Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Cerita Penumpang saat LRT Gangguan di Cawang

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para pengguna LRT Jabodetabek. Cerita Penumpang saat LRT Gangguan di kawasan

Cerita Penumpang saat LRT Gangguan di Cawang

Cerita Penumpang saat LRT Gangguan di Cawang: Kronologi dan Dampak Perjalanan

Kabarnusantaraku.com – Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para pengguna LRT Jabodetabek. Cerita Penumpang saat LRT Gangguan di kawasan Cawang, Selasa, 28 Juli, menjadi sorotan publik setelah rangkaian kereta berhenti mendadak dan menyebabkan kemacetan di jalur kereta. Kejadian ini tidak hanya mengganggu perjalanan ratusan penumpang, tetapi juga memicu kebingungan dan kekhawatiran di antara mereka yang sedang dalam perjalanan pulang.

Kejadian bermula ketika salah satu rangkaian LRT mengalami gangguan teknis di tengah perjalanan. Suara keras terdengar dari dalam kereta, membuat penumpang merasa khawatir. Rangkaian lain yang berada di jalur yang sama juga terpaksa berhenti sebagai tindakan pencegahan. Proses evakuasi penumpang kemudian dilakukan dengan cepat dan terorganisir oleh petugas lapangan.

Pengalaman Alisha: Dari Kebingungan hingga Pemahaman

Alisha, seorang mahasiswa berusia 24 tahun, menjadi salah satu saksi langsung kejadian tersebut. Saat itu, ia sedang berada di dalam kereta yang mengalami gangguan. Tanpa peringatan sebelumnya, kereta tiba-tiba berhenti dan lampu di dalam gerbong berkedip-kedip. Alisha menceritakan bahwa awalnya ia merasa bingung dan tidak tahu apa yang terjadi.

“Gue nanya teman gue yang di gerbong lain, ini kenapa? dia ngintip chat satpam, ada kayu gitu makanya keretanya dimatiin. Gue lihat dari jendela petugasnya pada ke bawah,” kata Alisha dengan nada lega setelah memahami penyebabnya.

Menurut Alisha, suara yang terdengar cukup keras oleh penumpang di dalam kereta disebut sebagai “gejes”. Setelah beberapa saat, listrik kembali menyala dan pengumuman permohonan maaf dari operator terdengar melalui speaker kereta. Banyak penumpang yang langsung mengambil ponsel mereka untuk merekam kejadian atau mengupdate situasi di media sosial.

Alif dan Ratusan Penumpang Lain yang Terdampak

Sementara Alisha berada di dalam kereta yang mengalami gangguan, Alif juga berusia 24 tahun merasakan dampak dari kejadian ini. Alif naik LRT dari Dukuh Atas menuju Jatimulya dan harus menunggu cukup lama sebelum kereta akhirnya datang. Namun, kereta tidak segera berangkat karena ada masalah operasional pada rangkaian lain yang menuju Harjamukti.

“Kok ini lama amat, nggak ditutup-tutup (pintu), lama amat, nggak berangkat berangkat (rangkaian) Jatimulya. Satpam akhirnya ngabari, yang ke Harjamukti ada gangguan operasional,” ujar Alif yang merasa frustrasi dengan keterlambatan tersebut.

Alif kemudian memutuskan untuk mencari rute alternatif untuk melanjutkan perjalanannya. Ia tidak ingin menunggu terlalu lama dan memilih untuk turun dari kereta serta mencari transportasi lain. Keputusan ini diambil setelah ia melihat antrean penumpang yang semakin panjang di stasiun.

Proses Evakuasi dan Pemulihan Layanan

PT KAI sebagai operator LRT Jabodetabek segera melakukan tindakan untuk mengatasi masalah. Raditya Mardika, Manager of Public Relation LRT Jabodebek, menjelaskan bahwa petugas sedang memeriksa sarana TS 24 yang dilaporkan mengalami gangguan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bahaya bagi penumpang.

“Terkait adanya laporan pengguna mengenai bunyi yang terdengar cukup kencang pada sarana TS 24, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas untuk mengidentifikasi sumber suara tersebut,” kata Radhitya dalam pernyataannya.

Rangkaian yang mengalami gangguan berhasil dievakuasi menuju Stasiun Harjamukti untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan oleh tim teknis. KAI memastikan seluruh penumpang di dalam kereta berhasil dievakuasi dengan selamat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang mengutamakan keselamatan pengguna. Proses evakuasi dilakukan dengan tenang dan tanpa kepanikan dari penumpang.

Dampak Jangka Panjang dan Pembelajaran

Kejadian ini memberikan pelajaran berharga bagi operator LRT Jabodetabek. Setelah proses evakuasi dan penanganan selesai, perjalanan LRT Jabodetabek kembali normal pada pukul 21.15 WIB. Namun, keterlambatan yang terjadi menyebabkan banyak penumpang yang terlambat sampai di tujuan mereka.

Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang terjadi dan berjanji akan meningkatkan kualitas layanan. Mereka juga berencana untuk melakukan inspeksi rutin pada seluruh sarana dan prasarana LRT untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Para penumpang yang terdampak memberikan respons positif terhadap penanganan yang dilakukan oleh petugas lapangan.

Cerita Penumpang saat LRT Gangguan di Cawang ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik antara operator dan penumpang sangat penting dalam situasi darurat. Meskipun terjadi gangguan, proses evakuasi yang terorganisir dan respons cepat dari petugas membantu meminimalkan dampak negatif terhadap perjalanan penumpang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *