Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Bandara Husein Sastranegara Dapat Sertifikat Layani Pesawat Jet Boeing 737-800

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Bandara Husein Sastranegara Dapat Sertifikat resmi untuk melayani pesawat jet berbadan sedang. Langkah bersejarah ini menandai transformasi besar bagi

Bandara Husein Sastranegara Dapat Sertifikat Layani Pesawat Jet Boeing 737-800

Bandara Husein Sastranegara Raih Sertifikat untuk Pesawat Jet Boeing 737-800

Kabarnusantaraku.com – Bandara Husein Sastranegara Dapat Sertifikat resmi untuk melayani pesawat jet berbadan sedang. Langkah bersejarah ini menandai transformasi besar bagi penerbangan di Kota Bandung. Kementerian Perhubungan menerbitkan Sertifikat Bandar Udara (SBU) dengan nomor 005.1/SBU/VII/2026 pada tanggal 23 Juli 2026. Dokumen penting ini diberikan kepada PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara sebagai operator bandara.

Sertifikat baru ini memberikan izin operasional untuk mengoperasikan pesawat jet, khususnya model Boeing 737-800. Selain itu, bandara juga telah memenuhi standar fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7. Pencapaian ini merupakan hasil dari program optimalisasi yang digagas oleh InJourney Airports untuk meningkatkan kualitas layanan penerbangan di Bandung.

Perbaikan Infrastruktur dan Fasilitas Bandara

Untuk menyambut kehadiran pesawat jet, berbagai perbaikan infrastruktur telah dilakukan secara komprehensif. Runway, taxiway, dan apron mengalami peningkatan kualitas yang signifikan. Kapasitas fasilitas PKP-PK juga ditingkatkan dari kategori 5 menjadi kategori 7 sesuai dengan regulasi penerbangan yang berlaku. Transformasi ini dilakukan melalui tiga pilar utama, yaitu Premises, People, dan Process.

Pada aspek fasilitas atau Premises, terminal penumpang mengalami renovasi menyeluruh dengan konsep modern. Desain terminal memadukan unsur budaya Jawa Barat untuk menciptakan identitas lokal yang kuat. Pembenahan mencakup berbagai fasilitas pendukung seperti toilet, musala, nursery room, serta area tunggu transportasi umum. Fasad terminal dan lanskap di sisi udara juga diperbaiki untuk meningkatkan estetika secara keseluruhan.

Penumpang kini dapat mengakses coworking space yang tersedia saat menunggu jadwal penerbangan. Arie Ahsanurrohim, Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, menjelaskan bahwa fokus pada pilar Premises bertujuan meningkatkan pengalaman pelanggan melalui renovasi dan beautifikasi terminal. Upaya ini sejalan dengan visi bandara untuk menjadi pusat penerbangan modern di Jawa Barat.

Dukungan dan Optimisme untuk Masa Depan

Arie menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan. Ia menyebutkan peran penting Kementerian Perhubungan, TNI AU, Pemprov Jawa Barat, dan Pemkot Bandung. Melalui keterangannya pada Senin (27/7), ia menegaskan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada InJourney Airports dalam mewujudkan visi baru bandara.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan, TNI AU, Pemprov Jawa Barat, Pemkot Bandung, dan seluruh pihak atas dukungan yang diberikan kepada InJourney Airports dalam melakukan berbagai persiapan optimalisasi Bandara Husein Sastranegara.”

Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan menyesuaikan kebutuhan personel untuk mendukung operasional harian. Seluruh proses layanan penumpang, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga pengantaran dan penjemputan, dipastikan berjalan lancar. Dengan persiapan yang matang, Arie optimis bandara akan kembali melayani berbagai jenis penerbangan. Rencana mencakup penerbangan berjadwal domestik maupun internasional menggunakan pesawat jet dan baling-baling. Selain itu, penerbangan niaga tidak berjadwal serta penerbangan nonniaga juga akan kembali beroperasi di bandara tersebut.

Kehadiran sertifikat ini membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi regional. Bandara Husein Sastranegara Dapat Sertifikat untuk melayani lebih banyak rute penerbangan dengan kapasitas yang lebih besar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas Bandung dengan kota-kota besar di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *