Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Pemerintah Bakal Revitalisasi Stasiun Bogor dan Jakarta Kota

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Dalam rangka meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi nasional, Pemerintah Bakal Revitalisasi Stasiun Bogor dan Jakarta Kota sebagai bagian dari

Pemerintah Bakal Revitalisasi Stasiun Bogor dan Jakarta Kota

Program Revitalisasi Stasiun Bersejarah: Fokus pada Bogor dan Jakarta Kota

Kabarnusantaraku.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi nasional, Pemerintah Bakal Revitalisasi Stasiun Bogor dan Jakarta Kota sebagai bagian dari program besar pelestarian warisan perkeretaapian Indonesia. Langkah strategis ini diumumkan oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang menegaskan bahwa kedua stasiun legendaris tersebut menjadi prioritas utama dalam agenda revitalisasi nasional. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memugar bangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali nilai historis yang terkandung dalam setiap stasiun tua tersebut.

Stasiun Tua dengan Nilai Sejarah Tinggi Menjadi Prioritas Utama

Menteri Fadli Zon menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang menyusun daftar prioritas untuk merevitalisasi stasiun-stasiun bersejarah di seluruh Indonesia. Ia menyebutkan bahwa beberapa stasiun telah berusia lebih dari satu abad dan memerlukan perhatian khusus untuk menjaga keaslian arsitektur serta fungsinya sebagai pusat transportasi modern. Selain dua stasiun yang menjadi fokus utama, ada juga stasiun Lawang Sewu yang sebelumnya telah berhasil direvitalisasi dan menjadi contoh sukses program ini.

«Kita sudah lihat misalnya Lawang Sewu juga sudah direvitalisasi. Nanti Stasiun Bogor dan beberapa stasiun lain yang memang umurnya sudah di atas 50 tahun, bahkan ini lebih dari 100 tahun,» ucap Fadli kepada wartawan di Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).

Stasiun Bogor yang terletak di kota bersejarah ini memiliki arsitektur kolonial yang masih terjaga dengan baik. Sementara itu, Stasiun Jakarta Kota yang berada di kawasan Kota Tua juga menjadi salah satu bangunan bersejarah yang masuk dalam rencana prioritas pemerintah. Kedua stasiun ini tidak hanya berfungsi sebagai terminal kereta api, tetapi juga sebagai ikon wisata sejarah yang menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

Langkah Konkret dan Reaktivasi Jalur Kereta Api

Sebagai bentuk komitmen nyata, Fadli Zon telah menyampaikan laporan resmi mengenai rencana revitalisasi ini kepada Presiden serta Mensesneg. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga akan memberdayakan gedung-gedung tua yang ada di sekitar area stasiun agar kembali berfungsi optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengintegrasikan pelestarian budaya dengan pembangunan infrastruktur modern.

«Nah, saya sudah laporkan juga ke Pak Presiden, juga ke Mensesneg, kita juga akan berdayakan gedung-gedung tua yang ada di sekitar sana,» kata Fadli.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan juga menyebutkan bahwa Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyampaikan rencana untuk menghidupkan kembali sejumlah jalur kereta api yang dulunya pernah beroperasi. Salah satu jalur yang akan diaktifkan kembali adalah jalur di kawasan Lembah Anai. Namun, Fadli Zon mengingatkan bahwa hal ini perlu dikaji lebih lanjut karena wilayah tersebut cukup rawan terhadap bencana longsor.

Sebagai bagian dari upaya revitalisasi stasiun dan reaktivasi jalur, pemerintah juga berencana mengaktifkan kembali layanan kereta uap bersejarah. Dua jalur yang menjadi perhatian adalah jalur kereta pertama di Semarang serta jalur kereta di Sawahlunto. Fadli Zon menyatakan bahwa kedua layanan tersebut kemungkinan besar akan mulai diaktifkan kembali dalam waktu dekat.

«Mungkin dalam waktu dekat juga akan mulai diaktifkan kembali, termasuk yang di Sawahlunto,» sebut Fadli.

Program Pemerintah Bakal Revitalisasi Stasiun Bogor ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan transportasi di Indonesia. Dengan menjaga warisan perkeretaapian yang ada, pemerintah tidak hanya melestarikan sejarah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pengembangan wisata heritage. Seluruh pihak diharapkan dapat mendukung program ini agar dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *