Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Laba Bersih BCA Rp 29,5 T per Semester I, Penyaluran Kredit Tembus Rp 1.000 T

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Laba Bersih BCA Rp 29 5 T menjadi pencapaian gemilang yang diraih oleh PT Bank Central Asia Tbk bersama seluruh entitas anaknya pada semester pertama tahun

Laba Bersih BCA Rp 29,5 T per Semester I, Penyaluran Kredit Tembus Rp 1.000 T

BCA Catat Pencapaian Luar Biasa: Laba Bersih BCA Rp 29 5 T dan Kredit Tembus Rp 1.000 T

Kabarnusantaraku.com – Laba Bersih BCA Rp 29 5 T menjadi pencapaian gemilang yang diraih oleh PT Bank Central Asia Tbk bersama seluruh entitas anaknya pada semester pertama tahun 2026. Pencapaian ini menandai pertumbuhan positif sebesar 1,8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencatatkan angka Rp 29 triliun. Angka ini menunjukkan konsistensi BCA dalam mempertahankan kinerja keuangan yang solid di tengah dinamika ekonomi nasional.

Selain laba bersih yang melampaui ekspektasi, BCA juga mencatatkan pencapaian bersejarah dalam penyaluran kredit. Total penyaluran kredit perbankan ini kini mencapai Rp 1.036 triliun, sebuah angka yang belum pernah tercapai sebelumnya dalam sejarah perseroan. Pertumbuhan ini mencapai 8 persen secara tahunan atau year on year, menunjukkan kepercayaan pasar yang semakin tinggi terhadap layanan perbankan BCA.

Performa Dana Pihak Ketiga dan CASA

Dari sisi pendanaan, BCA berhasil meningkatkan giro dan tabungan atau yang dikenal dengan istilah CASA sebesar 10,2 persen secara tahunan. Peningkatan ini membawa total CASA menjadi Rp 1.082 triliun, yang kemudian mendorong total dana pihak ketiga naik 7,9 persen menjadi Rp 1.284 triliun. Porsi CASA tercatat sebesar 84,3 persen dari total DPK dengan biaya dana yang tetap terjaga pada level yang kompetitif.

Kekuatan CASA ini menjadi fondasi penting bagi BCA dalam menyalurkan kredit dengan biaya yang efisien. Dengan rasio CASA yang tinggi, bank dapat menawarkan suku bunga yang menarik bagi nasabah sekaligus menjaga margin keuntungan yang sehat. Hal ini juga menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap stabilitas BCA sebagai bank terbesar di Indonesia.

Penyaluran Kredit Produktif ke Berbagai Sektor

Pertumbuhan kredit ditopang oleh pembiayaan produktif yang naik 11 persen menjadi Rp 802 triliun. Komposisi penyaluran kredit ini meliputi kredit korporasi yang tumbuh 13,6 persen menjadi Rp 513,4 triliun serta kredit komersial dan UKM yang meningkat 6,6 persen menjadi Rp 288,5 triliun. Penyaluran ke sektor korporasi menunjukkan fokus BCA pada bisnis-bisnis besar yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Sementara itu, kredit komersial dan UKM yang terus bertumbuh menunjukkan komitmen BCA dalam mendukung pelaku usaha kecil dan menengah. Sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja. Dengan penyaluran yang tepat sasaran, BCA memastikan bahwa kredit yang disalurkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kualitas Aset dan Inisiatif Green Financing

Di sisi kualitas aset, rasio loan at risk dan non-performing loan masing-masing berada di level 4,9 persen dan 1,9 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa BCA mampu menjaga kualitas portofolio kreditnya dengan baik meskipun melakukan ekspansi penyaluran yang agresif. Pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan atau green financing mencapai 19 persen secara tahunan menjadi Rp 123 triliun.

Pertumbuhan green financing ini didorong oleh pembiayaan sektor energi terbarukan yang melonjak 82 persen menjadi Rp 7,7 triliun serta kredit kendaraan bermotor listrik yang naik 25 persen menjadi Rp 4 triliun. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen global dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung transisi energi menuju sumber daya yang lebih berkelanjutan.

BCA berterima kasih atas seluruh kepercayaan nasabah setia selama ini, sehingga kami dapat terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik.

Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA, menjelaskan bahwa perseroan menjaga penyaluran kredit secara pruden ke berbagai sektor. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung perekonomian nasional melalui penyaluran kredit yang berkualitas dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan.

Kinerja perseroan pada paruh pertama 2026 juga ditopang oleh penyelenggaraan BCA Expoversary 2026 serta penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor. Pernyataan tersebut disampaikan Hendra dalam konferensi pers Kinerja BCA Kuartal II 2026 secara daring pada Selasa (28/7). Dengan fondasi yang kuat dan strategi yang tepat, BCA siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dan terus memberikan nilai terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *