BPS MOSPI India Sepakati Kerja Sama Statistik dan Digitalisasi Berbasis AI
Kabarnusantaraku.com – Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, menghadiri pertemuan tingkat tinggi di Lucknow, India, yang dihadiri para pemimpin kantor statistik nasional negara-negara anggota BRICS. Dalam forum tersebut, BPS MOSPI India Sepakati Kerja sama yang bertujuan meningkatkan sinergi di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Pertemuan ini menjadi momen strategis untuk menjawab kebutuhan akan data resmi yang akurat, dapat dipercaya, tepat waktu, dan relevan bagi penyusunan kebijakan publik di kedua negara.
Selama rangkaian acara, Amalia mengadakan pertemuan bilateral dengan Saurabh Garg, Sekretaris Jenderal Kementerian Statistik dan Implementasi Program India (MoSPI). Kedua pimpinan lembaga statistik ini menyepakati penguatan hubungan kerja sama antara institusi Indonesia dan India, mengingat posisi strategis kedua negara sebagai kekuatan berpengaruh di kawasan Asia. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen bersama untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan sistem statistik nasional.
Penandatanganan Letter of Intent untuk Kolaborasi Jangka Panjang
Sebagai wujud komitmen bersama, kedua pemimpin NSO menandatangani dokumen Letter of Intent atau LOI. Kesepakatan ini mencakup beberapa bidang utama, yaitu pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran metodologi serta praktik terbaik, transformasi digital dalam sistem statistik, penyelenggaraan pelatihan secara bersama-sama, dan berbagai bentuk kolaborasi teknis lainnya. Langkah ini bertujuan memperkuat fondasi statistik kedua negara agar lebih responsif terhadap perubahan zaman.
Langkah penguatan kerja sama dengan NSO India ini sejalan dengan arahan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mempererat hubungan bilateral setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia pada awal bulan Juli lalu. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam berbagai sektor ekonomi dan sosial di kedua negara.
Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Diseminasi Data
Dalam aspek teknologi, BPS dan MOSPI merencanakan kolaborasi spesifik dalam pemanfaatan artificial intelligence untuk diseminasi statistik dan digitalisasi proses bisnis statistik. BPS telah memiliki platform digital bernama FASIH yang berfungsi untuk pengumpulan data serta verifikasi kualitas informasi, sedangkan MOSPI memiliki platform serupa yang disebut e-SIGMA. Kedua platform ini akan menjadi dasar bagi pertukaran pengalaman dan inovasi teknologi.
“Kerja sama ini bukan hanya tentang berbagi data, tetapi juga tentang membangun ekosistem statistik yang lebih cerdas dan terintegrasi melalui teknologi AI,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti dalam pernyataannya.
Kedua lembaga akan saling bertukar pengalaman guna memodernisasi platform digital masing-masing, memastikan bahwa sistem yang ada tetap relevan dan efisien dalam mendukung kebutuhan data nasional. Integrasi AI diharapkan dapat mempercepat proses analisis data dan meningkatkan akurasi hasil statistik yang dihasilkan.
Kehadiran aktif Kepala BPS dalam Meeting of Heads of NSOs of BRICS Countries menunjukkan peran Indonesia yang proaktif dalam komunitas statistik internasional. Melalui kerja sama yang semakin erat dengan negara-negara BRICS, BPS terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan statistik global sekaligus memperkuat kapasitas nasional untuk menyediakan data statistik yang berkualitas, bermakna dan berdampak untuk fondasi pembangunan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kerja Sama BPS-MOSPI India
Apa saja bidang utama kerja sama BPS dan MOSPI India? Kerja sama mencakup pengembangan SDM, pertukaran metodologi, transformasi digital, pelatihan bersama, dan kolaborasi teknis lainnya.
Bagaimana peran AI dalam kerja sama ini? AI akan digunakan untuk diseminasi statistik dan digitalisasi proses bisnis statistik, dengan memanfaatkan platform FASIH dari BPS dan e-SIGMA dari MOSPI.
Kapan kesepakatan ini ditandatangani? Kesepakatan ditandatangani selama pertemuan tingkat tinggi di Lucknow, India, yang dihadiri para pemimpin kantor statistik nasional negara-negara anggota BRICS.
Apa dampak jangka panjang kerja sama ini? Kerja sama ini diharapkan memperkuat fondasi statistik kedua negara dan membuka peluang baru dalam berbagai sektor ekonomi dan sosial.
