Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Kemlu Jajaki Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Rwanda dan Mauritius

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat posisi negara di kancah perdagangan internasional. Salah satu

Kemlu Jajaki Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Rwanda dan Mauritius

Kemlu Jajaki Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Rwanda dan Mauritius

Kabarnusantaraku.com – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat posisi negara di kancah perdagangan internasional. Salah satu inisiatif terbaru yang mendapat perhatian khusus adalah upaya negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan dua negara Afrika, yaitu Rwanda dan Mauritius. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi pasar yang telah lama digalakkan pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.

Upaya ini sejalan dengan pencapaian terbaru Indonesia dalam bidang perdagangan internasional. Pada Minggu, 21 Desember 2025, Indonesia berhasil menandatangani Persetujuan Perdagangan Bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia di St. Petersburg, Rusia. Penandatanganan ini berlangsung dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Uni Ekonomi Eurasia dan dihadiri langsung oleh para pemimpin negara anggota, termasuk Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin.

Strategi Diversifikasi Pasar ke Afrika

Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan (HEKSP) Kemlu, Daniel Tumpal Simanjuntak, menjelaskan bahwa negosiasi dengan Rwanda dan Mauritius merupakan bagian dari upaya memperluas cakupan kerja sama perdagangan Indonesia. “Sekarang kita juga Kementerian Luar Negeri mendorong dan sedang melakukan negosiasi perdagangan bebas dengan negara seperti Rwanda dan Mauritius,” jelas Daniel saat ditemui dalam Media Gathering bersama Ditjen HEKSP Kemlu di Amanaia, Jakarta, Kamis (30/7).

Rwanda dan Mauritius dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan dan komitmen kuat terhadap liberalisasi perdagangan. Kedua negara ini dikenal sebagai destinasi investasi yang menarik di benua Afrika dengan stabilitas politik yang relatif baik dan infrastruktur yang terus berkembang. Melalui perjanjian perdagangan bebas, Indonesia berharap dapat meningkatkan ekspor produk-produk unggulan seperti tekstil, makanan olahan, dan barang manufaktur lainnya.

“Jadi bentuk diversifikasi itu kan misalnya dengan pasar-pasaran tradisional yang kita tahu banyak di Afrika, juga dilakukan dengan Amerika Latin, dan sekarang dengan adanya HEKSP, kita mengidentifikasi hal-hal yang bisa kita dorong,” jelas Daniel.

Kerjasama dengan kawasan Eurasia juga membuka peluang signifikan bagi Indonesia. Kawasan tersebut menawarkan pasar dengan populasi mencapai 180 juta jiwa dan Produk Domestik Bruto senilai USD 2,56 triliun. Sebaliknya, Indonesia menarik perhatian dengan jumlah penduduk 281,6 juta orang, PDB sebesar USD 1,4 triliun, serta kelas menengah yang berkembang pesat. Kombinasi kekuatan ekonomi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi perdagangan yang saling menguntungkan.

Kemlu bekerja sama erat dengan kementerian dan lembaga terkait untuk terus memperluas jaringan kerja sama perdagangan global. Selain Afrika, negosiasi juga sedang berlangsung dengan negara-negara di kawasan lain di luar benua hitam. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akses pasar bagi produk-produk Indonesia ke berbagai penjuru dunia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam perdagangan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *