Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Bareskrim: Pilot Malaysia Sudah Dua Kali Selundupkan Narkoba ke Jakarta

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Bareskrim - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali mengungkap kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan seorang pilot maskapai penerbangan

Bareskrim: Pilot Malaysia Sudah Dua Kali Selundupkan Narkoba ke Jakarta

Bareskrim Ungkap Pilot Malaysia Sudah Dua Kali Selundupkan Narkoba ke Jakarta

Kabarnusantaraku.com – Bareskrim – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali mengungkap kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan seorang pilot maskapai penerbangan internasional. Dalam operasi terbaru ini, Bareskrim berhasil mengidentifikasi Mohd Saufi bin Othman, seorang pilot Malaysia Airlines berusia 39 tahun, sebagai tersangka yang telah berulang kali melakukan aksi penyelundupan narkotika ke Indonesia.

Awalnya, tersangka ditangkap dengan tuduhan membawa 25,1 kilogram ekstasi dalam penerbangannya. Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh tim Bareskrim, ditemukan fakta bahwa Mohd Saufi bukan pelaku pertama kali. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia telah tiga kali bertindak sebagai kurir narkotika dalam perjalanan internasionalnya.

Detail Penyelundupan yang Terungkap

Kasubdit II Dittipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Awaludin Amin, memaparkan temuan menarik selama proses penyidikan. Menurut penjelasan dari Bareskrim, tersangka sebenarnya telah melakukan tiga kali pengiriman narkotika. Dari total tiga kali tersebut, dua kali ia mengirim barang haram tersebut ke Jakarta, sementara satu kali lagi ke wilayah lain di Indonesia.

“Dari hasil interogasi kami, dari hasil BAP kami terhadap tersangka, disampaikan bahwa tiga kali yang bersangkutan membawa barang haram ini. Dua kali di Jakarta, satu kali daerah lain,” kata Awaludin dalam jumpa pers di Gedung Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (31/7).

Saat ini, Bareskrim Polri sedang melakukan pendalaman menyeluruh mengenai jaringan pengedaran narkoba yang melibatkan Mohd Saufi. Kombes Pol Awaludin Amin menambahkan bahwa jumlah kasus kemungkinan akan bertambah seiring berjalannya penyidikan oleh Bareskrim. Tim penyidik terus menelusuri setiap jejak yang menghubungkan tersangka dengan jaringan distribusi narkoba yang lebih luas.

“Dan itu tidak tutup kemungkinan akan bertambah-tambah lagi. Jadi kami mohon kami diberi waktu untuk melakukan penyidikan mendalam terkait dengan suspect ini,” ujarnya.

Tersangka ditangkap setelah kedapatan membawa 14 bungkus ekstasi dan 4 gram sabu dalam penerbangannya. Ia menggunakan penerbangan Malaysia Airlines dengan rute Kuala Lumpur-Jakarta. Berdasarkan catatan penyidik Bareskrim, aksi sebelumnya juga mencakup penyelundupan 7 kilogram sabu ke Jakarta serta pengiriman narkotika ke Sabah. Para penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya pengiriman lain yang pernah dilakukan tersangka.

Mohd Saufi saat itu menerbangkan pesawat MH 727 yang mengangkut 170 orang penumpang. Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan bahwa ia sedang dalam pengaruh sabu saat menerbangkan pesawat tersebut dari Malaysia. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan bahwa Mohd Saufi positif mengonsumsi beberapa jenis narkotika, yaitu sabu, ineks, dan kokain.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi Bareskrim karena melibatkan seorang pilot yang memiliki akses langsung ke jalur penerbangan internasional. Bareskrim kini sedang menyusun strategi untuk memastikan bahwa jaringan penyelundupan ini tidak hanya berhenti pada satu tersangka, namun juga menelusuri seluruh rantai distribusi yang melibatkan berbagai pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *