang akan dijelaskan dan perlu didukung oleh data-data.

“Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau Saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter,” imbuh Prasetyo Hadi.

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keperluan teknis menjadi alasan utama perubahan tata letak meja antara Presiden dan Wakil Presiden. Ia memastikan tidak ada kepentingan lain yang perlu dikhawatirkan oleh masyarakat.

“Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau Saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” katanya.

Gerindra Minta Publik Tidak Berspekulasi

Bambang kembali menekankan bahwa publik tidak perlu terlalu banyak berspekulasi mengenai hubungan antara Prabowo dan Gibran. Ia menegaskan bahwa keduanya saling melengkapi dalam menjalankan pemerintahan.

“Jadi jangan didramatisir. Presiden dan wakil presiden bekerja saling melengkapi. Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan menframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh,” ujar Sekretaris Fraksi Gerindra DPR tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *