Penyelidikan Kematian Sutrimo: Ketua RT Ingatkan Laporan Ojek tentang Pria Pingsan
Kabarnusantaraku.com – Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai kematian seorang pria bernama Sutrimo. Pria tersebut ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri sebelum akhirnya meninggal dunia di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selama proses penyelidikan berlangsung, Ima sebagai Ketua RT 11 Kelurahan Pulo mengungkapkan bahwa dirinya pernah menerima kabar adanya seseorang yang pingsan di area tempat jenazah korban ditemukan.
Laporan dari Pengemudi Ojek
Ima menjelaskan bahwa informasi pertama kali ia terima dari seorang pengemudi ojek. Hal ini terjadi pada Kamis (23/7) saat ia hendak memulai aktivitasnya. Saat itu, laporan yang diterima hanya menyebutkan bahwa seorang pria pingsan di tepi jalan dan telah diantar ke rumah sakit.
“Pas saya mau berangkat itu, tukang ojek bilang ada orang pingsan. Ada orang pingsan di pinggir jalan, sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar Ima di depan Mordent Esthetic Clinic, Jakarta Selatan, Minggu (26/7).
Menurut keterangan Ima, tidak ada warga sekitar yang melaporkan kejadian tersebut kepadanya. Oleh karena itu, ia berasumsi bahwa pria yang ditemukan tidak sadarkan diri tersebut bukanlah penduduk wilayahnya. Ia pun tidak terlalu memikirkannya lebih lanjut karena mengira orang tersebut sudah pulih.
“Enggak ada yang lapor berarti bukan warga saya. Jadi saya enggak, apa ya, enggak terus mikirin lagi. Saya pikir udah sembuh orangnya, gitu saya,” katanya.
Ketidakpahaman tentang Klinik
Ima juga mengakui bahwa ia tidak mengenal Sutrimo maupun mengetahui kegiatan yang berlangsung di Mordent Esthetic Clinic. Bahkan, ia sempat mengira bangunan tersebut sudah lama tidak beroperasi. Ia menduga pria yang pingsan itu hanyalah orang yang sedang lewat.
“Saya enggak ngerti. Saya pikir ini rumah kosong, jadi saya pikir orang lewat yang pingsan. Rumah kosong jadi saya enggak tahu,” ucapnya.
Ima memperkirakan klinik tersebut telah lama kosong. Ia juga mengaku tidak yakin apakah masih ada penjaga yang tinggal di bangunan itu. Menurutnya, dulunya ada penghuni, namun belakangan ini ia kurang memahami kondisinya karena rumahnya terletak di belakang.
“Sejauh ini dulu ada (penunggu), tetapi akhir-akhir ini saya kurang paham, enggak tahu saya. Gak pernah lihat, karena saya rumahnya di belakang,” ungkapnya.
Koneksi dengan Febrie Adriansyah
Sementara itu, Polda Metro Jaya masih mendalami informasi yang menyebutkan bahwa Sutrimo merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa informasi tersebut masih dalam proses pendalaman.
“Masil didalami,” kata Budi kepada wartawan, Minggu (26/7).
Di sisi lain, pengacara Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, menyatakan bahwa ia belum mengetahui informasi mengenai identitas Sutrimo yang disebut sebagai Karumga eks Jampidsus tersebut.
Sutrimo sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Mordent Esthetic Clinic pada Kamis (23/7). Korban kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal dunia. Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta mendalami sejumlah petunjuk lain untuk mengungkap penyebab kematian korban.
