Presiden Prabowo Menginstruksikan Destry Damayanti Perkuat Koordinasi KSSK
Kabarnusantaraku.com – Sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti baru saja menjalani pertemuan penting dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo Beri Arahan ke Destry untuk segera meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Arahan ini menjadi langkah strategis mengingat posisi krusial BI di tengah dinamika ekonomi nasional. Pertemuan yang berlangsung pada hari Senin, 27 Juli ini menghasilkan sejumlah instruksi yang akan segera diimplementasikan oleh seluruh pihak terkait.
Memperkuat Sinergi Antar Lembaga KSSK
Destry Damayanti menjelaskan bahwa fokus utama arahan dari Presiden adalah penguatan kerja sama di antara keempat anggota KSSK. Komite ini terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Menurut Destry, koordinasi yang lebih erat diperlukan untuk memastikan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh masing-masing lembaga saling mendukung dan tidak bertentangan.
Intinya adalah ke depan bagaimana KSSK, di dalam KSSK juga terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama khususnya terkait dengan kebijakan-kebijakan di mana masing-masing kita ada kebijakan yang bisa harus kita koordinasikan.
Lebih jauh, Destry menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh inisiatif KSSK maupun pemerintah. Dukungan ini sejalan dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan sebagai garis besar oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, Prabowo Beri Arahan ke Destry ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem keuangan yang lebih stabil dan responsif terhadap berbagai tantangan ekonomi.
Pesan Stabilisasi untuk Pelaku Pasar
Dalam kesempatan yang sama, Destry menyampaikan pesan tenang kepada para pelaku pasar keuangan. Ia menekankan bahwa Bank Indonesia akan terus menjalankan kebijakan yang telah ada sebelumnya tanpa perubahan signifikan. Stabilitas nilai tukar tetap menjadi kunci utama dari kebijakan moneter yang akan dijalankan oleh BI ke depannya.
Tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya. Jadi kebijakan kami tidak berubah, bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini.
Pernyataan ini disampaikan dengan tujuan untuk menenangkan sentimen pasar yang mungkin mengalami fluktuasi akibat perubahan kepemimpinan di BI. Destry juga menambahkan bahwa keputusan-keputusan di BI akan diambil secara kolektif oleh lima Anggota Dewan Gubernur termasuk dirinya sendiri.
Komitmen Kebijakan Makro-Finansial
Di luar koordinasi KSSK, Destry juga menegaskan bahwa BI akan mempertahankan pendekatan pro-pertumbuhan melalui kebijakan makro-finansial. Insentif untuk dana capital inflow akan tetap dipertahankan, termasuk melalui penurunan biaya hedging. Langkah ini bertujuan untuk menarik investasi asing sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Jadi kebijakan itu masih tetap kami lakukan. Dan juga di Bank Indonesia ini kepemimpinan dilakukan secara kolektif-kolegial. Jadi kami berlima dengan ADG yang lain akan terus komitmen dan terus melanjutkan tugas kami sesuai dengan amanah yang telah dimandatkan kepada kami di Bank Indonesia.
Dengan demikian, Prabowo Beri Arahan ke Destry ini bukan hanya sekadar instruksi administratif, melainkan fondasi penting untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional. Seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama secara optimal untuk mewujudkan tujuan tersebut.
