Skip to content
Yellow Desk
Agustus 5, 2026
Kumparannews

Penyu Ditemukan Mati Dibunuh di Pantai Berau Kaltim, Perut Disayat Telur Diambil

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Penyu Ditemukan Mati Dibunuh di Pantai Berau menjadi berita duka bagi para pecinta lingkungan di Kalimantan Timur. Kejadian ini terjadi di Pantai Balikukup

Penyu Ditemukan Mati Dibunuh di Pantai Berau Kaltim, Perut Disayat Telur Diambil

Penyu Ditemukan Mati Dibunuh di Pantai Berau, Telur Dicuri

Kabarnusantaraku.com – Penyu Ditemukan Mati Dibunuh di Pantai Berau menjadi berita duka bagi para pecinta lingkungan di Kalimantan Timur. Kejadian ini terjadi di Pantai Balikukup, tepatnya di wilayah RT 3, Desa Balikukup, Kecamatan Biduk-Biduk. Seekor penyu betina yang sedang dalam proses bertelur ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan perut yang terbelah. Seluruh telurnya telah diambil oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya hingga saat ini.

Kasus ini terungkap ketika Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lestari Balikukup sedang melaksanakan patroli rutin di kawasan pantai pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2026. Para petugas awalnya melihat jejak penyu yang mengarah kembali ke laut, namun ternyata jejak tersebut berakhir di bangkai penyu yang sudah tidak bernyawa. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena penyu merupakan satwa yang dilindungi oleh undang-undang.

Saksi Mata Mengungkap Kronologi

Suryadi, salah satu anggota Pokmaswas Lestari Balikukup, menyampaikan bahwa kondisi penyu tersebut sangat memprihatinkan. Saat ditemukan, semua telur yang seharusnya masih berada di dalam tubuh penyu telah lenyap. Ia menjelaskan bahwa mereka mengikuti jejak penyu di pasir pantai hingga akhirnya menemukan penyu itu sudah mati.

Kami mengikuti jejak penyu di pasir pantai hingga akhirnya menemukan penyu itu sudah mati. Telur-telurnya sudah hilang, kata Suryadi saat dikonfirmasi pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.

Setelah didokumentasikan, warga bersama anggota Pokmaswas melakukan evakuasi bangkai penyu dan menguburkannya di sekitar lokasi penemuan. Suryadi menambahkan bahwa selama dua bulan terakhir mereka telah melakukan pemantauan, dan ini merupakan pertama kalinya mereka menemukan kasus tragis seperti ini. Berdasarkan hasil pemantauan, Pokmaswas menduga bahwa pelaku merupakan orang yang sudah mengenal kawasan tersebut.

Kendala Patroli dan Solusi yang Diharapkan

Menurut Suryadi, pihaknya terus melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga habitat penyu yang menjadikan Pantai Balikukup sebagai lokasi peneluran. Ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang mengonsumsi telur penyu. Setiap malam pihaknya melakukan patroli sebanyak dua hingga empat kali. Namun, patroli ini terkendala dengan ketiadaan speedboat.

Kami terus melakukan edukasi dan pengawasan. Memang masih ada masyarakat yang mengonsumsi telur penyu, tetapi kami belum bisa memastikan siapa pelaku dalam kejadian ini, ujarnya.

Mereka kesulitan mengejar pelaku pengambilan penyu, terutama apabila kapal luar daerah yang mencurigakan mengambil penyu di laut daerah Berau. Suryadi berharap pembunuhan penyu tidak terjadi lagi dan menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat dapat memberikan solusi untuk menghentikan kegiatan pengambilan penyu.

Harapan saya ke depan yaitu terkait ini sudah kejadian di Kampung Balikukup, penyu yang sangat disayangkan itu barang dilindungi, ya kalau bisa dari pemerintah itu, pusat itu, semoga ada solusi menghentikan kegiatan-kegiatan pengambilan penyu, katanya.

Respons Resmi dari Pemerintah Daerah

Kepala UPTD Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K-KDPS) Berau, Didik Riyanto, mengecam keras aksi pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi tersebut. Menurutnya, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperketat pengawasan di kawasan konservasi.

Kami telah menerjunkan tim ke lokasi dan menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat, ujarnya.

Didik Riyanto juga menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan penindakan terhadap pelaku jika identitasnya sudah ditemukan. Ia menekankan bahwa penyu merupakan satwa langka yang harus dilindungi dari berbagai ancaman, termasuk perburuan liar dan pengambilan telur secara ilegal. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian penyu di Pantai Balikukup.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa jenis penyu yang ditemukan di Pantai Balikukup? Penyu yang ditemukan merupakan penyu betina dewasa yang sedang dalam proses bertelur. Jenis spesifiknya belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.

Kapan kejadian ini terjadi? Kejadian ini terungkap pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2026, saat Pokmaswas Lestari Balikukup melakukan patroli rutin.

Mengapa patroli penyu sering terkendala? Patroli penyu sering terkendala dengan ketiadaan speedboat, sehingga sulit untuk mengejar kapal-kapal luar daerah yang mencurigakan.

Apakah pengambilan telur penyu ilegal? Ya, pengambilan telur penyu merupakan tindakan ilegal karena penyu adalah satwa yang dilindungi oleh undang-undang di Indonesia.

Bagaimana cara masyarakat membantu menjaga penyu? Masyarakat dapat membantu dengan melaporkan aktivitas mencurigakan, tidak mengonsumsi telur penyu, dan berpartisipasi dalam program konservasi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *