Skip to content
Yellow Desk
Agustus 6, 2026
Kumparanbisnis

Harapan Damai di Selat Hormuz Dorong Harga Emas Dunia Naik 0,7 Persen

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Pasar logam mulia menunjukkan sentimen positif yang signifikan pada Kamis (6/8) setelah munculnya indikasi kemajuan dalam negosiasi pembukaan kembali Selat

Harapan Damai di Selat Hormuz Dorong Harga Emas Dunia Naik 0,7 Persen

Harapan Damai di Selat Hormuz Dorong Harga Emas Dunia Naik 0,7 Persen

Kabarnusantaraku.com – Pasar logam mulia menunjukkan sentimen positif yang signifikan pada Kamis (6/8) setelah munculnya indikasi kemajuan dalam negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz. Harapan Damai di Selat Hormuz menjadi katalis utama yang mendorong investor untuk meningkatkan alokasi mereka terhadap aset safe haven. Perkembangan ini dinilai dapat meredakan tekanan inflasi global sekaligus mengurangi kemungkinan Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga secara agresif.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot saat ini berada di kisaran USD 4.280 per troy ons. Tepatnya pada pukul 08.00 waktu Singapura, logam kuning tersebut mencatat kenaikan sebesar 0,7 persen ke level USD 4.277,41 per troy ons. Selain emas, perak juga menguat 0,3 persen menjadi USD 62,23 per troy ons. Platinum dan paladium pun ikut mengalami kenaikan harga yang mencerminkan optimisme pasar secara keseluruhan.

Analisis TD Securities: Tekanan Makro Berkurang

Ryan McKay bersama tim analis TD Securities menilai bahwa berkurangnya beban makroekonomi serta meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong minat investor terhadap logam mulia. Harapan Damai di Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan efek domino positif bagi berbagai kelas aset.

“Mundurnya tekanan makro dan meningkatnya harapan kesepakatan AS-Iran memberikan dorongan besar bagi harga logam mulia,” tulis riset TD Securities dalam laporannya.

Meskipun demikian, lembaga tersebut mengingatkan bahwa kondisi pasar energi yang masih ketat berpotensi menjadi tantangan bagi reli emas dalam jangka panjang. Ketidakpastian pasokan minyak mentah tetap menjadi faktor risiko yang perlu dipantau oleh para trader.

Kesepakatan Sementara Iran-Oman

Sejauh ini, Iran telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai usulan jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz. Langkah ini membuka peluang bagi sebagian arus pengiriman energi untuk kembali beroperasi melalui jalur strategis tersebut. Harapan Damai di Selat Hormuz kini semakin konkret dengan adanya mekanisme pelayaran yang telah disepakati kedua negara.

Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, menjelaskan bahwa jalur pelayaran tersebut bersifat sementara dan akan berlaku selama periode 2 hingga 4 bulan. Ia juga menegaskan bahwa kesepahaman ini tidak berarti Selat Hormuz telah dibuka sepenuhnya. Masih ada beberapa hambatan teknis dan politik yang perlu diselesaikan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran masih terus berlangsung. Sebelumnya, Trump juga menyebutkan bahwa peluang tercapainya kesepakatan dapat terjadi paling cepat pada Rabu (5/8) waktu AS. Pernyataan ini semakin memperkuat sentimen positif di pasar global.

Prospek Kebijakan Moneter The Fed

Perkembangan terkini membuat pelaku pasar memperkirakan hanya satu kali kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun. Prospek pengetatan moneter yang lebih ringan umumnya menjadi sentimen positif bagi emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga rendah, biaya opportunity cost untuk memegang emas menjadi lebih kecil.

Meski demikian, Gubernur The Fed Lisa Cook menegaskan bahwa ia masih siap mendukung kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perlambatan. Menurutnya, semakin lama inflasi bertahan di atas target 2 persen, semakin sulit bagi bank sentral mengendalikannya. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter masih akan tetap data-dependent.

Dampak Jangka Panjang terhadap Pasar Emas

Para ahli pasar memproyeksikan bahwa stabilitas di Selat Hormuz dapat memberikan dampak positif berkelanjutan bagi harga emas. Jika negosiasi berhasil mencapai kesepakatan permanen, maka premi risiko geopolitik yang selama ini melekat pada logam mulia dapat berkurang. Namun, volatilitas harga minyak mentah tetap menjadi variabel kunci yang akan mempengaruhi permintaan emas sebagai lindung nilai.

Investor institusional maupun ritel disarankan untuk memantau perkembangan negosiasi secara berkala. Harapan Damai di Selat Hormuz bukan hanya sekadar narasi jangka pendek, tetapi dapat menjadi fondasi bagi stabilitas pasar komoditas global dalam beberapa bulan ke depan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Selat Hormuz dan Emas

Apa itu Selat Hormuz dan mengapa penting bagi pasar global? Selat Hormuz adalah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra India. Sekitar 20-30% pasokan minyak dunia melewati selat ini, sehingga setiap gangguan dapat berdampak signifikan pada harga energi global.

Bagaimana negosiasi AS-Iran mempengaruhi harga emas? Negosiasi yang positif antara AS dan Iran mengurangi ketidakpastian geopolitik, yang pada gilirannya menurunkan premi risiko dan mempengaruhi aliran modal ke aset safe haven seperti emas.

Berapa lama jalur pelayaran sementara akan berlaku? Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, jalur pelayaran sementara akan berlaku selama periode 2 hingga 4 bulan hingga negosiasi lebih lanjut diselesaikan.

Apakah kenaikan harga emas saat ini bersifat sementara? Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh faktor jangka pendek dan jangka panjang. Jika negosiasi berhasil mencapai kesepakatan permanen, maka dampak terhadap harga emas dapat bersifat berkelanjutan.

Bagaimana kebijakan moneter The Fed mempengaruhi emas? Kebijakan moneter The Fed yang lebih longgar cenderung mendukung harga emas karena mengurangi biaya opportunity cost untuk memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *