Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Update Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang: Proses Pendinginan

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Proses Pendinginan dan Upaya Penanganan Darurat Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang memasuki hari kedua penyelidikan, dengan proses pendinginan menjadi

Update Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang: Proses Pendinginan

Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang: Proses Pendinginan dan Upaya Penanganan Darurat

Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang memasuki hari kedua penyelidikan, dengan proses pendinginan menjadi prioritas utama para petugas pemadam kebakaran. Kebakaran yang terjadi pada malam Minggu (21/6) di area pabrik sepatu Jalan Melati Raya, Tanah Tinggi, Kota Tangerang, telah memakan korban dan merusak properti sekitar. Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang ini menimbulkan kekhawatiran besar karena lokasi pabrik berdekatan dengan pemukiman warga, sehingga menimbulkan risiko terhadap kehidupan dan keamanan mereka.

Proses Pendinginan dan Upaya Pemadaman Berjalan Intensif

Dalam upaya memadamkan api, tim pemadam kebakaran terus bekerja keras untuk mengontrol area yang terbakar. Mahdiar, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, menyampaikan bahwa proses pendinginan masih berlangsung di bagian belakang pabrik, di mana api sempat merambat kecil. “Kami sedang berusaha memastikan bahwa api tidak kembali membara, terutama di area tumpukan material yang rentan mengembang,” jelas Mahdiar dalam pernyataan Senin (22/6).

“Sampai saat ini, kami masih terus melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk mencegah risiko penyebaran api ke bangunan lain atau ke pemukiman warga di sekitar,” imbuh Mahdiar.

Di sisi lain, warga sekitar yang tinggal berdekatan dengan pabrik terus berusaha memantau keadaan. Beberapa di antaranya melaporkan bahwa aroma asap masih terasa meski tidak lagi mengganggu pernapasan. “Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang ini mengakibatkan gangguan lalu lintas di sekitar area, tapi alhamdulillah belum ada laporan korban jiwa,” kata salah satu warga, Iwan, saat ditemui di dekat lokasi kejadian.

Kondisi Pemukiman Warga dan Upaya Evakuasi

Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang berdampak langsung pada lingkungan sekitar, terutama di bagian belakang pabrik yang berdekatan dengan permukiman warga. Meski api sudah dipadamkan, kondisi area tetap dipantau ketat oleh tim darurat. Mahdiar mengungkapkan bahwa para petugas sudah melakukan evakuasi kecil terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

“Meskipun api sudah mati, kami masih berhati-hati karena material yang terbakar masih bersuhu tinggi. Warga di sekitar dianjurkan untuk tetap menjaga jarak dan memantau situasi,” terang Mahdiar.

Sementara itu, warga yang tinggal di dekat pabrik mengungkapkan bahwa kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Api awalnya membara di bagian belakang pabrik, kemudian meluas ke area penyimpanan material. Pemadam kebakaran tiba kurang dari satu jam setelah kejadian, dan kebakaran berhasil dipadamkan sebelum menyebar ke bagian lain.

Penyebab dan Dampak Ekonomi Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang

Sampai saat ini, penyebab pasti kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang masih dalam penyelidikan. Mahdiar menyebutkan bahwa investigasi sedang dilakukan oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Tangerang. “Kami sedang menelusuri kemungkinan penyebab, baik dari faktor alami maupun sengaja,” jelas Mahdiar.

“Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang ini telah mengganggu produksi sepatu di daerah tersebut. Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah, termasuk kerusakan pada mesin dan material yang tidak terbakar,” tambahnya.

Dampak kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang tidak hanya terbatas pada kerugian material. Sejumlah pekerja pabrik juga mengalami kehilangan pekerjaan sementara. “Sementara api masih dalam proses pendinginan, pabrik dihentikan sementara. Kebakaran ini memang menyebabkan gangguan signifikan, tapi kami optimis bisa segera pulih,” kata salah satu pekerja, Rudi.

Upaya Penyelidikan dan Keselamatan Warga

Tim penyelidik dari BPBD Kota Tangerang dan Pemadam Kebakaran tengah melakukan inspeksi untuk mengetahui akar masalah kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang. Berdasarkan laporan awal, api diduga berasal dari area penyimpanan material yang berisi bahan bakar berupa kayu dan plastik. “Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti awal, termasuk saksi mata di sekitar lokasi,” kata Mahdiar.

“Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang juga membuat warga sekitar sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, keadaan di permukiman warga sudah kembali normal setelah seluruh area terbakar dipadamkan,” tambahnya.

Di samping itu, upaya memastikan keamanan warga tetap menjadi prioritas. Pemadam kebakaran telah menempatkan penghalang di sekitar area pabrik untuk mencegah masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pemadaman. “Kami berharap proses pendinginan bisa selesai dalam beberapa jam, sehingga warga bisa kembali melakukan aktivitas harian,” ujar Mahdiar.

Kondisi Saat Ini dan Perkembangan Selanjutnya

Pada hari Senin (22/6), situasi di lokasi kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang tergolong stabil. Api telah reda, dan proses pendinginan berjalan lancar. Namun, Mahdiar memperingatkan bahwa kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang belum bisa dinyatakan selesai sepenuhnya. “Kami masih menunggu proses pendinginan hingga suhu di area pabrik kembali normal, yang membutuhkan waktu sekitar 24 jam,” katanya.

“Selama proses pendinginan, kami mengimbau warga sekitar untuk tidak mendekat area yang masih panas. Kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang ini menjadi pengingat penting untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan di lingkungan industri,” tambah Mahdiar.

Para petugas juga sedang mengumpulkan data kerugian secara lengkap. Berdasarkan estimasi awal, kerugian mencapai ratusan juta rupiah, termasuk kerusakan pada peralatan produksi dan persediaan bahan baku. “Kami harap bisa memberikan laporan lengkap dalam beberapa hari ke depan,” tutur Mahdiar. Selain itu, ia menyampaikan bahwa kebakaran Pabrik Sendal di Tangerang tidak menyebabkan kerusakan pada bangunan utama, yang merupakan keuntungan besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *