Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Rupiah Pagi Ini Sempat Tembus Rp 18.100 per Dolar AS

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Nilai mata uang domestik menunjukkan tren pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Bloomberg, pada Rabu pagi (29/7) pukul 10.05

Rupiah Pagi Ini Sempat Tembus Rp 18.100 per Dolar AS

Kurs Rupiah Merosot ke Level Rp 18.100 per Dolar AS

Kabarnusantaraku.com – Nilai mata uang domestik menunjukkan tren pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Bloomberg, pada Rabu pagi (29/7) pukul 10.05 WIB, rupiah tercatat menyentuh angka Rp 18.100 per satu dolar AS. Angka ini merepresentasikan penurunan sebesar 17 poin atau setara dengan 0,09 persen dari nilai sebelumnya.

Kondisi ini menandai kembalinya rupiah ke zona Rp 18 ribuan. Faktor pemicu utamanya adalah pengumuman resmi mengenai mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia yang disampaikan pada hari Senin lalu.

Komitmen BI Menjaga Stabilitas Nilai Tukar

Bank Indonesia (BI) menegaskan tekadnya untuk memperkuat kombinasi kebijakan moneter guna mempertahankan kestabilan nilai tukar. Langkah ini diambil di tengah tingginya ketidakpastian kondisi ekonomi global yang melanda berbagai negara.

Erwin Gunawan Hutapea, Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, menekankan bahwa stabilitas merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Bank Indonesia terus berkomitmen menjaga stabilitas sebagai prasyarat utama mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Rabu (29/7).

Menurut Erwin, BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter melalui berbagai instrumen yang tersedia. Hal ini mencakup intervensi langsung di pasar valuta asing serta penguatan instrumen moneter lainnya.

BI juga memastikan bahwa strategi pengelolaan likuiditas di pasar uang dan perbankan akan terus diperkuat. Salah satu upaya konkret dilakukan melalui pengelolaan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) agar tetap sejalan dengan kebutuhan likuiditas dan menarik aliran modal asing.

Optimalisasi Instrumen Intervensi

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing, berbagai instrumen terus dioptimalkan penggunaannya.

“Berbagai instrumen, termasuk triple intervention di pasar valas (Spot, NDF dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *