IHSG Berpeluang Menguat ke 6.545, Pasar Tunggu Keputusan MSCI Pekan Ini
New Policy – Pada perdagangan Senin (22/6), IHSG diperkirakan akan terus menguat, setelah menunjukkan kenaikan di akhir pekan sebelumnya. Analisis teknis menunjukkan kecenderungan positif, sementara pasar mengawasi keputusan MSCI yang akan diumumkan pekan ini. MNC Sekuritas mengungkapkan bahwa indeks telah naik 0,08 persen ke 6.177 pada Jumat (19/6), diiringi pertumbuhan volume transaksi. Penguatan mingguan mencapai 2,82 persen, dengan dominasi aksi beli meski tingkat volume sedikit menurun.
Analisis Teknis MNC Sekuritas
Menurut riset MNC Sekuritas, IHSG masih dalam fase penguatan jangka pendek. “Posisi IHSG saat ini berada di bagian wave [iv] dari wave 3 dalam wave (C). Ini berarti indeks masih memiliki potensi untuk menguji level 6.328 hingga 6.545, namun perlu memperhatikan area koreksi terdekat di rentang 6.127–6.161,” tulis mereka. Riset tersebut juga menyebutkan support pada 5.784 dan 5.594, serta resistance di 6.286 dan 6.459.
Pandangan Nafan Aji Gusta
“Pergerakan IHSG diproyeksikan menguat setelah berhasil membentuk pola bullish doji star candle di atas MA20. Selain itu, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, didukung oleh peningkatan volume transaksi,” ujar Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Nafan memperkirakan support IHSG di level 6.058 dan 5.917, serta resistance pada 6.287 dan 6.516. Ia juga merekomendasikan investor melakukan akumulasi pada saham dengan fundamental kuat, valuasi rendah, serta tanda-tanda perubahan tren. Mirae Asset menyebutkan saham BBCA, BMRI, dan RAJA sebagai pilihan strategis.
Pasar juga memantau implementasi rebalancing indeks FTSE Russell yang berlaku hari ini. Investor diperkirakan menyesuaikan portofolio sesuai perubahan komposisi indeks global. Namun, Nafan menilai dampak dari proses tersebut pada pasar domestik tidak akan sekuat sebelumnya, karena sebagian sentimen telah terwujud dalam harga saham.
Di sisi internasional, pencairan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor positif. Pembukaan Selat Hormuz serta dialog kedua negara dianggap bisa mengurangi risiko kenaikan harga energi dan inflasi global. Keputusan MSCI, khususnya soal status Indonesia dalam indeks, dinilai akan berdampak signifikan pada IHSG. Pasar menunggu hasil evaluasi MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.
Keputusan MSCI akan menjadi penentu utama pergerakan IHSG selama pekan ini. Jika lembaga tersebut mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market tanpa sinyal penurunan ke Frontier Market, reaksi pasar kemungkinan terbatas. Namun, jika ada indikasi pencabutan freeze, dana asing bisa kembali masuk ke pasar saham domestik.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.
