Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Harga Daging Ayam Naik Jadi Rp 30 Ribu per Kilogram, Telur Ayam Rp 29 Ribu

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Harga Daging Ayam Naik Jadi Rp 30.000 per kilogram menjadi kabar yang langsung menarik perhatian para pembeli di Pasar Tebet, Jakarta Selatan. Peristiwa ini

Harga Daging Ayam Naik Jadi Rp 30 Ribu per Kilogram, Telur Ayam Rp 29 Ribu

Fluktuasi Harga Komoditas di Pasar Tebet: Daging dan Telur Melonjak, Cabai Turun

Kabarnusantaraku.com – Harga Daging Ayam Naik Jadi Rp 30.000 per kilogram menjadi kabar yang langsung menarik perhatian para pembeli di Pasar Tebet, Jakarta Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 27 Juli 2020, ketika berbagai kebutuhan pokok menunjukkan pergerakan harga yang beragam. Selain daging ayam, telur dan daging sapi juga mengalami peningkatan nilai jual. Di sisi lain, ketersediaan pasokan yang melimpah membuat harga cabai justru anjlok signifikan. Fenomena ini memberikan gambaran jelas tentang dinamika pasar lokal yang terus berubah setiap hari.

Lonjakan Harga Daging Ayam dan Telur

Iyus, seorang pedagang berpengalaman di Pasar Tebet Barat, mengonfirmasi bahwa daging ayam kini dibanderol Rp 30.000 per kilogram. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya harga sempat lebih rendah, namun kemudian naik drastis. Peningkatan ini dirasakan langsung oleh para pedagang maupun konsumen yang berbelanja di lokasi tersebut.

“Kemarin-kemarin waktu anak libur sekolah Rp 20.000, kan enggak ada MBG-nya,” ujar Iyus sambil menjelaskan kondisi pasar sebelumnya.

Peningkatan juga terlihat pada harga ayam per ekor di lokasi yang sama. Rubiem, pedagang lain di Pasar Tebet Barat, menyebutkan bahwa kenaikan baru terjadi dalam dua hari terakhir. Ia menambahkan bahwa harga ayam yang biasanya Rp 45.000 per ekor kini naik menjadi Rp 48.000. Hal ini menunjukkan bahwa Harga Daging Ayam Naik Jadi tidak hanya terjadi dalam skala kecil, tetapi juga mempengaruhi harga ayam utuh.

Sementara itu, telur ayam juga menunjukkan tren kenaikan di kedua pasar. Nilai jual telur saat ini berkisar antara Rp 28.000 hingga Rp 29.000 per kilogram. Muri, pedagang telur di Pasar Tebet Timur, mengungkapkan bahwa harga telur cukup dinamis dalam beberapa pekan terakhir. Fluktuasi ini terjadi karena berbagai faktor, termasuk permintaan pasar dan ketersediaan pasokan dari peternak.

“Dari harga kemarin naik. Sebelumnya sempat turun sampai Rp 25 ribu minggu kemarin, padahal sebelumnya sempat Rp 35 ribu. Harga telur memang enggak tentu dalam satu bulan,” jelas Muri.

Zaenal, pedagang telur di Pasar Tebet Barat, menambahkan bahwa fluktuasi harga telur terjadi hampir setiap hari. Perubahan ini mengikuti penetapan harga oleh para pemasok yang juga menyesuaikan dengan kondisi pasar. Konsumen perlu lebih cermat dalam merencanakan belanja bulanan mengingat ketidakpastian harga yang terjadi.

Daging Sapi Tetap Tinggi, Cabai Mulai Turun

Harga daging sapi bertahan di level tinggi, yakni Rp 170.000 per kilogram. Heru, pedagang di Pasar Tebet Timur, mencatat bahwa sebelumnya harga berada di kisaran Rp 150.000 hingga Rp 160.000 per kilogram. Ia menegaskan bahwa tidak ada penurunan harga daging sapi meskipun permintaan pasar juga mengalami perubahan. Kondisi ini membuat konsumen beralih ke protein alternatif seperti ayam dan telur.

“Intinya sama lah, kenaikan. Enggak ada turunnya harga daging,” kata Heru.

Nuralam, pedagang daging sapi di Pasar Tebet Barat, juga merasakan dampak serupa. Ia menjelaskan bahwa harga daging terus meningkat sejak usai hari raya. Kondisi ini menyebabkan volume penjualan harian berkurang secara signifikan. Banyak konsumen yang mengurangi frekuensi pembelian daging sapi karena harga yang dianggap terlalu tinggi.

“Dari selesai Lebaran bukannya turun malah naik. Pembelinya berkurang banyak, jadi ngurangin stok. Sekarang laku 30 kilogram saja sudah alhamdulillah banget,” kata Nuralam.

Berbeda dengan daging, harga cabai justru menunjukkan tren penurunan. Hal ini disebabkan oleh pasokan yang melimpah di tingkat distributor. Adul, pedagang sayur di Pasar Tebet Timur, menjual cabai rawit merah dan cabai merah besar seharga Rp 50.000 per kilogram. Cabai hijau dijual Rp 40.000 per kilogram. Ia juga menyebutkan bahwa harga cabai keriting sebelumnya Rp 60.000 dan cabai rawit Rp 80.000.

Di Pasar Tebet Barat, harga cabai rawit merah dan hijau berada di kisaran Rp 60.000 per kilogram. Cabai keriting merah dijual Rp 50.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting hijau Rp 40.000 per kilogram. Penurunan harga cabai ini memberikan angin segar bagi para pedagang dan konsumen yang membutuhkan bumbu masakan sehari-hari.

Kesimpulannya, dinamika harga di Pasar Tebet menunjukkan bahwa fluktuasi terjadi secara berkala. Dengan Harga Daging Ayam Naik Jadi menjadi salah satu indikator utama, para pedagang dan konsumen perlu lebih adaptif terhadap perubahan pasar. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *