Skip to content
Yellow Desk
Agustus 1, 2026
Kumparanbisnis

Rencana FIFA Lepas Saham Piala Dunia Gagal, UEFA hingga AFC Kompak Menolak

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Keputusan FIFA untuk membatalkan rencana pelepasan saham Piala Dunia telah resmi diumumkan setelah mendapat penolakan kuat dari berbagai konfederasi sepak

Rencana FIFA Lepas Saham Piala Dunia Gagal, UEFA hingga AFC Kompak Menolak

FIFA Mundur dari Skema Jual Saham Piala Dunia Pasca Penolakan Konfederasi

Kabarnusantaraku.com – Keputusan FIFA untuk membatalkan rencana pelepasan saham Piala Dunia telah resmi diumumkan setelah mendapat penolakan kuat dari berbagai konfederasi sepak bola dunia. Langkah strategis ini diambil menyusul keberatan tegas dari UEFA, Concacaf, serta AFC yang menilai proposal investasi tersebut belum matang. Dengan demikian, Rencana FIFA Lepas Saham Piala Dunia yang sempat mengguncang dunia sepak bola akhirnya harus ditangguhkan sementara waktu.

Laporan dari Bloomberg yang terbit pada Sabtu (1/8) mengungkap bahwa keputusan ini merupakan respons langsung terhadap kekhawatiran yang muncul di kalangan pemangku kepentingan sepak bola internasional. Gianni Infantino, Presiden FIFA, menjelaskan bahwa usulan awal justru berpotensi memecah belah persatuan dalam dunia sepak bola global. Federasi sepak bola dunia ini merasa perlu mendengarkan aspirasi seluruh anggota sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Setelah mendengarkan dengan seksama seluruh pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menimbulkan perpecahan yang, terlepas dari seberapa besar dukungannya, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai sejak awal,” kata Infantino dalam pernyataannya, Jumat (31/7).

Detail Skema Investasi yang Ditawarkan

Sebelumnya, FIFA merancang pembentukan entitas komersial baru yang akan bertanggung jawab mengelola hak media serta hak komersial, termasuk hak atas Piala Dunia. Melalui mekanisme ini, federasi sepak bola dunia bertujuan menarik dana investasi eksternal senilai USD 4,2 miliar atau setara Rp 75,72 triliun dengan kurs Rp 18.029 per dolar AS. Valuasi entitas yang diusulkan mencapai USD 20 miliar atau sekitar Rp 360,58 triliun.

Namun, angka-angka tersebut tidak serta merta diterima baik oleh semua pihak. Banyak yang mempertanyakan apakah skema ini benar-benar menguntungkan seluruh elemen sepak bola atau hanya menguntungkan segelintir investor. Ketidakpastian ini menjadi salah satu faktor utama mengapa banyak konfederasi memilih untuk menolak.

Keberatan dari Berbagai Pihak Terkait

UEFA bahkan mengancam akan memboikot penyelenggaraan Piala Dunia jika skema investasi ini tetap dijalankan. Ketiga konfederasi—UEFA, Concacaf, dan AFC—mengkritik bahwa proposal disusun tanpa melibatkan konsultasi yang memadai dengan anggota. Kekhawatiran utama mereka adalah masuknya modal swasta dapat mengubah tata kelola FIFA, menggeser prioritas organisasi, serta memengaruhi mekanisme distribusi pendapatan kepada asosiasi anggota.

Penolakan juga datang dari klub-klub elite Eropa seperti Real Madrid, Juventus, Bayern Munich, dan Borussia Dortmund. Mereka menilai skema monetisasi ini berpotensi berdampak pada turnamen FIFA lainnya, termasuk Piala Dunia Antarklub. Selain itu, sejumlah eksekutif internal FIFA juga dilaporkan menyuarakan keberatan. Salah seorang pejabat organisasi tersebut menyatakan bahwa staf FIFA telah ‘disesatkan’ terkait proposal dan menyerukan agar rencana tersebut ditolak.

Penjelasan FIFA dan Janji Tambahan Pendanaan

FIFA sebelumnya menegaskan bahwa pembentukan entitas baru bukan berarti menjual organisasi atau Piala Dunia kepada investor. Menurut federasi, kendaraan investasi ini dirancang untuk meningkatkan nilai hak media dan komersial, sekaligus memperbesar pendanaan bagi program pengembangan sepak bola serta distribusi dana kepada asosiasi anggota. Infantino juga sempat menjanjikan tambahan pendanaan sebesar USD 12 juta untuk setiap asosiasi anggota selama siklus pesta sepak bola empat tahunan itu, sehingga total dana yang diterima mencapai USD 20 juta.

Selain itu, asosiasi juga bisa mengajukan tambahan pembiayaan hingga USD 20 juta untuk proyek jangka panjang seperti pembangunan stadion dan pusat pelatihan. Meskipun demikian, banyak pihak yang masih skeptis terhadap implementasi skema ini di masa depan. Rencana FIFA Lepas Saham Piala Dunia kini harus melalui proses evaluasi ulang sebelum dapat kembali ke meja perundingan. Semua pihak berharap keputusan ini tidak akan merugikan perkembangan sepak bola global dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *