Kesaksian Sopir Ekspedisi di Balik Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2
Kabarnusantaraku.com – Kesaksian Sopir Ekspedisi di Balik Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 menjadi sorotan publik setelah insiden menegangkan yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. Pada hari Minggu, 2 Agustus 2020, kapal penumpang dan kargo ini mengalami kebakaran yang memaksa para penumpangnya melakukan penyelamatan darurat. Tiga sopir ekspedisi dari Makassar termasuk di antara mereka yang harus melompat ke laut demi menyelamatkan nyawa.
Perjalanan Kapal yang Berakhir Menegangkan
KM Mutiara Sentosa 2 sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar saat api mulai melalap bagian kapal. Kapal tersebut membawa kargo logistik dalam jumlah besar serta sejumlah penumpang, termasuk tiga sopir armada logistik dari perusahaan yang berpusat di Makassar. Perjalanan yang seharusnya berlangsung normal berubah menjadi situasi darurat ketika api ditemukan di dalam kapal.
Dedi Mardiansyah, perwakilan perusahaan ekspedisi yang berpusat di Makassar, mengonfirmasi bahwa ketiga sopir armada logistiknya berada di dalam kapal saat kejadian. Kapal tersebut sedang berlayar dari Surabaya menuju Makassar dengan membawa kargo logistik dalam jumlah besar.
Kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak pada Minggu pagi sekitar pukul 02.00 WIB. Awalnya, Dedi belum mengetahui kondisi pasti ketiga sopirnya setelah menerima informasi awal. Kepastian baru datang sekitar pukul 17.00 WIB ketika ia menerima kabar bahwa seluruh sopir dalam keadaan selamat. Proses evakuasi yang dilakukan cukup rumit karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Proses Evakuasi dan Keselamatan Penumpang
Menurut penjelasan Dedi, ketiga sopir bersama penumpang lainnya terpaksa melompat dari kapal menuju kapal evakuasi. Kapal penyelamat tidak mampu merapat ke KM Mutiara Sentosa 2 karena kondisi cuaca buruk dan gelombang laut yang cukup tinggi. Situasi ini memaksa semua penumpang untuk melakukan lompatan darurat ke laut.
Tapi alhamdulillah tadi sore kita udah dapat kabar mereka selamat. Kalau sopir saya cuma tiga orang, dua kendaraan paket. Bawa logistik besar-besar, ujarnya.
Ya, memang loncat. Karena posisi kapal yang evakuasi kan sangat jauh nih. Kapal yang evakuasi enggak bisa merapat karena faktor cuaca juga, ombak juga. Jadi harus lompat, semua penumpang lompat menuju ke kapal evakuasi, ungkapnya.
Dedi memastikan bahwa ketiga sopir telah mengenakan pelampung saat melakukan penyelamatan diri. Semua sopir dalam keadaan aman dan telah menggunakan alat keselamatan masing-masing. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini.
Sudah, masing-masing sudah safety semua. Ada pelampung semua, kata dia.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Insiden KM Mutiara Sentosa 2
Kapan kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 terjadi? Kebakaran terjadi pada hari Minggu, 2 Agustus 2020, saat kapal sedang berlayar dari Surabaya menuju Makassar.
Berapa banyak sopir ekspedisi yang berada di kapal saat kejadian? Terdapat tiga sopir ekspedisi dari perusahaan yang berpusat di Makassar yang berada di dalam kapal saat kebakaran.
Mengapa penumpang harus melompat ke laut? Kapal evakuasi tidak mampu merapat ke KM Mutiara Sentosa 2 karena kondisi cuaca buruk dan gelombang laut yang tinggi, sehingga penumpang harus melompat ke kapal evakuasi.
Apakah ketiga sopir selamat dari insiden tersebut? Ya, ketiga sopir dinyatakan selamat dan telah menggunakan pelampung saat melakukan penyelamatan diri.
