Gibran Rakabuming dan Hun Many Perkuat Hubungan Indonesia-Kamboja di Istana Wakil Presiden
Kabarnusantaraku.com – Jakarta, Selasa (28/07) — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Mardiono menerima kunjungan resmi dari Hun Many, Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Pelayanan Sipil Kerajaan Kamboja. Pertemuan bilateral ini berlangsung di Istana Wakil Presiden dengan agenda membahas berbagai aspek kerja sama antara kedua negara. Kehadiran delegasi Kamboja ini menandai komitmen kuat Indonesia dalam memperluas hubungan diplomatik di kawasan Asia Tenggara.
Penanganan TPPO dan Scam Daring
Salah satu poin penting dalam diskusi adalah upaya penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terkait dengan praktik penipuan daring di Kamboja. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta, pembahasan ini merupakan kelanjutan dari upaya yang telah dilakukan sebelumnya. Kedua negara sepakat untuk memperkuat koordinasi dalam memberantas jaringan penipuan internasional yang merugikan masyarakat Indonesia.
“Pembicaraan yang ketiga, tapi ini pembicaraan yang terus berlanjut mengenai penanganan TPPO yang berhubungan dengan scam ya di Kamboja,” jelas Anis Matta dalam keterangannya.
Reformasi Birokrasi dan Transformasi Digital
Gibran menekankan pentingnya pengembangan hubungan melalui kerja sama konkret yang responsif terhadap kebutuhan masing-masing negara. Fokus utama termasuk penguatan tata kelola pemerintahan serta reformasi birokrasi. Transformasi digital menjadi salah satu program prioritas yang akan diperdalam melalui pertukaran pengalaman dan teknologi.
“Kerja sama antarkedua negara di bidang reformasi birokrasi tentunya bisa diperdalam lagi, terutama terkait transformasi digital. Reformasi birokrasi menjadi salah satu program prioritas Bapak Presiden,” ungkap Gibran dalam keterangannya, Rabu (29/7).
“Karena kami ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kita ingin birokrasi yang lebih gesit, bebas korupsi, dan juga transparan,” tambahnya.
Kooperasi Olahraga dan Kepemudaan
Selain isu birokrasi, pertemuan juga menyoroti penguatan kerja sama di sektor kepemudaan dan olahraga. Wamenlu Anis Matta menyebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk memperdalam kolaborasi dalam bidang tersebut. Kamboja menunjukkan minat besar terhadap pengembangan atlet-atlet muda Indonesia.
“Kemudian yang kedua ada masalah kerja sama dalam bidang kepemudaan dan olahraga,” kata Anis usai pertemuan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menambahkan bahwa DPM Hun Many menunjukkan ketertarikan signifikan terhadap pengembangan olahraga disabilitas. Kamboja berharap dapat meningkatkan kapasitas atlet-atletnya melalui fasilitas olahraga yang telah tersedia di Kota Solo. Fasilitas ini diakui sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Asia Tenggara.
“Deputy Prime Minister Hun Many ini sangat konsen dengan olahraga disabilitas,” terang Erick.
“Deputy Prime Minister ingin sekali supaya mereka bisa mendapat kesempatan untuk meningkatkan kapabilitas para atletnya di fasilitas yang ada di Solo yang sudah terbangun. Salah satu terbaik yang ada di Asia Tenggara,” pungkas Erick.
Para Peserta Pertemuan
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting. Di antaranya Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Tean Samnang, Sekretaris Negara Kementerian Pelayanan Sipil Kamboja Sok Sabayna, serta Sektor Swasta Oknha Sam Ang Vattanac. Kehadiran juga diperkuat oleh Sekretaris Jenderal Sekretariat Umum Komite Reformasi Administrasi Publik Kamboja Chhun Socheat, Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, dan Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Elizani T. X. Nadia Sumampouw.
