Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

BNI Dukung Festival Seni MSI 2026, Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM Nasional

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan sektor

BNI Dukung Festival Seni MSI 2026, Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM Nasional

BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Nasional

Kabarnusantaraku.com – Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan sektor budaya dan ekonomi kreatif. Melalui inisiatif strategisnya, BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 yang akan diselenggarakan pada 21 hingga 23 Juli 2026 mendatang. Acara bergengsi ini akan berlangsung di Graha Jalapuspita, kawasan Jakarta Selatan, dan menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan seni, budaya, serta peluang bisnis bagi pelaku UMKM.

Festival dengan tema utama ‘Harmoni Budaya Indonesia’ dan subtema ‘Rampak Melayu’ ini resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Kehadiran Sari Ramdhani Basri sebagai Ketua Umum MSI serta Rochmadiati Sri Harmoko sebagai Ketua Dewan Pengawas MSI menambah prestige acara ini. Dukungan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga platform strategis untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Peran Strategis BNI dalam Ekosistem Kreatif

Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, menekankan bahwa acara ini berfungsi sebagai wadah kolaborasi bagi para pelaku seni, komunitas lokal, dan pelaku UMKM. Melalui forum ini, mereka dapat memperkenalkan karya-karya terbaik sekaligus memperluas jangkauan pasar. BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 sebagai wujud nyata dari komitmen bank dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

“Budaya merupakan identitas bangsa yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Melalui dukungan terhadap Festival Seni & Bazaar MSI 2026, BNI berharap semakin banyak ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku seni, komunitas, dan UMKM,” ujar Okki dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Okki, nilai ekonomi dari pelestarian budaya dapat meningkat signifikan apabila didukung oleh pengembangan produk kreatif, strategi promosi yang tepat, serta kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan. Hal ini sejalan dengan semangat Swadharma Bhakti Nagara yang terus diusung BNI selama delapan dekade pengabdiannya kepada Indonesia. Dengan pendekatan holistik, BNI memastikan bahwa setiap kegiatan yang didukung memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dampak Ekonomi dan Proyeksi Peserta

Festival ini menyajikan beragam kegiatan menarik, mulai dari gelar wicara, peragaan busana, pertunjukan musik dan tari tradisional, hingga bazar UMKM. Selain itu, tersedia pula kegiatan edukatif khusus untuk anak-anak. Produk yang dipamerkan mencakup wastra Nusantara, batik, kebaya, kerajinan tangan, dan berbagai jenis kuliner yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

Kehadiran bazar memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat luas serta menjajaki potensi kerja sama bisnis. Penyelenggara memproyeksikan festival ini mampu menjangkau lebih dari 50.000 orang melalui berbagai kanal promosi digital dan konvensional. Angka ini menunjukkan potensi besar festival dalam meningkatkan visibilitas produk UMKM nasional.

“BNI percaya bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui dukungan terhadap kegiatan yang mengangkat seni, budaya, dan UMKM, kami ingin turut memperkuat fondasi ekonomi kreatif Indonesia,” kata Okki.

Dengan proyeksi kunjungan langsung sebanyak 1.000 hingga 1.500 orang selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi seniman, pelaku kreatif, dan UMKM di seluruh Indonesia. Dukungan BNI terhadap MSI 2026 ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor perbankan dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *